Tiket Palsu Masih Beredar


SOREANG, (PR).-Tiket-tiket palsu masih saja beredar pada kali keempat penyelenggaraan partai kandang Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12). Setidaknya dua puluh lembar tiket palsu berhasil dideteksi panitia pelaksana (panpel) pertandingan dari calon penonton.

Salah seorang korban yang mengadu ke sekretariat panpel pertandingan ialah dua sekawan Yazid (16) dan Putra (16). Keduanya yang merupakan warga Cimahi, tertipu seorang calo yang menawarkan tiket pertandingan Persib melawan Persijap Jepara dengan harga yang lebih murah.

Putra menceritakan, ia dan sang kawan sudah dicegat calo sebelum menginjakkan kaki di stadion. “Orangnya naik sepeda motor warna merah, pakai helm, dan masker. Sambil terburu-buru dia bilang, stadion sudah penuh dan tidak ada lagi tiket tersisa yang bisa dibeli,” ucapnya.

Karena baru kali ini menonton langsung pertandingan Persib di stadion, keduanya percaya saja dengan ucapan sang calo. Keduanya lantas merogoh uang sebesar Rp 20.000,00 untuk membeli dua lembar tiket di sektor utara dari sang calo. Normalnya, harga tiket di sektor ini Rp 15.000,00 per lembar.

Sekilas, tiket yang dibeli mereka mirip dengan tiket yang resmi dicetak panpel. Jika dilihat dari jarak jauh, tidak akan terlihat perbedaannya. Akan tetapi, jika disidik lebih teliti, ada dua perbedaan mencolok yang akan gampang dikenali masyarakat awam.

Pada tiket asli, tertera kode perforasi berupa cetakan kode timbul dan juga nomor tiket. Sementara itu, pada lembaran tiket palsu, keduanya tak didapati.

“Kalau saja calon penonton lebih teliti sebelum membeli dan tidak mudah termakan bujuk rayu harga murah yang ditawarkan calo, pasti tidak akan tertipu,” ucap Sekretaris Panpel Budhi Bram Rachman.

Selaku panpel, Budhi tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan aksi calo-calo nakal tersebut. Kalaupun ada calo yang tertangkap, ia akan menyerahkannya kepada kepolisian dan membiarkan mereka yang melakukan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, usaha yang akan dilakukan panpel untuk mengurangi peredaran tiket palsu itu ialah dengan mengevaluasi sistem ini. Ada rencana penggunaan sistem barcode yang tidak akan dipalsukan dengan mudah.

“Tapi itu harus diselaraskan dengan kemampuan sistem operasional di lapangan. Opsi lain mungkin saja ada dan oleh karena itu kami masih harus melakukan serangkaian survei terlebih dahulu,” ucapnya. Panpel memiliki waktu sedikitnya tiga minggu untuk melakukan pembenahan tersebut, sebelum kembali menggelar partai kandang pada Januari tahun depan. (A-184)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: