Saatnya untuk Pecahkan Rekor


Permainan menyerang, keras, dan ketat akan mewarnai pertandingan Persib melawan Persija pada Turnamen Piala Jusuf XII/2007, di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, Selasa (9/1).
Persib dan Persija sama-sama tidak ingin kalah karena masalah faktor gengsi nama besar kedua klub. Bahkan, pertemuan kedua klub di kompetisi liga selalu diwarnai tekanan dari suporter mereka, sehingga panpel selalu menyiapkan petugas keamanan dalam jumlah besar.

Dalam delapan tahun terakhir di kompetisi Liga Indonesia sejak 1999, Persib belum sekali pun menang atas Persija. Prestasi terbaik “Pangeran Biru” ini hanya bisa bermain seri. Oleh karena itu, Persib bertekad untuk memecahkan rekor belum pernah menang itu, meski di turnamen Piala Jusuf.

“Saya berharap semua pemain tampil penuh semangat, motivasi tinggi, dan memiliki kepercayaan diri untuk menang. Sekarang saatnya Persib bisa mengalahkan Persija sekaligus mengakhiri rekor belum pernah menang,” ujar asisten pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, kepada wartawan Pikiran Rakyat, Irfan Suryadireja dan M. Gelora Sapta di Hotel Singgasana Makassar, Senin (8/1) sore.

Namun, keinginan Persib untuk memecahkan rekor ini perlu perjuangan keras. Kubu Persija pun sudah mengusung target tidak kalah dari Persib. Tim yang diarsiteki oleh Sergei Dubrovin ini, sudah melupakan kekalahan dari PSM dan saat ini sedang berkonsentrasi menghadapi Persib.

“Kami tidak ingin menderita kekalahan lagi di turnamen ini. Kami sudah mengingatkan pemain, dalam setiap pertandingan harus seperti partai final, termasuk melawan Persib,” ujar asisten pelatih Persija, Isman Jasulmey di Hotel Sahid Makassar.

Pernyataan Isman ini diperkuat pemain belakang Persija, Leonard Tuparahu. Menurut dia, suporter Persija, The Jakmania, sudah mengirim pesan singkat melalui SMS kepada pemain agar jangan kalah dari Persib. “Hukumnya haram jika sampai kalah dari Persib. Persija boleh kalah oleh klub lain, tapi tidak dengan Persib,” ujar Leonard.

Kesiapan pemain

Djadjang mengatakan, Persib dan Persija sama-sama belum solid. Kedua klub masih melakukan proses adaptasi dengan pola permainan. Namun, kesempatan untuk menang masih ada, apalagi pertandingan sore ini berlangsung di tempat netral tanpa ada tekanan dari suporter.

“Saya hanya mengkhawatirkan masalah mental. Gengsi pertemuan Persija dan Persib, bisa memengaruhi mental pemain. Karena itu, semua bergantung kepada pemain menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Persib dan Persija sama-sama kehilangan pemain pilar karena mereka sedang memperkuat timnas senior yang akan diterjunkan pada Piala AFF di Singapura, 13 Januari 2007. Tiga pemain Persib yang bakal absen adalah Zaenal Arif, Eka Ramdani, dan Bayu Sutha. Persija kehilangan Bambang Pamungkas, Agus Indra, Ismed Sofyan, dan Atep.

Namun, dari kubu Persija, seorang pemain lagi bakal absen. Playmaker Javier Rocha masih mengalami cedera kaki yang dideritanya saat berhadapan dengan PSM. “Kami tidak mau mengambil risiko memaksakan Rocha main. Target dia untuk kompetisi liga. Lihat kasus Emaleu Serge. Ia tidak bisa memperkuat Arema di kompetisi 2007,” ujarnya.
PIKIRAN RAKYAT

Satu Balasan ke Saatnya untuk Pecahkan Rekor

  1. fummo mengatakan:

    buat admin persib wordpress mohon livescorenya hehehehe karena sayah lagi di luarnegeri jadi tak bisa nonton euy hiks hiks thanks :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: