Pemain Persib Resah


Adanya aturan yang melarang pemerintah memberikan bantuan keuangan terhadap klub sepak bola secara terus-menerus, ternyata tidak hanya meresahkan klub peserta Liga Indonesia (LI) XIII/2007, melainkan juga para pemainnya. Paling tidak, keresahan atas munculnya berita itu dirasakan oleh para pemain Persib Bandung.

Berdasarkan pengamatan “GM” di Wisma Puri Asri, Jln. Bali Bandung, Kamis (25/1), berita terancam bangkrutnya Persib karena dana bantuan keuangan dari APBD bisa dihentikan menjadi topik pembicaraan hangat di antara para pemain, bahkan ofisial tim. Keresahan yang menjurus kepada kekhawatiran semakin kencang terasa karena hingga saat ini, pembayaran gaji pemain dan tim pelatih Persib masih belum terselesaikan.

“Sepertinya, merananya para pemain akan semakin panjang. Kita semakin tidak tahu, kapan pembayaran gaji akan diselesaikan. Dengan munculnya berita ini (larangan bantuan keuangan kepada klub, red), pasti proses pencairan anggaran semakin tidak menentu,” kata salah seorang pemain Persib yang meminta namanya tidak ditulis.

Keresahan pemain dan ofisial juga tergambar dari pertanyaan mereka mengenai berita tersebut. “Bener enggak berita larangan bantuan keungan itu? Apakah akan diberlakukan tahun ini atau tahun depan?” kata pemain lainnya.

Mengenai keresahan para pemainnya, Manajer Persib, H. Yossi Irianto bisa memahaminya. “Saya sangat yakin, munculnya pemberitaan itu bakal meresahkan pemain. Apalagi, sampai saat ini karena masih menunggu pencairan APBD yang sudah diketuk, kita belum menyelesaikan gaji mereka,” kata Yossi.

Kendati demikian, Yossi berusaha memberikan ketenangan kepada para pemainnya. Ia memberikan garansi, kalau dalam persoalan ini manajemen akan berpihak dan melindungi para pemainnya. “Kita sudah mendengar komitmen Ketua Umum Persib yang akan tetap menganggarkan bantuan keuangan untuk Persib. Jadi, untuk anggaran tahun ini, saya kira tidak ada masalah. Ketika dana cair, kita akan langsung membereskannya. Lagi pula, pemain sudah dikontrak dan kita wajib membayarnya,” ujar Yossi.

Masih dibatasi

Sementara itu, Ketua Harian Persib, Edi Siswadi mengatakan, salah satu penyebab masih tergantungnya Persib pada bantuan keuangan dari APBD adalah karena kebebasan klub untuk mencari sponsor masih dibatasi. Ia mencontohkan, LI XIII/2007 yang disponsori sebuah perusahaan rokok, tidak memungkinkan bagi klub-klub untuk memperoleh sponsor dari perusahaan sejenis.

“Karena sudah disponsori oleh Djarum maka klub tidak boleh memperoleh sponsor dari perusahaan rokok. Seperti halnya dengan Persib, tidak bisa mendapatkan sponsor dari perusahaan rokok lain karena sudah ada Djarum,” katanya usai menghadiri workshop pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di Kampus ITB, Kamis (25/1).

Edi meyakini, hampir semua klub peserta LI masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah daerah. Kalau ada yang tidak tergantung bantuan pemerintah, kata Edi, hanya beberapa klub saja yang bisa mandiri, seperti Arema Malang, Pupuk Kaltim Bontang, Pelita KS, dan Semen Padang. Bahkan, katanya, klub besar seperti Persija Jakarta dan Persik Kediri masih sangat tergantung pada bantuan APBD. “Persik yang yang sudah 2 kali juara saja masih mengandalkan APBD. Tidak ada yang mampu melepaskan diri dari APBD,” tegasnya.

Karena itu, Edi meminta PSSI untuk membuat regulasi yang membuat klub menjadi lebih mandiri dan berkembang. “Karena regulasi PSSI sendiri yang membuat klub menjadi seperti sekarang,” katanya.

GALAMEDIA

2 Balasan ke Pemain Persib Resah

  1. Iwenk mengatakan:

    Cuek wae.. Nu penting mah, persib nu Aink.

  2. nugraha mengatakan:

    bagaimana kalo viking/bobotoh mencari dana dari para pengusaha anu aya ti bandung, kondisi pemerintah saat ini ga bisa dijadikan andalan, coba cari dana ke mang Ibing biasanya dia punya relasina, termasuk para artis2 bandung. Sukses PERSIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: