Tidak Perlu Kecewa


Persib tidak perlu larut dalam kekecewaan mendalam setelah kalah dari Persijap 3-4 di Copa Dji Sam Soe Indonesia Selasa (19/6), karena target “Pangeran Biru” adalah di Liga Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Harian Persib, H. Edi Siswadi, di hadapan Suwita Pata dkk. seusai pertandingan kemarin.

BalikBandung Inc

Edi mengatakan, penampilan pemain Persib sudah optimal. Mereka memperagakan permainan cepat dan menyerang sepanjang pertandingan berlangsung. Namun, sungguh di luar dugaan, pemain Persijap tampil lebih tenang, sehingga mereka bisa mempertahankan gawangnya tidak kebobolan.

“Saya melihat faktor keberuntungan tidak berpihak kepada Persib. Dari menit pertama sampai akhir, terjadi banyak peluang untuk mencetak gol, tapi hal itu tidak terjadi. Rasa-rasanya tidak percaya melihat hasil ini, tapi inilah sepak bola,” ujar Edi.

Edi berharap tim pelatih Persib menyiapkan program latihan kembali untuk persiapan menghadapi liga. Sebab, pada putaran kedua peta liga persaingan makin kuat karena akan menentukan posisi lolos ke babak “8 Besar”, bertahan di Divisi Utama, atau degradasi.

“Tidak perlu saling menyalahkan. Semua pemain sudah berjuang keras dan hasil ini tidak perlu disesali. Sekarang semua konsentrasi pada liga,” ujarnya.

Manajer Persib, H. Yossi Irianto, mengatakan, dalam drama adu penalti, faktor mental sangat menentukan. Suwita Pata dkk. memiliki tekanan mental sangat kuat setelah gagal menciptakan gol selama 120 menit. Padahal, memiliki banyak peluang.

“Saat Cabanas gagal melakukan penalti, suasana menjadi lebih tegang. Dalam eksekusi penalti, pemain bintang sekelas Kaka atau Ronaldo saja, pernah gagal,” ujarnya.

Stopper Persib, Nova Arianto, menyatakan terima kasih kepada para bobotoh yang sepanjang pertandingan terus memberikan dukungan positif kepada Persib. Persib menguasai permainan, tapi hasilnya tidak menggembirakan. “Bobotoh pasti kecewa, tapi sepak bola tidak bisa ditebak,” ujarnya.

Tertib

Meski Persib kalah, secara umum bobotoh bisa bersikap tertib. Kalaupun sempat terjadi pelemparan kepada kubu tamu, mereka kecewa dengan ulah pemain Persijap yang sering mengulur-ngulur waktu. Mereka sengaja memperlambat tempo permainan, untuk mengacaukan konsentrasi pemain Persib yang sedang bertubi-tubi melakukan serangan.

Bobotoh keluar stadion dengan tertib. Meski kekecewaan tergambar dalam wajah mereka, selama perjalanan pulang terutama jalur Jln. Asia Afrika tidak ada aksi perusakan seperti dikhawatirkan. Bahkan, seusai pertandingan, di dalam stadion bobotoh terus berteriak “hidup Persib…hidup Persib”, untuk memberikan semangat kepada pemain supaya tidak larut dalam kekecewaan.

Namun, pada babak kedua selesai, sejumlah bobotoh sengaja turun ke lapangan dan kencing di gawang sebelah utara, sebagai bentuk “menolak bala”. Tindakan itu dilakukan karena melihat gawang Persijap yang dikawal Fance Haryanto, sangat sulit dibobol pemain depan Persib. Bahkan, saat pertandingan berlangsung ada juga bobotoh yang sengaja mengguyurkan air kencing di gawang tersebut. Namun, hingga 120 menit, gol pun tak tercipta. Rombongan Persijap pulang ke hotel menggunakan kendaraan Rantis milik polisi.

8 Balasan ke Tidak Perlu Kecewa

  1. rahadian mengatakan:

    this site was dead! the end!!

  2. rivafauziah mengatakan:

    lha… bola…

  3. betox mengatakan:

    kang admin naha geus lila teu update wae yeuh??

  4. boedi mengatakan:

    naha tara up to date nya…

  5. Oki mengatakan:

    Kabar jelek :( farewell Nyeck

    Kenapa Harus Nyeck?

    PELATIH Persib Bandung, Arcan Iurie Anatolievici sudah membeberkan sederet alasan untuk memberikan pembenaran atas keputusannya “memarkir” Nyeck Nyobe Georges Clement, menyusul direkrutnya striker PSM Makassar asal Rumania, Leontin Chitescu. Namun di tengah suasana haru yang menyelimuti hampir seluruh anggota tim Persib, sepenggal pertanyaan atas keputusan Iurie tetap mencuat ke permukaan.

    “Kenapa harus Nyeck? Terus terang, saya tidak menyangka kalau dia yang akan tereliminasi. Bukankah sepanjang putaran pertama, Nyeck tampil luar biasa dan bisa membangun pertahanan Persib yang solid. Jujur, sebagai bobotoh, saya sangat sedih,” kata Gareng, salah seorang bobotoh Persib.

    “Hampir semua striker berbahaya tim lawan bisa dimatikan Nyeck. Kenapa harus dia, bukan Barkaoui misalnya?” timpal Yana, bobotoh asal Cikutra.

    Boleh jadi, pertanyaan ini bisa mewakili ketidakmengertian banyak orang yang menilai performa Nyeck sangat prima selama putaran pertama. Bahkan, asisten pelatih Robby Darwis pun sempat melontarkan pertanyaan serupa, sebelum akhirnya menerima keputusan Iurie itu dengan lapang dada.

    “Lini belakang kita sudah solid. Saya kira tidak perlu diutak-atik lagi. Saya sudah sampaikan keberatan itu kepada Iurie. Tapi karena sudah menjadi keputusan bersama, saya harus menghargainya. Yang harus saya lakukan sekarang adalah mengoptimalkan pemain yang ada di lini belakang, meski harus membangunnya dari nol lagi, terutama menyangkut komunikasi,” kata Robby, yang terlihat sangat murung setelah mendengar keputusan Iurie itu.

    Kehilangan

    Bukan hanya Robby, para pemain Persib pun sempat menyayangkan keputusan ini. Patricio Jimenez Diaz merupakan pemain terdepan yang memperjuangkan keberadaan Nyeck di Persib. Demi Nyeck, Pato –sapaan akrabnya– sampai rela memasang badan harus berseteru dengan Iurie, termasuk mengorbankan masa depannya di Persib.

    “Nyeck merupakan pemain belakang andal. Sayalah orang yang paling kecewa kalau Iurie mencoret Nyeck,” kata Pato, yang terlihat paling emosional ketika melepas “kepergian” Nyeck.

    “Terus terang, kami sangat kehilangan Nyeck. Sebab, dia tampil luar biasa di putaran pertama sehingga bisa membawa Persib berprestasi. Tapi mungkin pelatih punya pertimbangan lain,” kata kapten tim, Suwita Pata yang mewakili rekan-rekannya.

    Terdepaknya Nyeck dari skuad Persib juga memaksa sejumlah ofisial Persib menumpahkan air matanya. Dari mulai Asisten Manajer Bidang Umum, Benny Wijaya hingga pembantu umum, Zulkarnaen.

    “Saya sangat tahu perjuangan Nyeck masuk Persib. Dia banyak berkorban untuk bisa masuk Persib, termasuk tidak pulang ketika dua saudaranya meninggal dunia. Dia juga pemain yang santun dan tidak banyak tingkah. Semoga keputusan Iurie tidak salah,” kata Benny sambil mengusap air mata di pipinya.

    Soal pertanyaan dan perbedaan pandangan tentang tereliminasinya Nyeck dari skuad Persib, Manajer Persib, H. Yossi Irianto menyikapinya sebagai sesuatu hal yang wajar. “Ini memang keputusan sulit. Saya juga menilai, Nyeck adalah pemain hebat. Tapi, kebutuhan tim memaksa pelatih mengambil keputusan ini. Soal perbedaan pandangan, itu adalah dinamika yang sangat wajar. Saya hanya bisa berharap, semua pihak, termasuk bobotoh bisa memahami keputusan sulit ini. Terima kasih atas segala masukan dan kritikannya,” katanya. (endan suhendra/”GM”)**

  6. adang surahman mengatakan:

    dont worry lah , selamanya persib

  7. cau-bdg HFT Unpad mengatakan:

    ah tetep wee uing mah kuciwa, gawe jd teu pararuguh, eleh udud, dikekeak ku babaturan, sok pangpoleskeun tah mentalna…rek adu pinalti, rek adu omong, rek nanaon oge pokoknamah Persib bisa meunang dimana oge…Hidup Persib…Jiwa Raga Kamiii…..kanggo Viking Tanggerang, so pangkawalkeun Kiper Persib, rek ngabobol gawang, bisi diganggu ku batur….

  8. goniisangpangeranbulao mengatakan:

    argh lebar pzuun sib tp calm weh
    tp emang sih di hate nyeri tp da kdu kmaha deui
    asal di liga konsen bs lah liga ge jd jawara
    copa mah klas 2
    liga baru klas 1
    nu penting taun hareup persib ngilu camphion aing bangga pzuun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: