Jangan Terprovokasi


Mantan playmaker Persib, Yusuf Bachtiar mengingatkan para pemain Persib untuk bisa mengontrol emosi sehingga terhindar dari tindakan fatal yang bisa berdampak merugikan dirinya ataupun klub.

“Dari sisi permainan, Persib sudah mengalami banyak peningkatan. Tapi, mereka masih mudah terpancing emosinya. Ada tindakan yang tidak perlu dilakukan seorang pemain, saat permainan Persib sedang baik,” ujar Yusuf, seusai pertandingan Persib melawan Persita, di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (18/2).

Yusuf mengatakan, salah satu taktik yang dilakukan pemain saat dalam tekanan, adalah mengganggu konsentrasi pemain lawan yang sedang menguasai permainan. Konsentrasi pemain akan mudah buyar, saat emosi mereka sudah mulai terpancing. Jika pemain sudah terperangkap pada taktik tersebut, situasi dalam permainan bisa berbalik dengan cepat.

“Boleh-boleh saja main keras, tapi tidak dengan melakukan tindakan berlebihan. Ini bisa merusak suasana permainan tim sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan, tindakan yang dilakukan Redouane Barkaoui dan kiper Tema Mursadat yang memberikan reaksi berlebihan kepada pemain Persita. Padahal, saat itu Persib sudah unggul 2-0. Persita berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalannya, sehingga mereka mencoba melakukan provokasi kepada pemain Persib agar mereka kehilangan konsentrasi. Untung saja, tidak semua pemain terjebak dalam situasi itu, sehingga Persib bisa mempertahankan kemenangannya.

Yusuf juga menilai peran Eka Ramdani kurang dimaksimalkan, terutama saat melakukan penyerang. Eka lebih sering menjaga daerah tengah bersama Suwita Pata. Sementara, Lorenzo Cabanas diberikan kebebasan sebagai penopang dua striker Persib.

“Tapi, bisa jadi ini merupakan bagian dari strategi pelatih karena lini tengah Persita juga cukup kuat. Pelatih ada kekhawatiran, jika Eka sering naik membantu serangan, terlambat turun membantu pertahanan,” ujarnya.

Yusuf juga memuji lini tengah dan belakang Persib sudah mulai lebih solid. Mereka sudah ada komunikasi. Dua stopper Persib, Nova Arianto dan Nyeck Nyobe juga cukup lugas dan tidak mengenal kompromi dalam melakukan penjagaan ketat terhadap penyerang Persita. Namun, Patricio Jimenez, masih sering melakukan aksi individu tidak perlu di daerah pertahanan Persib.

“Pemain belakang bermain aman saja. Dengan membuang bola, ada kesempatan waktu kepada pemain lain untuk mundur membantu pertahanan,” ujarnya.

PIKIRAN RAKYAT

2 Balasan ke Jangan Terprovokasi

  1. roman mengatakan:

    assalamualikum wr.wb.
    enya tateh kang, keur meunang wae emosina bisa tinggi kitu, kumaha mun keur eleh…? mun persib meunang, maen apik,cantik teu kasar, nu nonton ge jadi genah merenah tumaninah, meunang ge ari pamaena emosi kitu mah asa aya nu kurang…., keun wae pamaen lawan kasar, kan aya wasit, mun dilawan kasar deui pasti persib ge ngilu rugi, rugi di denda rugi oge kena kartu…….sanes kitu kan kang…?
    nuhun ah….
    wassalamualaikum wr.wb.

  2. l-die cakcuy mengatakan:

    saya satuju kang!pemain tukang mah tomg loba ngagocek bola didaerah pertahanan komo lamun keur kaserang mah!sapu bersih weh pokonamah!Ngagocek soteh lamun keur ngilu nyerang kakarek gocekan maut kaluarkeun komo didaerah penalty lawan mah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: