Trauma Partai Pembuka


PARTAI pembuka memang selalu berat buat tim mana pun, tak terkecuali Persib Bandung. Bahkan buat Persib, partai pembuka Liga Indonesia (LI) menyisakan trauma karena dari 12 pertandingan yang sudah dilakoni, lebih banyak mengalami kekalahan dibanding kemenangan.Khusus untuk Suryamin, Marek Andrejz Sledzianowski, dan Risnandar, hasil buruk di partai pembuka menjadi salah satu faktor pendorong munculnya tekanan yang memaksa mereka harus lengser dari jabatannya sebagai pelatih.Pada LI VI/1999-2000, gol tunggal striker Persikota Tangerang, I Komang Mariawan pada menit 85 mempermalukan Persib di hadapan puluhan ribu bobotoh yang memadati Stadion Siliwangi Bandung. Disusul kekalahan 0-1 dari Persikab Kab. Bandung, empat hari kemudian di tempat yang sama, membuat publik sepak bola Bandung mulai menyoroti kinerja Suryamin yang tengah menangani tim. Setelah bermain imbang dengan Indocement Cirebon 0-0 dan Medan Jaya 1-1 serta dibekap Semen Padang 3-0 dalam partai away, Suryamin akhirnya yang sudah menangani tim sejak LI V/1998-99, harus lengser dari jabatannya.Pada LI IX/2003, Persib juga gagal mencatat kemenangan pada partai pembuka. Menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Siliwangi, tim asuhan Marek Andrejz Sledzianowski hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Pelatih asal Polandia ini pun akhirnya didepak setelah mencatat rekor fantastis, 12 pertandingan awal tanpa kemenangan, termasuk kekalahan di kandang sendiri dari Persita Tangerang 1-2, Pelita Krakatau Steel 0-2, dan Persija Jakarta 1-2.

Pelatih terakhir yang harus lengser dari jabatannya akibat hasil buruk di partai pembuka adalah Risnandar pada musim lalu. Setelah dipermalukan PSIS Semarang 1-2 pada partai pembuka LI XII/2006, bobotoh melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Stadion Siliwangi, sesaat setelah Antonio Claudio dan kawan-kawan dibekap Persijap Jepara 0-1. Karena desakan bobotoh, Risnandar akhirnya menyatakan mengundurkan diri sebagai pelatih tersingkat Persib sepanjang sejarah LI.

Ultimatum

Kendati pada LI I/1994-95 Persib akhirnya tampil sebagai kampiun setelah kalah 0-1 dari Pelita Jaya pada partai pembuka, namun trauma kekalahan pada partai pembuka tetap menghantui Persib menjelang pertemuannya dengan Persiraja Banda Aceh, Sabtu (10/2). Boleh jadi, pertandingan pembuka Persib di LI XIII/2007 ini pun akan menjadi kunci kelanggengan jabatan Arcan Iurie Anatolievici yang musim lalu nyaris mendegradasikan Persib. Ingat, ketika pertama kali ditunjuk, Manajer Persib, H. Yossi Irianto sempat menyampaikan ultimatum Ketua Umum Persib, H. Dada Rosada, S.H. terhadap Iurie. Tiga kali gagal di partai pembuka, Iurie finis, begitu bunyi ultimatumnya. Akankah pelatih asal Moldova ini bernasib sama dengan Suryamin, Marek, dan Risnandar? Kita lihat saja! 

GALAMEDIA

2 Balasan ke Trauma Partai Pembuka

  1. bagus mengatakan:

    persib memang yahuuud bungah pisan menunag ngalawan persiraja di kandang batur euuuuy edun siibbbbbbbbb.

  2. viking cipulir mengatakan:

    kalau menurut saya mah persib harus maksimal bermain bola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: