Gol Dorongan


NYARIS saja Persib Bandung kembali pulang dengan tangan hampa. Hingga menit ke-90 pertandingan, “Pangeran Biru” ada dalam kondisi kritis karena kedudukan saat itu 1-0 untuk keunggulan tuan rumah Sriwijaya FC. Akan tetapi, seolah tak mau kembali menjadi pecundang saat kembali ke Bandung, Maman Abdurahman dkk. tetap memperagakan kerja keras tak kenal lelah.

Gigihnya perjuangan yang diperagakan skuad “Pangeran Biru” akhirnya berbuah manis. Saat wasit cadangan menunjukkan ada tambahan waktu tiga menit, Persib mendapat tendangan bebas di sektor kiri sebelah kotak penalti.

Menyadari ini kemungkinan serangan terakhir yang dapat dibangun, semua pemain Persib bersiap di kotak penalti. Tak terkecuali sang stopper Christian Rene Martinez.

Saat Atep yang menjadi algojo tendangan bebas tersebut melepaskan tembakan, semua bergerak aktif. Baik pemain Persib maupun pemain lawan sama mencari bola. Jika kemudian tejadi dorong-mendorong atau sikut-menyikut, itu sudah menjadi hal lumrah.

Biasanya pemain akan meradang jika didorong lawan supaya menjauh dari bola yang akan datang. Akan tetapi, kali ini Persib sepertinya harus bersyukur ada pemain lawan yang mendorong Rene. Sebab, berkat dorongan itulah kepala pemain asal Paraguay tersebut tepat menyentuh bola yang datang. Sundulan tak sengaja itu pula yang kemudian membuat bola bersarang di jala gawang Ferry Rotinsulu dan otomatis membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Rene sang pencetak gol tersebut pun sama sekali tak menyangka dan menyadari dirinya telah membuat gol penyelamat Persib tersebut. “Saya tidak merasa (telah mencetak gol). Itu hanya kebetulan. Kalau tubuh saya tidak didorong pemain lawan, belum tentu juga akan tercipta gol. Jadi saya anggap ini sebagai gol dari Tuhan,” tutur Rene.

Gol tersebut merupakan yang kelima kalinya diciptakan Rene selama kiprahnya di Indonesia. Empat gol sebelumnya ia buat ketika masih membela Deltras Sidoardjo. Tetapi, apa pun dalih yang disampaikannya, yang pasti Rene telah menciptakan gol penyelamat Persib Bandung tadi malam. Dan itu seakan menjadi pembuktian dirinya pantas berkostum Persib dan menjawab juga kritikan pedas yang selalu dialamatkan pada dirinya di awal musim.

“Semua pemain yang menampilkan performa buruk memang pantas dikritik dan rekan-rekan yang lain pun pernah mendapatkan kritik serupa. Akan tetapi bagi saya, kritikan justru dapat menjadi motivasi tambahan supaya dapat tampil lebih baik lagi,” ucap Rene lagi.

Berkat kritik itu pula performa Persib terus menanjak setiap waktunya. Kerja sama yang diperagakan pun sudah makin solid. Dengan demikian, ia makin yakin Persib dapat mencapai target juara yang sudah lama didambakan. Target pribadinya? “Mencetak gol-gol lain jika ada kesempatan,” ujarnya. Kita nantikan saja. (Riesty Yusnilaningsih/”PR”)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: