Jangan Terlalu Bernafsu


Oleh RISNANDAR

TIDAK ada yang salah dengan ucapan Lorenzo Cabanas dan Redouane Barkaoui di Pikiran Rakyat edisi Jumat (2/3). Kekalahan dari Sriwijaya FC tempo hari bukan akhir kiprah Persib Bandung memburu titel juara musim ini. Kesempatan menduduki “Empat Besar” pada klasemen akhir Grup Satu masih terbuka lebar. Memang ada beberapa hal yang harus dicatat dari kekalahan itu, tetap jangan sampai memengaruhi langkah tim dalam menatap lanjutan kompetisi.

Terlebih lagi, kekalahan itu tidak disertai penampilan buruk anak-anak Bandung, sebagaimana ketika dipermalukan PSDS Deli Serdang. Saya yang kebetulan hadir di Stadion Gelora Sriwijaya sore itu, menyaksikan langsung bagaimana Suwita Pata dan kawan-kawan telah mengeluarkan upaya maksimal menghindari kekalahan dari tuan rumah.

Bermain di bawah tekanan keunggulan teknis tim Sriwijaya FC, ditambah pula “teror” pendukung tuan rumah, mereka sama sekali tidak kehilangan sentuhan permainan. Setidaknya, para pemain masih bisa mengimbangi dominasi Zah Rahan dkk. Gol kemenangan Sriwijaya FC hasil tendangan Firmansyah dari luar kotak penalti, sungguh sebuah gol kelas dunia.

Namun, seperti kata Cabanas dan Barkaoui, kekalahan adalah bagian dari sebuah permainan. Dan, kompetisi Liga Indonesia masih jauh dari kata final. Rabu (7/3) sore ini, Persib kembali harus menjalani laga tandang, melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Kamal Muara.

Dari segi teknis, “Laskar Si Pitung” memang tidak sebagus Sriwijaya FC. Bahkan, bila dilakukan studi komparasi antara Persib dan Persitara, materi pemain yang dimiliki Arcan Iurie bisa dikatakan lebih bagus. Masalahnya, Persib harus menjalani pertarungan ini dengan kekuatan pincang.

Empat pemain starting eleven sudah pasti absen di Kamal Muara. Tema Muradat, Sonny Kurniawan, dan Salim Alaydrus harus duduk di bangku cadangan karena cedera. Nyeck Nyobe terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Di luar mereka, Arcan Iurie kemungkinan tidak bisa memainkan Patricio Jimenez dan Erick Setiawan yang juga mengalami gangguan fisik.

Kondisi ini hampir sama dengan kejadian musim lalu. Bedanya, saat itu Iurie tidak bisa memainkan 6 pemain intinya karena hukuman akumulasi kartu kuning. Untungnya, Iurie tidak merasa kekuatan timnya akan berkurang hanya gara-gara sejumlah pemain inti tidak bisa main. Dan idealnya memang demikian.

Toh, dia masih punya Bayusutha sebagai pengganti Nyeck. Lalu, jika menarik Suwita sebagai bek ketiga, dianggap bakal berisiko pada keseimbangan lapangan tengah. Tidak ada salahnya, bila sekali ini, Edi Hafid diberi kesempatan turun sejak menit pertama. Itu jika kondisi Patricio tidak membaik menjelang pertandingan.

Seperti ketika menghadapi Sriwijaya FC, memilih pemain untuk posisi jangkar di lapangan tengah akan jadi urusan krusial. Sebab, kekuatan tim lawan bertumpu pada trio gelandang Hariman Siregar, Jonge Toledo, dan John Tarkpor. Walaupun tidak selicin dan secepat Zah Rahan, pergerakan Tarkpor sangat sulit ditebak. Kebiasaan pelatih Abdurrahman Gurning selama ini selalu menjadikan Tarkpor sebagai leher serangan. Skema serangan “Laskar Si Pitung” hampir selalu diusahakan melalui kakinya.

Di luar itu, kekuatan Persitara tidak terlalu menakutkan. Ketajaman duet penyerang Kurniawan Dwi Julianto dan Gendut Doni sudah sangat jauh berkurang. Fakta Persitara baru bisa mencetak 4 gol dari 7 pertandingan, menunjukkan kinerja lini depan mereka tidak istimewa.

Kalaupun ada yang harus diwaspadai adalah kondisi lapangan Stadion Kamal Muara. Seperti dikeluhkan tim-tim yang pernah bertandang ke sana, kontur lapangan stadion itu sangat keras dan tidak bersahabat untuk para pendatang.

Satu hal lagi, hasrat membayar kekalahan di Palembang demi memenuhi target 3 angka, jangan sampai membuat pemain Persib dikuasai nafsu. Pengalaman musim lalu ketika Iurie menurunkan 4 penyerang sekaligus saat lawan Persitara, setelah sebelumnya kalah dari Persita, sebisa mungkin harus dihindari. Namun, saya yakin Iurie masih mengantungi strategi lain untuk membawa timnya meraih kemenangan!***

PIKIRAN RAKYAT

5 Balasan ke Jangan Terlalu Bernafsu

  1. uralia mengatakan:

    aduh kang jangan terlalu emosi sama kang cecep biar bagaimanapun kang cecep udah main secara optimal.saya juga setuju sekali-kali bo edi kurnia diberi kepercayaan buat jagain gawang siapa tau dia mampu…….aku tunggu penampilan edi berikutnya!!!!!!!!si kasep tea

  2. Cau-bdg mengatakan:

    radio di jkarta naon nu nyiarkeun langsung Persib Persitara? infona atuh…jeung frekwensi sabraha…?……sugan meunanglah ayeuna…

  3. ghonie mengatakan:

    tong kitu sia teh atuh kabeh pamaen persib teh dicintai masyarakat bdg tong aya nu digogoreng besi mentalna labuh ngke persib elehan sia nu kuaing teangan sia bobotoh nu milih2 pamaen kabeh pamaen kudu didukung sugan sia mun jadi kiper bisa teu newak balna si firmansyah dah emang hese pisan buffon ge teuing bisa newak atawa henteu

  4. easy bizy yoi doi toi"i mengatakan:

    satuju rull…..si cecep mah menang polontong wungkul……ti baheula ,can dibere bogoh euy ka si eta mah…….piceuuunnnnnn….!!!!!!!!!

  5. rully mengatakan:

    yang harus di tanamkan adalah kepercayaan diri dibenak para pemain,tapi ingat jangan terlalu over confident yang nantinya bisa menjadi bumerang karena menganggap enteng kekuatan mereka. bermainlah lepas seolah tanpa beban, ambisi untuk meraih tiga poin harus tetap ada tetapi jangan terlalu berlebihan karena akan mempengaruhi cara bermain yang cenderung diselimuti nafsu. akibatnya strategi yang diracik pelatih bisa-bisa tidak berjalan seperti yang diinginkan untuk meraih tiga poin. pokoknya bermain santai tapi pasti…ok…! oh..iya..untuk mr. iurie, sudah jangan pernah dipasang lagi si cecep mah..mending keneh si ujang ‘edi’ yang dipasang buat ganti posisi kang ‘tema’ sebagai penjaga gawang. saya ingat ketika mr. iurie pertama kali menangani persib langsung tandang ke jogja menghadapi psim dan menang 2-0, siapa coba kipernya…bukan cecep kan…! berikan kepercayaan buat ujang ‘Edi’…piceun weh si ontohod ‘cecep’ mah…ma enya tendangan jauh ti firmansyah diantep kitu wae…gelo siah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: