Tarung Terbaik dan Terburuk Persib


RODA kompetisi Liga Super 2008/09 memang telah berakhir. Sebanyak 612 pertandingan tuntas digelar, termasuk di dalamnya 34 partai yang dilakoni Persib.

Banyak cerita didapat dari 34 pertandingan Persib. Ada pertandingan yang berkesan dan sudah tentu ada pula yang menyakitkan bagi tim Maung Bandung. Bagi Persib, sedikitnya ada dua pertandingan yang pantas dikategorikan pertandingan terbaik dan terburuk.

Jaya Hartono sebelum meninggalkan Persib sempat berbagi cerita mengenai dua pertandingan yang menurutnya sarat emosional.

Ternyata Jaya tidak memilih pertandingan Persib melawan Persija 10 Juni di Stadion Gajayana, Malang, sebagai pertandingan terbaiknya. Padahal partai itu menjadi  pertandingan penuh emosi untuk bobotoh dan pendukung Persija.

Jaya menyebut pertandingan terbaik Persib sepanjang Liga Super adalah tarung kandang melawan Sriwijaya FC pada 17 April di Stadion Si Jalak Harupat.

Kesebelasan Persib Bandung waktu itu  menuntaskan dendam atas Sriwijaya FC dengan skor 3-2 (1-1). Dikatakan balas dendam karena lima hari sebelumnya, pada tanggal 12 April di Stadion Jalak Harupat, Persib tersingkir dari ajang Copa Indonesia setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim Kota Palembang tersebut. Persib harus tersingkir karena pada pertemuan pertama kalah 1-3 di Stadion Jakabaring, Palembang.

Ada dua alasan kenapa Jaya menempatkan tarung Persib versus Sriwijaya FC sebagai pertandingan terbaik. Pertama,  pertandingan melawan pasukan Rahmad Darmawan tersebut mengakhiri cerita buruk Persib yang tidak pernah menang atas Sriwijaya. Kedua, pertandingan tersebut sebagai pembuktian dirinya sebagai pelatih dan pemain-pemain asuhannya kepada bobotoh.

“Pertandingan terbaik dan yang sangat berkesan adalah saat mengalahkan Sriwijaya 3-2 di Jalak Harupat. Sebelum pertandingan, saya dan pemain dicaci bobotoh. Bahkan mereka demo agar saya mundur dari kursi pelatih karena tidak mampu membawa Persib lolos ke perempat final Copa Indonesia,” jelasnya.

Tentang pertandingan terburuk dan terpahit bagi Jaya adalah ketika Persib dirontokkan Persitara Jakarta Utara 1-4 di Stadion Surajaya Lamongan. Tapi bukan kekalahan telak itu yang membuat Jaya menempatkan pertandingan tersebut sebagai terburuk tapi lebih karena faktor kepemimpinan wasit Setiyono yang dinilai berat sebelah.

Saat itu pemain Persib melakukan aksi tiduran di lapangan sebagai bentuk kekecewaan dan protes atas buruknya kepemimpinan wasit.

“Tim yang saya latih sudah sering dicurangi wasit. Namun saat melawan Persitara, kepemimpinan wasit sudah sangat keterlaluan. Masak setiap menyerang selalu offside. Pertandingan itu sangat jelas ada maksud untuk membantu tuan rumah lolos dari zona degradasi. Itu yang tidak bisa saya terima, apalagi akhirnya pemain kena hukuman,” kata Jaya.

sumber: tribunjabar

4 Balasan ke Tarung Terbaik dan Terburuk Persib

  1. yan kewek mengatakan:

    emang sok kitu wasit ka persib mah teing kunaon etateh….,.

  2. ridwan setya mengatakan:

    mank wasit goblog…!!

  3. HUDA KADABRA mengatakan:

    wasit goblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: