Persib Harus Menata Ulang Struktur


Persib harus segera menyusun skenario berdasarkan paradigma kewirausahaan menyongsong tahun 2008. “Mungkin dalam masa sekarang atau masa jeda harus sudah buat skenario Persib based on entrepreneurship, tidak lagi based on subsidization,” ujar Ketua Harian Persib, Edi Siswadi, ketika ditemui seusai workshop pengelolaan sampah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (7/2).

Ia berharap, Persib segera menata kembali struktur, kultur manajemen, dan mereposisi figur-figur. Untuk itu, pihaknya akan segera mengundang praktisi, akademisi, pengusaha, dan para pencinta Persib, agar membicarakan pengelolaan Persib ke depan.

Dengan menerapkan paradigma kewirausahaan, lanjut Edi, kondisi Persib akan sangat ditentukan keadaan pasar (market, red). Edi menyebut bobotoh yang merupakan pasar utama dari Persib sebagai unit bisnis. Ia memberikan contoh unit kegiatan yang bisa menghasilkan keuntungan demi kelangsungan Persib antara lain mereorganisasi penjualan merchandise Persib, membuat paket tempat duduk, atau pola bapak asuh dari pengusaha yang berminat.

Biaya yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan Persib selama ini sangat besar. Biaya transportasi dan akomodasi per satu kali pertandingan tandang, lanjut Edi, menghabiskan biaya sebesar Rp 250-300 juta. “Dikali 26 tandang saja sudah Rp 6 miliar,” ujarnya.

Kendati demikian, gaji pemain tetap menguasai porsi anggaran yakni berada pada kisaran Rp 11 miliar. Manajemen kerap tambah dibikin pusing jika Persib memenangkan pertandingan. Pasalnya, manajemen harus mengeluarkan uang bonus yang besarnya bisa mencapai Rp 100 juta.

“Jadi dilematis, kalau berdoa kalah, itu tidak mungkin. Tapi kalau berdoa menang, tidak ada uang,” ujarnya disambut tawa para wartawan.

Tender menyulitkan

Seperti diberitakan, tahun depan, Pemkot kemungkinan akan membentuk Dinas Olah Raga. Terkait hal itu, Edi memprediksi kesulitan implementasi pencairan dana untuk menunjang keperluan Persib.

Edi tidak bisa membayangkan, bagaimana rumitnya untuk tandang karena harus melewati mekanisme tender. “Tapi di tingkat implementasinya akan rumit karena biaya akomodasi transportasi di atas 100 juta harus tender,” ujarnya.

Kesulitan lainnya menyangkut gaji pegawai dan pemain. Sesuai hukum pasar, tatkala jumlah klub jauh lebih banyak dibanding jumlah pemain yang berkualitas maka tarif pemain akan sangat tinggi. “Cuma persoalannya standar gajinya nanti itu harus standar gaji pegawai negeri,” ucapnya.

Atas semua masalah ini, ia berhadap PSSI menerbitkan regulasi pemain berikut mengatur standar gajinya. Kepada pemerintah pusat, terkait tender, ia berharap ada pengecualian mekanisme tender.

PIKIRAN RAKYAT

Satu Balasan ke Persib Harus Menata Ulang Struktur

  1. shichi mengatakan:

    leres kedah aya standar gaji pemain, mu enya gaji pemaen bola langkung ageung tibatan gaji presiden…
    emang sih teu salah ngan ari masyarakat na masih mariskin mah asa kirang sae …
    sareng deui pssi kudu ngabatesan pemaen asing, sigana 3 oge cukup asal kualitasna di jamin sae minimal eks pemain timnas nagara sanes komo lamun masih aktif di timnas langkung sae, ambeh tim tim tiasa ngoptimalkeun pemaen lokal pan sae panginteun boh keur manajemen, klub sareng deui kanggo timas …
    ningali timnas kamari ngalawan maladewa duh meni watir pisan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: