Merasa Unggul, Malapetaka Datang


PENYERANG Persib, Redouane Barkaoui, berupaya mengejar bola melewati pemain Persitara, DedyMulyadii>ANDRI GURNITA/”PR”

Terlalu asyik merayakan sukses kiper Cecep Supriatna menepis tendangan penalti, pemain menjadi lengah dan akhirnya beberapa detik kemudian gawang Persib kebobolan. Persib harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persitara pada lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Djarum Indonesia XIII/2007, di Stadion Kamal Muara, Rabu (7/3).

Gol itu sangat menyesakkan karena terjadi pada menit ke-89 oleh Yahya Sosomar. Sebelum malapetaka itu terjadi, Persib mendapat hukuman penalti, setelah Bayusutha menarik baju R.L. Dos Santos di dalam kotak penalti. Santos, yang menjadi eksekutor, gagal melaksanakan tugasnya dengan baik karena bola yang mengarah ke pojok kanan berhasil ditepis Cecep sambil terbang, dan menghasilkan tendangan penjuru.

Pemain Persib bersorak gembira. Namun, saat mereka masih diliputi euforia, pemain Persitara langsung mengambil tendangan penjuru. Bola diumpan ke tengah kotak penalti dan disundul Yahya tanpa terkawal menembus gawang Persib. Sejurus kemudian, kubu Persib langsung terbungkam. Mereka lengah gara-gara terlalu cepat berpuas diri, padahal Persitara sedang terus menggempur pertahanan Persib.

Gol untuk Persib merupakan hasil bunuh diri stopper Persitara, Ngako Gabriel pada menit ke-29. Gol ini bermula dari tendangan bebas Lorenzo Cabanas. Bola mengenai tiang dan kembali ke tengah. Gilang Angga menyambutnya dengan tendangan datar. Gabriel menahan bola sambil terjatuh, namun saat akan dibuang justru bola masuk ke gawang sendiri.

Pelatih Djadjang Nurdjaman mengatakan, para pemainnya masih dilanda kelelahan setelah main di Palembang. Hilangnya sejumlah pemain pilar ikut memengaruhi permainan Persib. Kendati begitu, perjuangan pemain sudah optimal.

”Kami gagal mempertahankan keunggulan. Padahal, kemenangan sudah di pelupuk mata,” ujarnya.

Alasan serupa diutarakan pelatih Persitara Abdurrahman Gurning. Menurut dia, kebugaran pemain tidak siap untuk main selama 90 menit. Persitara setelah melakukan tur Sumatra melawan PSMS dan PSSB Bireun, terus berhadapan dengan PSS Sleman dan Persib.

”Hasil seri sudah menjadi kerugian karena kami bertindak sebagai tuan rumah. Tapi, pemain sudah dilanda kelelahan. Jadwal kami sangat padat,” ujarnya.

Terlepas dari hasil itu, penampilan Persib sungguh di luar dugaan. Mereka tampil kurang bertenaga, dan jauh berbeda jika main di Stadion Siliwangi. Hal ini membuat tidak ada koordinasi yang baik antara lini tengah dan depan. Suwita Pata yang ditempatkan sebagai libero bermain tenang, dan dia bisa menggalang pertahanan dengan baik bersama Bayusutha dan Nova Arianto. Kiper Cecep juga bermain cemerlang dengan beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang.

Kendati begitu, Persib menciptakan beberapa peluang emas, namun gagal menghasilkan gol. Beruntung tuan rumah juga tampil buruk sehingga permainannya tidak berpola.

Penampilan gemilang diperlihatkan oleh Barkaoui. Dia rajin membuka daerah untuk membongkar lini pertahanan Persitara.

PIKIRAN RAKYAT

3 Balasan ke Merasa Unggul, Malapetaka Datang

  1. Angga_LLAH mengatakan:

    Ayo Persib…jangan cepat puas

  2. eayf78 di norway mengatakan:

    duh…kang jajang nurjaman, tong nyalahkeun wae pemaen kelelahan, jadwal padat jeung sajabana atuh…
    Hampir semua tim Ligina oge kalo ditanya pasti alasanna pemaen kelelahan, jadwal padat jeung sajabana.

  3. mamang.. dulur PERSIB ti Balikpapan mengatakan:

    AYO tetep semangad, jadikan pelajaran SIB.. jangan cepet puas ah saacan piriwit wasit ditiup.. sanes kitu dulur?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: