Meski Dipersiapkan, Persib Kalah Adu Penalti


Sudah mempersiapkan adu penalti, ternyata Persib tetap kalah 3-4 dari Persijap Jepara di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (19/6). Hasil ini membuat Persib terhenti di babak “32 Besar” ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007 .

BalikBandung Inc

Sehari sebelumnya, pelatih Arcan Iurie telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penalti. Namun, dua dari lima algojo yang dipersiapkan, yaitu Lorenzo Cabanas dan Suwita Pata gagal melakukan eksekusi.

Pertandingan harus diselesaikan melalui drama adu penalti, setelah selama masa perpanjangan waktu 2 X 15 menit, skor akhir tidak berubah 0-0.

Kekalahan Persib sebagai tim tangguh grup I Liga Djarum Indonesia kian menambah panjang daftar tim-tim raksasa Indonesia yang tumbang di copa. Sebelumnya, Persik Kediri dan Arema Malang yang lengser, kini giliran penguasa grup I Liga Indonesia yang harus tersingkir di babak 32 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Tumbangnya Persib di hadapan ribuan pendukungnya, setelah Lorenzo Cabanas dan kapten kesebelasan Suwita Pata yang dipercaya sebagai algojo perdana dan pamungkas, gagal menjaringkan bola ke gawang Fance Haryanto. Tembakan kaki kiri Cabanas yang lemah ke arah kanan gawang Fance dengan mudah dibaca dan diblok oleh kiper berusia 23 tahun tersebut. Sementara Suwita yang menjadi eksekutor terakhir Persib gagal menyumbang angka setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Di kubu Persijap, empat eksekutor berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Tendangan keras Evaldo da Silva, Doni Siregar, kapten kesebelasan Kasiadi, dan Amarildo Sauza tidak mampu dihadang kiper andalan Persib Tema Mursadad.

Sebagai tim tamu, permainan Persijap di kandang lawan patut diacungi jempol. Pertahanan rapat dan sangat disiplin, membuat tim tuan rumah Persib Bandung kesulitan untuk menembus gawang yang dikawal ketat Fance Haryanto. Meski hujan peluang dari kubu Persib Bandung mewarnai sepanjang pertandingan namun tidak satu pun berhasil membuahkan gol. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Suwita Pata dkk. selalu berhasil dihalau barisan belakang Persijap.

Penampilan gemilang kiper Fance pun menambah berat kerja keras Persib di leg kedua babak “32 besar” ini. Berkali-kali Fance menggagalkan serangan-serangan Persib yang cukup berbahaya bagi Persijap.

Permainan keras dengan tempo tinggi mewarnai pertandingan sejak babak pertama dimulai. Tekanan dan serangan yang dilancarkan kedua tim merepotkan barisan belakang kedua kubu. Sejak awal babak pertama, Persib langsung menggedor pertahanan Persijap, namun pertahanan Persijap yang sangat disiplin dan pengawalan ketat terhadap para pemain Persib membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol.

Pada menit awal babak pertama, Fance berhasil mematahkan tandukan Dicky Firasat yang diumpan dari Cabanas. Begitu pun pada menit ke-33 ketika tandukan Barkaoui dan Lorenzo Cabanas masih juga gagal merobek gawang Fance.

Di babak kedua pun serangan Persib masih buntu. Tendangan yang kurang akurat dari Dicky Firasat serta penetrasi Cabanas yang lagi-lagi digagalkan kiper Fance memaksa wasit M. Sueb untuk melakukan perpanjangan waktu.

Pada perpanjangan waktu kedua, Persijap sebenarnya berpeluang untuk mencetak gol ketika Tema Mursadad membuat blunder saat akan menghalau bola dengan tendangan kaki kanannya namun meleset. Bola dikuasai Ibrahim yang berhasil mengecoh Tema dan tinggal berhadapan dengan gawang yang sudah kosong. Namun Ibrahim “ditubruk” Bayusutha dan wasit tidak menganggap sebagai pelanggaran. Hal ini sempat membuat marah kubu Persijap.

Namun, kepercayaan diri Persijap justru semakin meningkat dan membuat upaya mati-matian para pemain Persib harus berakhir dengan drama adu penalti.

Sonny Kurniawan yang kembali mendapat kepercayaan Arcan Iurie, mampu menyarangkan si kulit bundar ke gawang Persijap setelah di kesempatan pertama, Cabanas gagal mengeksekusi. Selanjutnya Redouane Barkaoui dan Patricio Jimenez yang menendang bola dengan mata tertutup tidak mampu menyelamatkan Persib dari kekalahan. Kesempatan ke-5 Persijap pun urung dilakukan karena pada tendangan penalti ke-5 Persib yang dilakukan Suwita Pata gagal diselesaikan.

Pelatih Persib Bandung Arcan Iurie mengatakan, kali ini keberuntungan tidak berpihak kepada Persib. Namun, di luar kegagalan Persib di ajang Copa Iurie mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Sebab dari segi permainan Persib jauh lebih baik dari Persijap.

Pelatih Persijap Yudi Suryata pun mengakui ketangguhan Persib. Bahkan menurut dia, sejak awal babak pertama hingga perpanjangan waktu timnya lebih banyak tertekan dengan serangan-serangan yang dilancarkan Persib. “Keberuntungan sedang berada di pihak kami,” tuturnya.

4 Balasan ke Meski Dipersiapkan, Persib Kalah Adu Penalti

  1. ibenk mengatakan:

    PERsib ga usah sedih walaou gagal di COPA ….yang penting teruzz semangat ,, pantang mundur…

  2. SeT!akoe mengatakan:

    kaNG sib cik atuhh….. engke dilaliga edankeun atuh maenna ameh urang bandung senang bobotoh teu hariwang…………………..

  3. sanni mengatakan:

    jujur weh nya .
    kuring teh teu bisa sare . dada sesek .
    ngalamun wae . melongkeun wae poster lambang persib .
    kamari kuring ngaji heula samemeh ningalin persib .
    nepikeun ka telat nontonna oge . pas babak kadua prek na oge .
    TAPI KURING BANGGA KA PERSIB .
    SABAB KURING CINTA PERSIB SAMPAI MATI !!!!

    persib juara liga 2007 !
    amiin

  4. adit mengatakan:

    persib persib….. dewi fortuna tidak bersahabat denganmu :-(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: