Persib Gagal Penuhi Target ke “8 Besar”


CILEGON, (PR).-
Persib gagal total di Kompetisi Liga Indonesia XIII 2007. Kepastian itu diperoleh setelah pada partai “hidup-mati” melawan Pelita Jaya Purwakarta, Persib takluk dengan skor 2-0, di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Sabtu (22/12).

Dengan hasil tersebut, tertutup sudah peluang Persib untuk merebut satu dari dua tempat terakhir menuju babak “8 Besar”. Dua tiket terakhir ini menjadi milik PSMS Medan dan Persik Kediri yang kini baru mengantongi 57 dan 56 biji kemenangan. Kalaupun pada dua pertandingan terakhir di kandang menang melawan Persiraja dan PSDS, poin maksimal Persib hanya sampai 54 biji kemenangan. Empat klub dari Grup I yang lolos ke “8 Besar”, adalah Sriwijaya FC, Persija, PSMS, dan Persik. Dari Grup II, persaingan menuju “8 Besar” masih ketat.

Target yang dibebankan pengurus kepada manajemen di kompetisi 2007 adalah membawa “Pangeran Biru” juara. Untuk mendukung target tersebut, Persib mendapat kucuran dana cukup besar dari APBD Kota Bandung, kurang lebih Rp 22,5 miliar.

Peluang merebut juara sebenarnya terbuka lebar, seiring dengan kesuksesan Persib menjuarai paruh musim ini. Namun, target kembali diturunkan menjadi lolos ke babak “8 Besar” karena prestasi Persib yang mulai menurun di awal putaran kedua. Namun, meski target diturunkan, Persib tetap gagal lolos.

“Saya selaku manajer memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua masyarakat Bandung atas kegagalan ini. Semua kecewa, saya pun kecewa dengan hasil ini. Kecewa karena tidak bisa mencapai target yang diharapkan masyarakat. Tapi kalau secara permainan, saya tidak kecewa karena anak-anak sudah tampil maksimal,” kata Manajer Persib H. Yossi Irianto kepada wartawan Pikiran Rakyat, Rika Rachmawati dan Andri Gurnita.

Akibat dari kekalahan ini, posisi Persib turun satu peringkat menjadi ke-6 dengan nilai tetap 48 biji kemenangan. Posisi Persib disalip Pelita Jaya yang kini memiliki 49 biji kemenangan.

Gol Pelita dicetak dari eksekusi bola mati oleh dua pemain asingnya. Gol pertama dari tendangan bebas Ivan Jerkovic pada menit ke-59. Hukuman tendangan bebas ini terjadi setelah Nova Arianto mengganjal Adolfo de Souza, sekitar satu meter dari garis kotak penalti. Bola tendangan Jerkovic menembus pagar hidup dan kiper Cecep Supriatna.

Gol kedua dari titik penalti berbau kontroversial. Patricio Jimenez dinilai wasit Yandi melakukan pelanggaran kepada Jerkovic. Padahal, Patricio lebih dahulu menendang bola sambil menjatuhkan badannya. Namun, Jerkovic dengan cerdik menabrakkan badannya kepada Patricio sehingga terjatuh dan dinilai wasit terjadi pelanggaran. Chistiano Lopez menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-84, sehingga mengubah skor menjadi 2-0. “Itu harusnya tidak penalti. Itu bersih. Bukan saya yang menjegal. Jerkovic yang menjatuhkan tubuhnya pada saya. Tiba-tiba, wasit bunyikan peluit. Saya protes, pemain protes. Dasar apa dia memberikan penalti? Harusnya wasit seperti itu dihukum juga seperti saat pemain melakukan kesalahan,” kata Jimenez kesal.

Kekecewaan senada terlontar dari mulut Yossi. Dia menilai, kepemimpinan wasit sore itu memang bermasalah dan merugikan Persib. Hal itu terbukti dengan dua keputusan memberikan dua bola mati bagi keuntungan Pelita Jaya. “Bisa dikatakan, kekalahan Persib hari ini salah satunya disebabkan oleh kepemimpinan wasit,” ujar Yossi.

Imbang

Juru bicara pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengatakan, Eka Ramdani dkk. bermain cukup baik, khususnya pada babak pertama. Tidak sedikit peluang tercipta, bahkan sejak menit-menit pertama, termasuk beberapa yang lahir melalui bola mati. Sayangnya, kata Djadjang, kepemimpinan wasit pada babak kedua membuyarkan konsentrasi pemain, terutama setelah dia memberikan hukuman penalti bagi Persib.

Sementara itu, Pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad mengaku puas dengan panampilan anak asuhnya. Selain berhasil mengalahkan Persib yang dinilainya memiliki sederet pemain berpengalaman, kemenangan ini juga membuat Pelita Jaya semakin dekat dengan targetnya untuk memastikan satu tiket pada Superliga 2008.

“Alhamdulillah, insya Allah Pelita Jaya masuk Superliga. Ini tidak terlepas dari kedisiplinan dan kekompakan anak-anak dalam bermain. Seperti hari ini. Walaupun mereka pemain muda, buktinya bisa mengalahkan tim besar sekaliber Persib, yang dihuni pemain-pemain bintang,” kata Fandi.

Di luar stadion, petugas harus mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa sekaligus mencegah terjadinya bentrokan antara bobotoh dengan pendukung Pelita Jaya.

Di akhir pertandingan, Patricio Jimenez dan Aji Nurpijal pun sempat terlibat adu mulut dengan petugas keamanan karena dinilai berlebihan dengan cara kasar mengusir bobotoh yang akan masuk lapangan. ***

13 Balasan ke Persib Gagal Penuhi Target ke “8 Besar”

  1. dede mengatakan:

    teu nanaon teu lolos oge….arek meunang…arek eleh aing mah dukung PERSIB bae,,moal anu lain…unggal poe unggal peuting aing tapa di gunung karang supaya persib meunang,,,diantos di musim liga 2008..buat The jak tong loba laga…persija mah loba diuntungkeun ku pihak ka-3…salam tia aing budak PANDEGLANG Persipan calon kontestan divisi utama….mimpi kali yeeeee……

  2. The jak Mania mengatakan:

    Mampus lho..engga lo2s rasain.emangnya enak…, makanya kl cari pemain ynag bagus jangan tukang sayur lo pake jadi nya kantro abisssss , cari pelatih yang kaya persija gaul end cool janga pelatih lo kaya pelatih lo tukang tahu lo pake . Dasar tukang Kridit
    Persib goreng …ihhh geleh mah aing…

    Salam : THE JAK MANIA
    TEAM SOLID

  3. yogakasep mengatakan:

    euh edok deui ning, hanas rajin macaan berita na..rek eleh mah mending hees ah…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: