Faktor “Budigol”


KOTA Palembang dan Gelora Sriwijaya Jakabaring sudah tidak asing lagi bagi striker Persib Bandung, Budi Sudarsono. Selama paruh kedua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009, Budi tampil memperkuat Sriwijaya FC dengan status pinjaman dari Persik Kediri yang terpaksa melepasnya karena dibelit kesulitan keuangan.

Beragam kenangan dan pengalaman pernah diperolehnya bersama “Laskar Wong Kito”. Walaupun kebersamaannya dengan anak buah Rahmad Darmawan itu hanya sekejap, tetapi sudah meninggalkan bekas yang tak terlupakan di diri Budi.

Kini Budi datang sebagai lawan. Berbenderakan Persib, tim yang dibelanya saat ini, Budi siap menantang mantan timnya tersebut tanpa motivasi apa pun, selain mempersembahkan hasil terbaik untuk “Pangeran Biru” dan bobotoh yang selalu mendukungnya.

Budi memang belum mendapat kepastian dari Pelatih Jaya Hartono perihal pemasangan dirinya sebagai starter. Namun, jika kepercayaan tersebut diberikan kepadanya, performa total siap diperagakannya.

“Saya hanya berupaya bersikap profesional. Saat ini saya berkostum Persib, jadi sudah sewajarnya jika perjuangan mati-matian dilakukan demi membela Persib. Meskipun harus dilakukan dengan tim yang pernah saya bela sebelumnya,” tuturnya.

Pernah membela Sriwijaya FC, tentunya Budi sudah tahu dapur calon lawannya itu. Minimal, dia sudah tahu titik-titik kelemahan individu lini belakang “Laskar Wong Kito”, sehingga bisa menjadi celah untuk membuat gol.

Sama seperti Cristian Gonzales yang beberapa waktu lalu kerap mendapat kritikan pedas seputar kesulitannya mencetak gol hingga pertandingan keenam Persib yang dibelanya, pertanyaan yang sama pun ditujukan pada pemain berjuluk “Ular Piton” ini. Gonzales telah berhasil memecahkan “telur”nya saat pertandingan melawan Persijap tiga hari sebelumnya. Namun, Budi masih belum dapat keluar dari masa paceklik gol tersebut. Padahal, manajemen merekrutnya dengan tujuan menambah daya gedor lini depan Persib.

Kelihaian Budi mencetak gol untuk Persib memang patut dipertanyakan. Sebab, Budi justru lebih dulu mencetak gol tunggal untuk tim nasional Indonesia ketika menghadapi Yaman pada babak kualifikasi Piala Asia 2011, pertengahan November lalu. Padahal, Budi dipanggil dan bergabung dengan rekannya yang lain hanya dua hari sebelum timnas menggelar leg kedua di Jakarta.

Sementara bersama Persib, Budi telah ikut berlatih sejak awal musim. Namun tetap tak mampu berkutik tiap kali menghadapi gawang lawan.

“Saya sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu, tapi tetap berusaha maksimal. Mudah-mudahan saja kesempatan (mencetak gol) itu bisa datang kali ini,” ucapnya optimistis.

Sang pelatih pun menaruh harapan yang serupa. Untuk itu ia menegaskan akan memberi kesempatan yang sama, bagi siapa pun pemainnya yang dalam kondisi siap seratus persen, untuk tampil sebagai starter. “Semua mendapat kesempatan sama, termasuk juga Budi,” ucapnya.

Mudah-mudahan saja, kepercayaan yang diberikan pada Budigol dapat dijawab dengan gol pengantar kemenangan Persib nanti. Semoga… (Riesty Yusnilaningsih/”PR”) ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: