Harus Tetap Bertanding di Siliwangi


Stadion Si Jalak Harupat Soreang tidak mungkin dipergunakan Persib Bandung pada partai hukuman melawan PSMS Medan, 7 April mendatang. Hal ini karena stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung itu sedang dibenahi menghadapi partai perdana Kompetisi Liga Indonesia Divisi I.

BalikBandung Inc

Ketua Panpel Persikab, Gunawan, di Kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung Soreang, Kamis (29/3), mengatakan, sejauh ini prioritas utama adalah pertandingan antara Persikab melawan Pro Duta pada 8 April. Pihaknya ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin termasuk sarana lapangan yang digunakan, sehingga menurut dia sulit jika sebelumnya digunakan untuk menggelar pertandingan Persib.

“Sebenarnya mengenai persoalan ini kami juga belum jelas karena sejauh ini belum ada surat resmi dari Persib. Kami baru membacanya dari surat kabar tentang hal itu. Namun, tentunya prioritas kami adalah pertandingan Persikab terlebih dahulu,” kata Gunawan.

Latihan Persikab juga untuk saat ini dipindahkan dahulu ke Pusdikpom. Artinya kami ingin benar-benar siap menghadapi kompetisi Divisi I nanti. Saat ini kami sedang meratakan tanah dan pembuatan tempat pemanasan pemain, serta sekat di tribun VIP,” tutur Gunawan.

Harus di Siliwangi?

Sementara itu, rencana panitia pelaksana (panpel) Persib mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid terhadap putusan komisi disiplin (komdis) terkait sanksi tanpa penonton, akhirnya berubah dengan mengajukan banding.

Surat banding yang bernomor 229/Panpel LDI/XIII/III/2007 yang ditandatangani Ketua Panpel Sukowiyono tersebut, Kamis (29/3) diserahkan utusan Persib, Yudiana dan Sigit Iskandar kepada sekretaris komding, Achwani di Sekretariat PSSI Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Menurut Achwani, rencananya surat banding tersebut akan dibahas Jumat (30/3) ini oleh tujuh orang anggota komding. “Besok rencananya kami akan bahas masalah banding dari Persib ini, namun soal kapan keputusannya belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Sebelumnya panpel Persib akan melakukan permohonan peninjauan kembali yang ditujukan langsung ke Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Padahal menurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang ditemui di PSSI kemarin mengatakan, tidak mengenal istilah peninjauan kembali.

“Di PSSI tidak mengenal istilah peninjauan kembali, jadi sebaiknya panpel Persib mengajukan banding dulu ke komisi banding karena aturannya memang demikian, tidak langsung mengajukan ke ketua umum,” ujar Nugraha.

Menurut dia, jika keputusan komdis dirasakan sangat berat, klub bisa mengajukan banding ke komding. Jika masih dirasakan berat oleh pihak yang kena sanksi maka mereka bisa melakukan pengajuan kepada ketua umum untuk mendapatkan kebijakan lain. Pada kesempatan itu juga Nugraha mengatakan, Panpel Persib tidak bisa memindahkan pertandingan lawan PSMS tanpa penonton dari Stadion Siliwangi ke stadion lainnya. “Hal ini karena sanksi yang diterima panpel Persib bukan sanksi usiran, tapi tanpa penonton yang harus dilakukan di stadion yang biasa ditempati oleh Persib selama ini, yaitu di Stadion Siliwangi. Jadi pertandingan itu harus tetap dilaksanakan di Stadion Siliwangi, tidak boleh pindah ke stadion lain, kecuali kalau memang sanksi usiran,” katanya.

Pernyataan Nugraha ini menanggapi keinginan panpel untuk memindahkan pertandingan Persib lawan PSMS dari Stadion Siliwangi ke Stadion Si Jalak Harupat atau Lapangan Pusdikpom Cimahi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: