Berkah Tapi Bencana


SIARAN langsung pertandingan sepak bola di televisi memberikan hiburan bagi masyarakat pencinta sepak bola. Bagi klub, hak siaran langsung menjadi salah satu sumber pendapatan cukup besar, selain dari sponsor dan tiket pertandingan. Tapi, tunggu dulu. Konsep ideal itu jangan dibayangkan di Liga Indonesia. Kenyataan itu hanya terjadi pada kompetisi yang sudah mengusung profesionalisme seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, atau Liga Italia.

Dalam kompetisi profesional, siaran langsung hanya untuk kepentingan bisnis. Mereka tidak memiliki pikiran negatif, seperti jumlah penonton menjadi berkurang, kekuatan klub menjadi diketahui calon lawan, atau paling ekstrem sulit mengatur pertandingan.

Di Liga Indonesia kini sudah muncul embrio penolakan dari kubu tuan rumah dengan adanya siaran langsung pertandingan. Alasan yang diapungkan cukup klise: jumlah penonton berkurang sehingga pendapatan tidak sesuai dengan target. Padahal, televisi pemegang hak siar membantu panpel melalui subsidi Rp 20 juta setiap tayang siaran langsung. Meski nilainya kecil, setidaknya tetap ada pemasukan buat panpel.

Apa betul alasan jumlah penonton menjadi berkurang? Jika suporter mencintai klubnya, meski ada siaran langsung tetap akan datang ke stadion. Lalu ada apa sebenarnya? Mudah ditebak, ingin mengatur permainan! Sudah menjadi rahasia umum dalam sepak bola Indonesia, jika ada siaran langsung, kubu tuan rumah dan wasit akan sulit kongkalikong mengatur permainan agar timnya bisa menang. Wasit tidak mau terlihat mencolok membantu tuan rumah apabila disaksikan jutaan pencinta sepak bola yang menyaksikan melalui layar televisi. Mereka siap menahan malu jika perannya sebagai “sutradara” hanya disaksikan orang-orang yang ada di dalam stadion.

Munculnya penolakan siaran langsung ini karena melihat posisi dalam klasemen yang terlempar dari posisi “Empat Besar”. Manajer merasa malu karena sudah mendapat bantuan dana dari APBD sangat besar yang rata-rata di atas Rp 10 miliar. Di lain pihak, tuntutan dari masyarakat sangat tinggi, yakni bisa lolos ke final. Beban yang sangat berat ini membuat klub melakukan segala cara agar klubnya bisa menang.

Permainan penuh intrik ini bukan kali pertama di Indonesia. Hampir setiap musim selalu penuh dengan intrik kepentingan. Bahkan, di Liga Indonesia pernah muncul kasus mafia wasit. Jika penolakan ini makin gencar oleh klub-klub papan bawah dan tengah yang notabenenya klub besar dan punya nama dalam kancah sepak bola nasional, berarti keinginan masyarakat Indonesia agar kompetisi bisa bersih dari kepentingan hanya isapan jempol. Kompetisi Liga Indonesia tetap menjadi panggung sandiwara.

Oleh karena itu, siaran langsung di Liga Indonesia menjadi berkah bagi pencinta sepak bola, tapi bencana bagi klub tuan rumah yang kini posisinya masih rawan di papan tengah dan bawah. (Irfan Suryadireja/”PR”)

65 Balasan ke Berkah Tapi Bencana

  1. asep1974 mengatakan:

    Aing bobotoh Persib taun2 80-90-an. Persib dan Liga Indonesia sekarang gak murni lagi. Juara liga tahun kemarin bisa masuk degradasi liga tahun berikutnya, kok bisa? Persib tahun sebelumnya terancam degradasi, sekarang malah mimpin klasemen. Pokoknya prestasi sepakbola kita gak pernah stabil. Semua itu karena uang, duit, dan artos. Siapa punya itu, maka dia bisa beli pemain bagus

  2. thewanderer79 mengatakan:

    sokooooooooooooooooorrrrrrrrrrrr PERSUB KALAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

  3. Ebed di Manado mengatakan:

    Moal ngenah kulem wengi ieu,
    ngan teu kunanaon.
    Pemaen, pelatih sareng ofisial pasti sami.

    Ngan nya eta, teu kunanaon, se’epken wengi ieu ceurik, ngan enjing kedah hudang deui, evaluasi,
    ayo maju lagi Persib!
    Dunia belumm kiamat cuma karena lamongan, tegakkan kepala, menuju perjalanan yang masih panjang..

    Ayo ‘Sib, tetep pelihara visi mu,
    tetep piara visi kita,
    visi sadaya bobotoh,
    PERSIB JUARA!

    HIDUB PERSIB!!

    (btw, hatur nuhun ka suporter lamongan nu (menurut abdi), cukup sportif.
    alus euy yel-yel ngadukung team-na..)

    Hidup Sepakbola Indonesia, Maju Terus!
    HIDUB PERSIB, JUARA!!

  4. admin mengatakan:

    Rtikel Yang Bagus, OK dua jempol analisa yang lumayan bagus banget, dan tentunya tingkatkan lagi kualitas dan kuantitas seperti ini.

    good article, I like it very much…..walau q g ngebet ama tu Bola Kaki, tp cuma pengamat amtir sj q uda bisa rasain nih artikel.

    tq. good luck 4 u

  5. har2har mengatakan:

    ya..iyalah eleh pemain kuncina bae
    teu maraen..sibeka jeung siarif
    sieka jeung cabanas
    sinova jeung jimenes nya pastina pincang
    coba renungkan…

    uink mah geus teu yakin bakal menang
    target gagal…mr.Iurie arcan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: