”Launching” Persib Hiruk Pikuk


Suasana Pendopo Kota Bandung di Jalan Dalem Kaum Bandung, yang menjadi tempat diselenggarakannya launching Persib “Pangeran Biru” tampak hiruk pikuk pada Selasa (6/2) malam. Ribuan bobotoh yang memenuhi tempat tersebut terus-menerus melakukan aksi dorong-mendorong dan saling berebut menyalami para pemain.

Anggota tim Persib dan undangan yang duduk lesehan di teras depan pendopo pada acara tersebut lebih mempermudah bobotoh yang merangsek masuk. Alhasil, suasana yang semula tenang berubah menjadi tak terkendali akibat kekisruhan tersebut.

Puncak aksi bobotoh terjadi ketika manajemen, pelatih dan pemain akan melakukan sesi pemotretan dengan para fotografer dari berbagai media. Tanpa dikomando, para bobotoh yang mayoritas adalah anak muda langsung menyerbu dan berebut minta tanda tangan dari pemain.

Meski tampak terganggu dan kerepotan meladeni mereka, sejumlah pemain sempat menandatangani atribut bobotoh yang bernuansa biru. Gangguan yang terjadi selama tiga menit ini tidak hanya mengganggu kenyamanan Persib, namun juga bagi sebagian besar tamu undangan. Di antaranya, para wartawan harus berjuang keras bertahan di tempat untuk tetap dapat meliput. Sementara, beberapa tamu undangan seperti P-Project dan /rif langsung beranjak pulang.

“Seharusnya hal seperti ini dilakukan di stadion karena melibatkan banyak orang,” ujar Patricio Jimenez yang merasa tersiksa dengan duduk lesehan. Hal senada dikatakan Cucu Hidayat yang menyebutkan, meski memang lebih berbaur tapi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, launching lebih tertib.

Launching dibuka dengan penyerahan bendera Persib dari Ketua Umum Persib yang juga Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada kepada Manajer Persib, H. Yossi Irianto.

Selanjutnya, Yossi memberikan sambutan yang menegaskan, Persib pada tahun 2007 ini memiliki tugas yang tidak mudah dipikul mengingat perannya sebagai salah satu hiburan masyarakat Kota Bandung dan Jabar.

“Seperti diketahui bersama, Persib telah menjadi budaya Sunda karena sesuai dengan karakter dan ciri masyarakat Sunda. Sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, Persib memiliki tantangan utama pada 2007 ini yaitu apakah mampu membangun prestasi dan bangkit setelah gagal di LI 2006 lalu? Jawabannya, kenapa tidak? Persib pasti mampu,” kata Yossi disambut gemuruh suara tepukan bobotoh.

Riuhnya tepukan bobotoh kian membahana ketika satu per satu pemain maju ke depan panggung untuk diperkenalkan dan mencium bendera Persib. Tiga nama pemain yang mendominasi sambutan bobotoh adalah Zaenal Arif, Eka Ramdani dan Nova Arianto.

Satu miliar

Dada Rosada yang mendapat kesempatan selanjutnya untuk memberikan kata sambutan, mengatakan pihaknya menerima sumbangan sekira Rp 1 miliar untuk membantu menambah anggaran yang diperlukan Persib terlebih pada LI 2008 mendatang. Dana tersebut merupakan sumbangan dari pegawai Pemkot Bandung, DPRD Kota Bandung, muspida, dan para pengusaha di Bandung.

“Saya yakin, kami akan segera dapat mencari jalan keluar dari adanya aturan Mendagri yang mewajibkan klub-klub sepak bola mandiri pada 2008 mendatang. Diharapkan dengan jumlah dana yang telah terkumpul kini hingga akhir 2007 mendatang, kita dapat mengatasi kekurangan dana,” kata Dada.

Dada berharap, masyarakat Bandung dan Jabar turut memberikan bantuan baik moral maupun materiil, terlebih untuk menyambut keikutsertaan Persib pada LI 2008 mendatang.

PIKIRAN RAKYAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: