Persib Hanya Berikan Sanksi Teguran Lisan


Manajemen Persib memberikan sanksi ringan berupa teguran lisan kepada Zaenal Arif terkait kasus indisipliner saat memperkuat Indonesia di Piala Asia 2007. Sanksi dari manajemen ini lebih mengedepankan pembinaan ketimbang menilai bobot kesalahan.

BalikBandung Inc

“Kita tetap melihat pertimbangan psikologis. Tidak etis saat anak sakit, terus disakiti lagi. Paling baik adalah memberikan dorongan moral,” ujar Yossi pada konferensi pers di Wisma Dharma Bhakti, Jln. Bali Bandung, Kamis (26/7) malam.

Sebelum muncul keputusan sanksi teguran lisan ini, pengurus Persib sudah memiliki beberapa pilihan sanksi untuk pemain asal Cikajang Kab. Garut itu. Salah satunya adalah gaji dia selama dua bulan tidak dibayarkan. Dalam perincian nilai kontrak pemain yang diberikan dari manajemen kepada DPRD Kota Bandung, Arif menerima gaji tiap bulan Rp 14.583.333,00.

Yossi mengatakan, sanksi ini diharapkan membuat Arif lebih dewasa dalam berpikir dan tidak mengulang kembali perbuatan serupa. Bagaimanapun, sikap Arif itu secara tidak langsung ikut memengaruhi nama baik Persib. Klub juga menjadi ikut tercoreng oleh sikap seperti itu.

Arif yang ikut hadir di acara ini menyatakan menerima sanksi dari manajemen Persib. Ia tidak memandang bobot ringan atau berat dari sanksi tersebut, tapi hal itu menjadi sebuah peringatan untuk melakukan introspeksi diri. “Sekali lagi saya memohon maaf kepada semua pihak. Mudah-mudahan teguran ini membuat saya bisa lebih dewasa dan bertindak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Arif menyatakan akan melayangkan surat resmi banding kepada Komisi Banding PSSI, Jumat (27/7) ini. Ia sudah menandatangani surat banding tersebut. Dalam surat itu, Arif memohon keringanan sanksi dari keputusan Komdis yang melarang aktif dalam kegiatan sepak bola nasional selama 6 bulan.

“Sanksi ini terlalu berat. Saya memohon ada keringanan sanksi karena sepak bola adalah sumber hidup saya,” ujarnya.

Manajemen Persib juga mengambil sikap atas putusan Komdis itu. Persib akan melayangkan surat resmi keberatan kepada PSSI. Meski sanksi dari Komdis ditujukan secara personal kepada pemain, Persib akan tetap memberikan perlindungan. Oleh karena itu, Jumat ini akan ada dua surat yang dikirim, yakni surat banding Arif dan keberatan dari pihak Persib.

Dipaksakan

Sementara itu, sanksi kepada Arif dinilai terlalu dipaksakan. Hal itu bisa terlihat dari pasal-pasal yang digunakan sebagai dasar hukuman. Dalam Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 01/Kep/KD/TIM-NAS/VII-07 yang ditandatangani Ketua Komdis, Hinca Pandjaitan, Arif melanggar Pedoman Dasar PSSI pasal 69.3. Dalam pasal ini, disebutkan pemain yang terpilih menjadi anggota tim nasional, wajib mengikuti ketentuan PSSI, mengikuti pelatnas serta memperkuat timnas.

Pelanggaran yang dilakukan Arif sebenarnya hanya melanggar kententuan PSSI terkait indisipliner. Sementara dua poin lain Arif tetap mengikuti pelatnas dan memperkuat timnas. Kerancuan lain, pertimbangannya lebih diarahkan pada masalah nasionalisme, bukan pasal pelanggaran. Waktu kejadian juga terdapat kesalahan. Dalam surat itu terjadi Minggu, 15 Juli, padahal Senin 16 Juli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: