Segera Cairkan Dana Persib


Ketua Harian Persib, Edi Siswadi, memerintahkan manajer Persib untuk segera mengajukan pencairan anggaran untuk klub sepak bola itu kepada Pemkot Bandung. Sehingga, Pemkot Bandung bisa meminta persetujuan DPRD Kota Bandung untuk mencairkan dana Persib.

Berdasarkan surat yang ia terima dari Depdagri, penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola masih ditoleransi untuk tahun ini. “Jika segera dilaksanakan, maka pada minggu kedua Februari, dana sudah dapat cair. Gaji pemain pun dapat segera dibayarkan,” tutur Edi seusai rapat koordinasi di Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis (1/2). Menurut dia, hal ini penting untuk memberikan ketenangan kepada para pemain.

Edi menambahkan, saat ini, Pemkot Bandung berpegang pada surat edaran Mendagri No. 903/187/SJ. Dalam surat tersebut, Mendagri meminta agar dana tersebut dimasukkan dalam jenis bantuan sosial atau hibah.

“Dana untuk Persib dalam APBD 2007 telah dimasukkan dalam dana hibah. Jadi tidak ada masalah lagi,” kata Edi. Kendati demikian, pihaknya tetap akan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hal tersebut.

Dinas olah raga

Edi mengatakan, saat ini muncul wacana membentuk satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dinas olah raga di mana Persib menjadi salah satu bagiannya. Hal tersebut untuk menjawab pertanyaan mengenai nasib Persib setelah pelarangan penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola pada tahun 2008 mendatang.

Dengan adanya dinas olah raga, lanjut Edi, penilaian Persib nanti akan berdasarkan kinerjanya. “Jika Persib berprestasi maka akan diberikan dana yang cukup. Sedangkan jika Persib tidak berprestasi maka dananya pun akan dikurangi,” tuturnya.

Edi menuturkan, saat ini pihaknya akan bekerja keras mencari jalan agar Persib dapat ikut dalam Liga Indonesia. Opsi untuk menjadi klub profesional masih terasa berat bagi Persib. Pasalnya, menurut Edi, saat ini belum ada pihak swasta yang bersedia dan mampu membiayai klub sepak bola kebanggaan warga Kota Bandung itu.

Dikurangi bertahap

Departemen Dalam Negeri sebaiknya memberikan kesempatan paling lambat dua tahun bagi klub sepak bola profesional, sebelum benar-benar memutus ketergantungan terhadap APBD. Hal itu untuk menghindari kolapsnya klub-klub sepak bola profesional di Indonesia, termasuk Persib.

“Mencari sponsor itu tidak mudah. Kalau pemerintah daerah tiba-tiba memutus supply dana, klub sepak bola, termasuk Persib bisa mati. Sebaiknya, supply dana dikurangi secara bertahap, sebelum akhirnya benar-benar memutuskan hubungan dengan APBD,” ujar Kepala Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) I LAN Bandung, Deddy Mulyadi di kantornya, Jln. Cimandiri, Bandung, Kamis (1/2).

Sepanjang proses menuju kemandirian, lanjutnya, Persib tetap bisa menerima bantuan dana dari APBD. Selain jumlah dana, tingkat urgensinya pun harus dikurangi dan tidak lagi menjadi pos prioritas. Sebagai gantinya, dana digulirkan pada pos-pos mendasar, seperti pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

“Dana Rp 15 miliar per tahun itu cukup besar. Jika dialihkan untuk pos pendidikan dan pengentasan kemiskinan, tentu akan memberikan hasil yang cukup signifikan. Saat ini memang bukan zamannya lagi pemerintah sibuk-sibuk memikirkan klub sepak bola. Lebih baik, pengelolaannya diserahkan kepada sektor swasta, agar lebih profesional,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, perubahan sumber dana juga bisa berimbas positif pada perubahan sikap pemain. Mereka akan lebih bertanggung jawab, baik kepada sponsor maupun masyarakat.

“Kalau sekarang kan semua dana dipenuhi APBD, kapan pun mereka perlu, uang akan mengalir. Akibatnya, pemain terkesan kurang bertanggung jawab. Tidak heran jika prestasi persepakbolaan kurang menggembirakan,” ujarnya.

Sebagai gantinya, menurut Deddy, selain menggandeng sektor swasta dan BUMN, Persib juga bisa mencari dana segar dari masyarakat.

PIKIRAN RAKYAT

4 Balasan ke Segera Cairkan Dana Persib

  1. ben mengatakan:

    gmana kalo ada tiket sumbangan persib di loket2 samsat, pln, polwil. Cukup 1000 perak. tapi sukarela. Kalo Persib milik masyarakat Bandung pasti bakal nyumbang.
    Satuju?

  2. ayo persib mengatakan:

    sok atuh dikirim ka member2 bobotoh , milist persib jeung sajabana
    mungkin ada ide yang lebih realiable dan yang penting ada progressnya..

    AYO PERSIB MANDIRI, bisi kapiheulaan ku club lain siah….

  3. agusheman1 mengatakan:

    Hade Pisan tah ide teh ! Satuju mun bobotoh ikut terlibat di Pendanaan / Biaya Oprasional Persib. Mungkin salah satu jalan PERSIB bisa mandiri.

    1. Iuran ? Ok, setiap bobotoh dikoordinir ku sektor-sektor masing2, buat wilayah Bobotoh sesuai dengan Are / Wilayah dimana tempat Bobotoh berada. ( Buat Komunitas Bobotoh yang terkoordinir)

    2. membentuk kepengurusan / manajement yang apik ? HARUS, dengan sistem management yang terkoordinir dan Transparan.

    Terus sebagai salah satu masukan, managemen yang sudah ada sekarang ” Viking ” bisa dikembangkan ke management yang Profesional. dan setiap bobotoh yang bener-bener ngaku ” PERSIB MANIA ” bisa dikoordinir yang baik dengan punya ” Member Card of Bobotoh PERSIB ” yang berfungsi sebagai tanda pengenal bobotoh dan ID card bobotoh yang dibuat banyak fungsinya. Sok atuh iraha urang kumpul raramean ngabentuk management bobotoh, supaya PERSIB bisa mandiri.
    Hidup PERSIB !!!!

  4. lamun persib mandiri mengatakan:

    kalo persib dalam setahun operasional liga +/- butuh 15 milyar, kira2 butuh iuran dari bobotoh rp 100 rebu setahun, asumsi jumlah bobotoh anu sukarela nyumbang aya 150 rebu urang.

    tahap awal jadina persib teh milik bobotoh murni, jadi bobotoh anu ngurus jeung nentukeun bagi materi pemain, manajemen persib (persib for future lah)

    tah lamun alus kaurus jeung berprestasi..bobotoh bisa memasarkan persib shg bobotoh tidak terlalu berat untuk menanggung beban biaya.

    maukah bobotoh :
    1. iuran ?
    2. membentuk kepengurusan / manajemen yg apik ?

    mungkin gak ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: