Persib Perlu Daya Serang dari Lini Kedua


Oleh: Risnandar 

PARTAI ketiga secara keseluruhan, sekaligus merupakan partai perdana tampil di depan para bobotoh. Itulah yang akan dilakoni Persib, besok sore, Minggu (18/2) di Stadion Siliwangi. Dua pertandingan sebelumnya, Eka Ramdhani dkk. membukukan hasil sekali kalah dan sekali menang. Apa boleh buat sedikit meleset dari target, yang membidik angka empat dari kedua partai tandang itu.

Kegagalan diperoleh saat menghadapi tuan rumah PSDS Deli Serdang, yaitu kalah lumayan telak 0-2. Akan tetapi, mari kita lupakan kekalahan itu. Benar pula apa yang dikatakan manajer tim, jangan lagi saling menyalahkan. Bagaimanapun sepak bola adalah permainan kolektif, jika terjadi kesalahan, pada dasarnya merupakan dosa bersama. Termasuk di dalamnya pelatih dan manajemen.

Perjalanan masih panjang. Lebih baik cepat bangkit, satukan tekad, serta tingkatkan motivasi bermain. Kita harus yakin, empat bulan berlatih keras, didukung materi pemain yang rata-rata bagus, plus support para bobotoh, Persib akan tampil jauh lebih baik. Kuncinya para pemain harus memahami tugas utamanya, yakni memberikan yang terbaik kepada tim.

Menghadapi Persita, Persib berpeluang besar tampil dengan kekuatan penuh. Di lini depan, Christian Bekamenga kembali sudah bisa dihadirkan. Mudah-mudahan saja fisiknya tidak diganggu sisa jet lag penerbangan Kamerun ke Indonesia.

Keberadaan striker nasional U-23 Kamerun itu, memang sangat diperlukan. Selain karena secara teknis Persib butuh tukang gedor sejati, juga bisa memacu persaingan sehat di lini depan. Dengan kata lain, siapa pun yang akan diturunkan nanti, di antara Barkaoui, Zaenal Arief, atau Bekamenga, pasti akan tampil lebih habis-habisan. Jika tidak, bangku cadangan menanti mereka!

Apalagi saya melihat di dua pertandingan awal, kondisi Barkaoui sepertinya belum 100% fit. Mudah-mudahan saja penglihatan saya keliru. Secara teknis, jika keduanya sama-sama fit, duet Barkaoui – Bekamenga (Ba-Be) masih tetap yang terbaik. Karakter mereka relatif lebih bisa saling melengkapi. Beka sebagai eksekutor, sementara Barkaoui lebih sebagai pelayan (tandem).

Selanjutnya, agar pola dan daya serang tim lebih produktif, tinggal dukungan lini kedua. Terutama dari (gelandang) sayap. Saya tak tahu apakah Salim dan Erik sudah siap tampil? Jika keduanya sama-sama siap, saya berharap mereka bisa diturunkan sebagai starter. Salim di kiri dan Erik di rusuk kanan.

Selama ini, pelatih Arcan Iurie cenderung mengutamakan Sonny Kurniawan, untuk mengiris rusuk kanan. Sayangnya, sejak penampilannya di berbagai partai ujicoba, hingga terakhir di Deli Serdang, dia belum menunjukkan kelas permainan yang sesuai harapan. Akibatnya, sektor kanan Persib sering menjadi ganjalan kecil terhadap produktivitas serangan.

Sebetulnya kalau ada waktu, tim pelatih bisa mencoba menggeser Nyeck Nyobe, dari posisinya yang sekarang. Selain naluri menyerangnya bagus, serta mampu melewati lawan, dia juga memiliki tendangan (drive) yang bagus. Dan itu sangat dibutuhkan, untuk menyuplai bola-bola crossing dari sayap.

Kita semua tahu, keunggulan paling menonjol dari seorang Bekamenga, adalah dalam mengeksekusi bola-bola atas. Sayangnya sejauh ini justru belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan menggeser Nyeck ke kanan, Persib tetap bisa menurunkan Suwita Pata, sebagai gelandang bertahan. Artinya, komposisi lini tengah Persib tetap balance.Namun yang terpenting, Persib akan lebih siap menghadapi gaya main, sekaligus karakteristik dan kekuatan pelatih Benny Dollo (Bendol). Salah satu kehebatan Benny, dan perlu mendapat perhatian khusus calon lawannya, kemampuannya menampilkan pola serang klasik dari kedua sayap. Karena itulah lini depan Persita diperkuat pemain berpostur tinggi Siankam Ernest.

Terlihat jelas Siankam Ernest diplot untuk menjemput bola-bola atas dari samping (crossing). Sama seperti ketika Bendol mempersiapkan Franco Hitta saat melatih di Arema. Itulah sekali lagi betapa pentingnya Persib memenangkan duel di kedua rusuk. Karena itulah pula, di sektor tersebut Persib harus menurunkan pemain-pemain terbaiknya.

Sementara di center midfield, kombinasi Cabanas – Eka – Nyeck/Suwita, paling tidak secara teknis/skill, masih bisa mengimbangi trio Persita: Utina-Putu-Benson. Apalagi Eka semakin memahami peran dan fungsinya, sebagai penyeimbang tim.

Dia rajin menjemput bola dan tak pernah lelah, melibatkan diri dalam permainan. Kita tinggal berharap Cabanas mau melakukan hal yang sama. Akan sangat berguna bagi timnya, jika dia mau lebih rajin lagi melakukan marking/pressing dan sigap melakukan covering, setiap kehilangan bola. Apalagi Persita memiliki dua gelandang lincah, Utina dan Benson.

Pertandingan Persib vs Persita, tak pelak lagi merupakan partai uji visi kedua pelatih. Dua tahun lalu, ketika menangani Persija, Arcan Iurie terpaksa harus mengakui keunggulan Bendol di final Piala Copa. Kini tentunya saat yang tepat, bagi Arcan Iurie untuk menunjukkan jati diri sesungguhnya. Kita doakan bersama!

PIKIRAN RAKYAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: