Sebaiknya Persib Bermain ”Safe”


Oleh: Risnandar S

JIKA Anda harus memilih, mana yang akan dipilih, bermain bagus namun kalah, atau bermain jauh di bawah performa terbaik, tapi tetap menang? Yang jelas, di dunia sepak bola lama dikenal istilah resultaat voetbal, yakni jurus sepak bola yang lebih menomorsatukan kemenangan.

BalikBandung Inc

Fabio Capello, Jose Mourinho, dan Filipe Scolari termasuk pelatih menganut aliran ini. Sebaliknya, Frank Rijkaard, sebagai mana suhunya, Arrigo Sacchi dan Johan Cruyff, baginya menang saja tidak cukup, namun harus tetap menunjukkan permainan menarik. Saya tak tahu sahabat saya, Arcan Iurie, termasuk pengikut setia yang mana.

Persib sendiri dalam dua kali penampilan terakhirnya, masing-msing lawan PSS Sleman dan Persikota Tangerang, sukses membukukan dua kemenangan. Namun, penampilan Suwita Pata dkk. sangat jauh dari bagus. Hampir semua pemain melakukan kesalahan, termasuk yang sifatnya sangat elementer. Bola mudah lepas, umpan salah, miskin pergerakan, dan kerja sama antarlini nyaris tidak jalan.

Beruntung, lawan PSS, faktor tuan rumah ikut berperan banyak sehingga Persib tetap meraih kemenangan. Saat melawan Persikota, selain tuan rumah harus bermain tanpa dukungan suporternya, kondisi intern mereka memang dalam keadaan limbung. Posisinya yang terus berada di dasar klasemen, membuat kepercayaan diri mereka agak goyah.

Isu pemecatan bukan saja dihembuskan ke kursi pelatih, juga terhadap beberapa pemain, termasuk legiun asing. Paling tidak, menjelang putaran kedua nanti, sejauh yang saya dengar, pihak manajemen Persikota berencana melakukan perombakan. Hal itu tentu memengaruhi penampilam mereka.

Kondisi seperti itu tidak dialami lawan Persib sore ini, Persikabo Bogor. Kemenangan mereka atas PSS Sleman Sabtu kemarin, bisa dipastikan akan kian melecut semangat bertanding Imral Usman dkk. Kalau ada yang harus ditakuti dari tim asuhan pelatih Suimin Diharja itu, salah satunya memang faktor semangat bertanding mereka yang tak mengenal kata lembek.

Karakter kepelatihan “Si Anak Kampung” Suimin, memang selalu kental mewarnai permainan tim mana pun yang dilatihnya. Salah satu prinsip kepelatihannya, jangan jadi anak buahnya, jika punya mental lembek! Sebagai mantan anak buahnya, Patricio Jimenez pasti lebih dari sekadar tahu soal itu.

Namun, sangat keliru jika di luar faktor tersebut, Persikabo tidak ada apa-apanya. Harus diingat, posisinya di klasemen yang masih berkutat di papan tengah, karena mereka lebih banyak memainkan partai tandang. Lepas dari goal average yang dibukukannya, yaitu 12 memasukkan serta 10 kemasukan, dari 11 kali pertandingan, mereka baru kalah dua kali. Sama dengan tim-tim besar macam Persija Sriwijaya FC, Persita, dan juga Persib.

Pelatih Suimin juga dikenal pandai memilih dan menerapkan strategi. Persikabo akan tampil dengan sistem pertahanan yang sering membuat frustrasi lawan, setiap tampil dalam partai tandang. Sebaliknya, Imral Usman dkk. akan berubah karakter, ketika bermain di Stadion Persikabo. Tanpa membeda-bedakan lawan, Persikabo siap mengusung permainan menyerang.

Bagi Suimin, hanya ada dua pilihan ketika pasukannya tampil di hadapan publiknya, menang atau kalah. Silakan gawangnya kebobolan, yang penting pemainnya mampu mencetak gol lebih banyak ke gawang lawan.

Dengan strategi seperti itulah, antara lain Persikabo menang tipis 3-2 atas PSS, setelah sempat berbagi gol 2-2. Saya kira, strategi serupa akan menjadi pilihan mereka saat menghadapi Persib sore ini. Tak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian Persib adalah buah pola latihan spartan dan disiplin yang diterapkan Suimin. Umumnya fisik serta stamina “Laskar Pajajaran” selalu cukup untuk bermain all out selama 90 menit.

Arcan Iurie memang harus lebih hati-hati memilih kompisisi dan strategi bermain. Apa yang dikemukakan Manajer Yossi Irianto, saya rasa tepat. Sudah saatnya Persib melakukan rotasi pemain, dengan mengutamakan kesiapan mental, fisik, serta stamina.

Saya melihat, 2-3 orang pemain Persib mulai menunjukkan tren menurun, terutama dalam segi mobilitas dan visi bermain. Skill mereka memang tak perlu diragukan lagi. Namun, apa gunanya skill tinggi, jika tidak ditunjang oleh mental, fisik, dan stamina memadai.

Mungkin ada baiknya, jika sore ini Persib lebih banyak menurunkan pemain tipe pekerja keras. Sekaligus menerapkan strategi safe, dengan menitikberatkan kepada sistem pertahanan. Ingat, kompetisi sama dengan peperangan. Tidak semua pertempuran wajib dimenangi. Kobarkan lagi, api semangat Persib!***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: