Persib Gagal Penuhi Target


m. gelora sapta/pr
   
PENYERANG Persib Bandung, Bekamenga dihadang empat pemain PSM Makassar dalam pertandingan lanjutan Turnamen “Piala Jusuf” di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Kamis (11/1). Persib gagal ke babak berikutnya setelah dikalahkan tuan rumah 3-2.
 

MAKASSAR, (GM).-
Tampil di bawah tekanan kepemimpinan wasit yang lebih memihak tuan rumah, Persib Bandung gagal memenuhi target lolos ke final “Piala Jusuf XII/2007”, menyusul kekalahan 2-3 (1-1) dari PSM Makassar dalam penyisihan Grup A di Stadion Mattoangin Makassar, Kamis (11/1). Bahkan, gol penentu kemenangan PSM lahir satu menit sebelum pertandingan usai dari titik penalti melalui Leo Chitescu.

Dengan hasil ini, Persib harus puas berada di posisi runner-up dengan satu biji kemenangan. Nilai Persib dengan Persija sebenarnya sama, namun Persib memiliki selisih gol lebih baik dari Persija. PSM yang tampil sebagai juara Grup A lolos ke final dan akan berhadapan dengan Persita yang tampil sebagai juara Grup B. Persita lolos setelah mengalahkan Arema 2-1. Partai final akan berlangsung Minggu (14/11).

Pelatih Persib, Arcan Iurie Anatolievici mengatakan, permainan Persib sudah lebih baik. Fisik pemain juga ternyata bisa stabil selama 90 menit, meski mereka hanya memiliki waktu istirahat satu hari. “Saat Persib main baik, hasilnya seperti ini. Tapi, main biasa-biasa saja, bisa seri atau menang. Beginilah sepak bola. Tapi, saya merasa puas, pemain memiliki motivasi kuat untuk menang dan dari sisi permainan mengalami peningkatan,” ujarnya.

Sementara dari PSM, Rahman Usman mengatakan, Persib tampil sangat baik. Ia dari awal sudah mengingatkan pemainnya, Persib tampil tanpa beban sehingga bisa merepotkan PSM. “Prediksi saya terbukti. Persib main sangat baik. Beruntung kami bisa mencetak gol sehingga bisa menang,” ujarnya.

Faktor wasit

Kekalahan Persib ini sebenarnya akibat banyak dirugikan kepemimpinan wasit, R.A. Mas Agus. Wasit memberikan dua kali tendangan penalti untuk PSM. Pemain Persib sempat mogok main beberapa menit dan meminta wasit diganti. Namun, permintaan Persib tidak disetujui sehingga Mas Agus tetap memimpin selama 90 menit.

Penampilan Persib kemarin sungguh di luar dugaan. Mereka tampil lebih baik dibandingkan saat berhadapan dengan Persija. Kekhawatiran pemain masih dilanda kelelahan, ternyata tidak terbukti. Persib bisa bisa menguasai permainan dan menerapkan permainan bola-bola pendek. Hal ini membuat lini tengah dan belakang PSM kedodoran.

Kepemimpinan berat sebelah wasit, membuat emosi pemain terpancing sehingga sering melakukan protes. Namun, dari sisi permainan, Salim Alaydrus dkk. tidak berubah. Mereka memiliki motivasi kuat untuk menang sehingga mereka bisa bermain lepas.

PSM unggul lebih dahulu menit ke-13 melalui tendangan bebas Leo Chitescu. Stoper Persib, Nova Arianto bisa menyamakan kedudukan melalui sundulan setelah menerima umpan dari tendangan bebas Lorenzo Cabanas pada menit 25. Babak kedua baru berlangsung satu menit, PSM mendapat hadiah penalti karena menganggap kiper Tema Mursadat melakukan pelanggaran terhadap striker Ahmad Amiruddin.

Pemain dan ofisial Persib sempat melakukan protes. Namun, wasit bergeming dan Leo sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Pada menit ke-54, Redouane Barkaoui mampu menjebol kiper Frangky Irawan sekaligus menyamakan kedudukan 2-2. Ia memanfaatkan bola pantulan dari tiang gawang. Sebelumnya, Christian Bekamenga melakukan sundulan hasil umpan dari Sonny Kurniawan. Bola kena tiang dan kemudian diserobot Barkaoui.

Satu menit menjelang bubaran, PSM mendapat penalti kembali karena menganggap salah seorang pemain Persib dinilai wasit handsball. Lagi-lagi kubu Persib protes, tapi wasit kembali bergeming. Leo Chitescu sukses mengeksekusi penalti sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah.

Pertandingan berlangsung keras. Tercatat wasit mengeluarkan 11 kartu kuning, masing-masing untuk Persib lima pemain, yakni Nova Arianto, Sonny Kurniawan, Suwita Pata, Salim Alaydrus, dan Redouane Barkaoui. Dari PSM Nomo Teh Marco, Iqbal Samad, Hamdi Hamzah, Fathurahman, Sardinata, dan Ahmad Amiruddin. (A.65/B.94)**

5 Balasan ke Persib Gagal Penuhi Target

  1. Mr.Vespa mengatakan:

    Puisi Buat PERSIB :
    Disaat kulihat bulan
    Disitu ada PERSIB
    Disaat kulihat Matahari
    Disitu ada kamu juga

    Oh PERSIB…………..
    Hadirlah dalam setiap mimpi ku
    Mimpi akan kemenangan mu….
    Pergilah dari mimpi buruk ku….
    mimpi tentang kekalahanmu………..

    Hai musuh….
    Bersiaplah Tundukan Kepalamu…
    Dan Pejamkan Matamu…
    Untuk menghadapi kekalahanmu..
    Melawan MAUNG BANDUNG KU…
    Dialah PERSIB ku….

    JAYALAH PERSIBKU……….
    JADIKAN BANDUNG LAUTAN BIRU……..
    YANG PENUH DENGAN DARAH MUSUHMU…
    PERSIB………PERSIB……….PERSIB…………..

  2. Sinchan Badeur mengatakan:

    Hidup Persib……………

    Sok atuh Persib lah geura sihungan deui………

    Keun we lah masalah wasit mah, urang duakeun we wasit nu kitu mah go to hell…….

    Nu penting mah urang bangga jadi urang bandung,,,, nu boga tim pesib…… anu
    pendukungna viking………………..

    Mudah2an we taun ayeuna mah jadi milik persib piala teh…………………….

    Urang mah ngadukung we samaksimalna ok…..
    PERSIB ATAOE MATI……………….

  3. Dj.Akid mengatakan:

    WASIT GOBLOG…..WASIT GOBLOG…..

    Kumaha rek Maju sepak bola indonesia ari wasitna kieu wae mah….????

    WASIT kamari mah jiga nu teu nyakola…??

    kanGGo PSSI Mun Di LIGA ayeuna aya wasit nu kitu BERARti sarua teu nyakola..

    buat persib aku suka cara maen mu kemaren,tapi harus banyak d tingkatkan lagi oc..oc..MAJULAH PERSIBKU AKU SELALU MENDUKUNGMU.

  4. Aku bangga jadi Orang BANDUNG mengatakan:

    Dalam suatu kompetisi olahraga dalam hal ini sepakbola yg terpenting adalah suatu kemenangan untuk menjadi sang juara. Walaupun suatu tim bermain bagus tapi hasilnya kalah, maka yg menjadi sejarah tetaplah kekalahan. Apalagi kalau kekalahan itu dikarenakan faktor wasit yg sepertinya lebih berpihak pada salah satu tim. Permasalahan wasit memang menjadi masalah klasik, tapi tetap saja tidak akan dapat merubah sejarah yaitu kekalahan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana tim yg kalah belajar dari kekalahan agar dalam pertandingan berikutnya hasil pertandingan dan permainan yg bagus tidak dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan wasit. Bagaimanakah caranya? Berorientasi pada hasil, yaitu buat gol sebanyak mungkin, sehingga dapat meminimalkan keberpihakan wasit.

    Akhirnya tim yang bermental juara, tidak lagi mencari alasan atas suatu kekalahan di luar faktor teknis tetapi harus memikirkan bagaimana caranya agar faktor non teknis tadi tidak menjadi penghalang kembali untuk meraih kemenangan pada pertadingan berikutnya.

  5. fummo mengatakan:

    wasitna error …….sial……….semoga diliga ga terjadi wasit kaya gini lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: