Persib Digilas “Traktor Kuning”


Persib Bandung masih gagal menghentikan mitos sulit menang dari PSDS Deli Serdang di kandangnya, Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang. Pada laga tandang kedua di Liga Indonesia (LI) XIII/2007, Selasa (13/2), Persib digilas klub berjuluk “Traktor Kuning” itu dengan skor 0-2.

Dua gol kemenangan PSDS dicetak gelandang kawakan, Ansyari Lubis menit ke-31 dan M. Rizal (36). Kekalahan ini merupakan kekalahan keenam secara beruntun yang dialami Persib dari 10 pertemuannya dengan PSDS di Lubuk Pakam. Bahkan, musim lalu dipermak PSDS dengan skor yang lebih telak 1-4.

Wartawan “GM”, Cucu Sumiati melaporkan dari Lubuk Pakam, pada pertandingan kemarin, Persib sebenarnya tampil dengan kekuatan penuh, termasuk striker Redouane Barkaoui dan Salim Alaydrus yang baru pulih dari cedera. Namun, pola dasar 3-5-2 yang kembali diterapkan pelatih Arcan Iurie Anatolievici, ternyata tidak bertaji melawan anak asuhan Tumpak Uli Sihite. Disaksikan 10.000 pendukung PSDS, pada awal pertandingan, Persib sempat berinisiatif melakukan serangan. Pada menit 7, peluang pertama didapatkan Persib. Namun, sontekan Eka Ramdani memanfaatkan sepak pojok Salim masih bisa ditangkap kiper Suprayetno. Beberapa kali gempuran Barkaoui dan Zaenal Arief pun dengan mudah dipatahkan lini pertahanan PSDS yang dikawal Dennis Antonio, Mahop Guyherve, dan Dedi Gustawan.

Pertahanan longgar

Memasuki pertengahan babak pertama, PSDS mulai gencar mengobrak-abrik pertahanan Persib yang semakin longgar. Tendangan Ansyari hampir saja merobek jala Persib. Untungnya tembakannya itu hanya mengenai tiang kanan gawang Tema Mursadat. Petaka buat Persib akhirnya datang pada menit 31, ketika tendangan voli Ansyari berhasil merobek jala Persib.

Tertinggal 0-1 membuat penampilan Persib ambruk. Hanya berselang 5 menit, penderitaan Persib semakin lengkap. Gol kedua PSDS lahir dari sontekan M. Rizal yang lepas dari kawalan Patricio Jimenez. Tema yang pada laga melawan Persiraja tampil gemilang, kali ini gagal melakukan penyelamatan karena serangan yang cepat dan tak terduga.

Pada menit-menit akhir babak pertama, Persib tetap berusaha mempertipis ketinggalannya. Dua menit sebelum turun minum, Lorenzo Cabanas yang mendapat umpan manis dari Barkaoui mempunyai peluang mengubah keadaan. Sayang, tendanganya yang sudah terbaca kiper Suprayetno dengan mudah dapat diantisipasi.

Saat injury time, Persib hampir saja kebobolan untuk ketiga kalinya. Kerja sama apik antara Ansyari dan Riffo menghasilkan kemelut dan bola rebound yang ditembakkan Ansyari masih melambung di atas tiang gawang.

Setelah jeda 15 menit, Persib mulai bangkit. Satu peluang emas didapatkan Arief melalui tendangan langsung di kotak 16 pada menit 48. Namun tendangannya masih melambung. Pada babak kedua, Persib tampil lebih agresif dengan masuknya Suwita Pata. Namun, PSDS sudah mengantisipasi dengan masuknya Wita. Terbukti, upaya serangan Persib menit ke-63 yang dilakukan Arief, Cabanas, dan Wita, kembali bisa digagalkan. Sundulan Arief pada menit 63 juga masih terlalu melebar tiang kanan gawang PSDS.

Bukan hanya Persib yang gencar melakukan serangan, PSDS yang sebenarnya lebih bermain bertahan juga masih sempat membuat peluang untuk menambah koleksi golnya. Untungnya, tembakan Riffo menit ke-67 bisa dimentahkan Tema. Kuatnya pertahanan yang dibangun PSDS membuat Persib akhirnya menyerah dengan skor akhir 0-2.

Soal konsentrasi

Dengan kekalahan kemarin, berarti target minimal Persib untuk membawa pulang 4 angka kandas. Asisten Pelatih Persib, Djajang Nurjaman mengakui penyebab kekalahan timnya itu konsentrasi lini belakang yang buruk. Padahal jika melihat posisi bola cukup seimbang.

“Gol pertama dari PSDS sudah membuyarkan konsentrasi pemain. Ditambah lagi dengan gol kedua yang terjadi hanya selang lima menit dari gol pertama. Untuk itu penyebab utama kekalahan Persib karena permainan lini belakang yang tidak disiplin,” kata Djajang, usai pertandingan.

Mengenai formasi baku 3-5-2, Djadjang beralasan, tadinya Persib ingin tampil lebih agresif dengan memasang dua stiker. “Banyak yang harus kami evaluasi. Salah satunya buruknya permainan lini belakang Persib yang tidak disiplin. Selain itu, kerja sama dan komunikasi pemain pun masih kurang,” tambahnya.

Sementara itu, Pelatih PSDS, Tumpak Uli Sihite mengakui kunci sukses anak asuhnya merebut 6 poin di partai kandang karena semua pemain mempunyai motivasi untuk bangkit dan memenangkan permainan.

“Anak-anak mau bekerja keras sehingga peluang yang kami buat bisa menghasilkan gol. Dua kemenangan di partai kandang ini menjadi modal berharga bagi PSDS untuk melakoni partai tandang melawan Persema Malang dan Persik Kediri,” ujar pelatih yang sudah mempunyai pengalaman melatih selama 30 tahun ini. **

9 Balasan ke Persib Digilas “Traktor Kuning”

  1. rockanoz mengatakan:

    kade ah pamaen aralus gaji marahal maen sigah pedut…. latihan cing serius eleh mah biasa asal tong jadi kebiasaan bad habit gheetooooo…….

  2. EPSENSYAH, Jaktim mengatakan:

    Kompetisi masih panjang ….. jangan risau ….. maju terus pantang mundur .
    bravo PERSIB BANDUNG.
    Semoga Tahun ini tahun keberuntungan Pangeran Biru.

  3. EPSENSYAH, Jaktim mengatakan:

    Kompetisi masih panjang ….. jangan risau ….. maju terus pantang mundur .
    bravo PERSIB BANDUNG.

  4. fummo mengatakan:

    semoga tidak jadi tren nih

  5. nukvring mengatakan:

    Kumaha atuh ari persib….. pemaen we nu araredun, tapi saperti biasa maen dikandang lawan pasti eleh polna oge seri. Sok atuh Sib tingkatkan permainan, trus raih juara di musim ini. Malu atuh ama rakyat bandung,

  6. Prin's mengatakan:

    nyali para pemain PERSIB tidak ada bila bertemua dengan tim2 Sumatra Utara, jangankan di kandang lawan, dikandang sendiri pun sulit menang kalo berhadapan dengan mereka

  7. dedi pas8 mengatakan:

    ceuk abdi mah persib ulah loba maen keun bal na d tukang
    buat akang iurie kedisiplinan persib hrs d tingkat kan lagi
    kmari lumayan alus di bandingkeun liga taun kamari

  8. yayan mengatakan:

    Buat pelatih fisik Dino S, coba lebih tingkatkan lagi kemampuan VO2 max pemain persib teh ! biar lebih bertenaga ketika main di kandang lawan dan buat para pelatih persib lainnya coba beri keleluasaan buat pelatih fisik dalam melatihnya jangan terlalu intervensi lebih jauh. Semoga PERsib jaya selalu

  9. MasagiElmuna mengatakan:

    Ceuk saya mah, panyakit persib ti baheula teh GORENG MENTAL. Pembangunan “mental juara” yang harus diprioritaskan!

    Tingali tuh batur mah di luar nagreg, sanajan permaeman tereh enggeusan tetep fight, sanajan geus tinggaleun point oge, malah bisa malikkeun kaayaan jadi meunang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: