Manajemen Siap Beri Keterangan


Manajer Persib, H. Yossi Irianto, menyatakan siap memberikan keterangan seputar penggunaan dana Persib pada putaran pertama liga kepada dewan. Namun, ada mekanisme yang harus ditempuh, sehingga dia tidak bisa langsung memberikan keterangan kepada dewan.

BalikBandung Inc

“Saya selaku manajer, harus melaporkan dulu kepada pengurus harian Persib. Setelah itu, baru dari pengurus harian yang melaporkan kepada dewan. Kalaupun saya nanti memberikan laporan kepada dewan, posisinya bukan sebagai manajer, tapi pengurus harian Persib,” ujarnya kepada “PR”, Selasa (15/5) malam.

Sementara itu, Ketua BPK dan Dewan Penasihat Tim Liga Persib, H. Duddy S. Sutandi, mengatakan, dari sisi akuntabilitas terhadap pengeluaran Persib, pada era kepengurusan sekarang pihaknya tidak mempunyai kesulitan dalam hal melakukan audit.

“Pada waktunya nanti menyerahkan LPJ keuangan kepada DPRD, tentu BPK akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan yang menyeluruh terhadap seluruh pengeluaran sehingga memenuhi asas akuntabilitas dan transparansi publik. Tapi kami mengimbau kepada dewan yang terhormat untuk bersama-sama menjaga iklim kondusif kepada tim kebanggaan Kota Bandung ini,” kata Duddy.

Ia mengatakan, dengan iklim yang kondusif, target Ketua Umum Persib untuk mengembalikan sejarah sepak bola Bandung yang pernah malang melintang di tingkat nasional dapat terwujud. Pada akhirnya akan dapat menciptakan lagi ikon dan idola semua bobotoh, tidak hanya di Kota Bandung melainkan Jawa Barat dan Indonesia.

Nilai jual

Dijelaskan Duddy, untuk mencapai era mandiri, ke depan Persib harus memiliki nilai jual yang bagus bagi sponsor. Nilai jual ini tercipta jika Persib mampu menciptakan prestasi yang baik di 2007 ini. Berbicara tentang prestasi, konsekuensinya adalah Persib harus memiliki pemain yang berkualitas dan profesional. “Nah, di sinilah letak permasalahannya sebab pemain bintang identik dengan biaya transfer yang cukup besar,” ungkapnya.

Dari total belanja Persib selama putaran I yang telah menghabiskan dana kurang lebih Rp 16 miliar, dikatakan Duddy sebagian besar dihabiskan oleh belanja pemain sekitar Rp 13,3 miliar. Jumlah ini menurut dia masih lebih efisien bila dibandingkan dengan belanja pemain klub lainnya.

Sebut saja Persik Kediri yang menghabiskan dana Rp 18 miliar, Persija Rp 23 miliar, PSMS dan PSIS Rp 16 miliar, bahkan Persebaya Rp 15 miliar hanya untuk belanja pemain.

“BPK juga memonitor adanya upaya-upaya yang dilakukan manajer untuk melibatkan pengusaha dalam pengelolaan Persib ke depan, tetapi persoalannya para pengusaha ingin melihat sejauh mana Persib bisa meraih prestasi di Liga Indonesia 2007 ini. Sebab, kita tahu prestasi Persib beberapa tahun ke belakang terus terpuruk sehingga tidak layak jual bagi para kalangan swasta,” tuturnya.

4 Balasan ke Manajemen Siap Beri Keterangan

  1. sika septhea mengatakan:

    persib dipake korupsi…. cing darewasa atuh??

  2. syaibatulhamdi mengatakan:

    cing atuh pejabat, korupsi jeung persib.

  3. sika septhea mengatakan:

    keur anggota dewan nu terhormat… abdi mah setuju diaudit oge manajemen persib teh, ngan nitip oge…. sing balageur ka manajemen persib, mun persib elehan, teu ridho…gara-gara telah gajina. hidup persib

  4. sika septhea mengatakan:

    kang yossi, ceuk ayi mah urang kudu boga stadion, nu lalajo mareuli karcis, boga unit usaha, jualan cendramata, boga sponsor utama, jeung sponsor nu leutik ulah ditolak, buka dompet persib, keun wae sarebu sapoe oge mayarna, mun dikumpul2 sigama aya 20M mah…lain kitu??? piraku di bandung euweuh pengusaha nu beunghar, nu karorupsi sina mere sawareh kitu…ulah didahar ku sorangan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: