Persib Uji Coba, Kopo Macet Parah


PARA ”bobotoh” yang hendak
meninggalkan Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung usai pertandingan
Persikab-Persib, terhenti di dalam kawasan stadion akibat kemacetan di pintu gerbang
keluar, Minggu (17/12). Jika tidak ada pembenahan akses menuju stadion, kemacetan seperti
ini akan sering terjadi saat Persib menjadi tuan rumah pada Liga Indonesia 2007.*
ANDRI
GURNITA/"PR"

Uji coba Persib melawan Persikab di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (17/12) yang berakhir 2-1 untuk kemenangan “Pangeran Biru”, ternyata juga merupakan uji coba akses jalan yang dilalui bobotoh dan masyarakat lainnya dari Soreang menuju Kota Bandung.

Usai pertandingan uji coba tersebut, bobotoh memacetkan hampir semua akses pulang dari Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung. Kemacetan paling parah terjadi di sekitar Jln. Terusan Kopo, depan Kompleks Margahayu Permai. Sepeda motor dan mobil konvoi bobotoh terjebak kemacetan parah dan memakan waktu lebih dari tiga jam.

Sebetulnya, kemacetan di sekitar itu sudah sering terjadi. Peristiwa kemarin, mungkin menjadi pelajaran bagi pemerintah, seperti halnya pertandingan uji coba yang menjadi pelajaran bagi Persib Kota Bandung dan Persikab Kab. Bandung. Itu baru pertandingan uji coba, bagaimana nanti setelah Persib berlaga menghadapi lawan-lawan mereka yang lebih tangguh di Liga Indonesia 2007.

Pemerintah Kab. Bandung, Kota Bandung, bahkan Provinsi Jawa Barat memang harus memikirkan jalan keluar dari kemacetan yang selalu terjadi seperti itu. Sebelumnya, Bupati Obar Sobarna sempat berjanji akan memperbaiki dan menambah akses jalan menuju Stadion Si Jalak Harupat. Tentunya hal tersebut harus segera dilaksanakan tanpa mengandalkan rencana pembangunan tol Seroja.

Berdasarkan pemantauan “PR”, kemacetan memang sering terjadi di jalur tersebut. Apalagi, diperparah oleh kurang disiplinnya pengguna sepeda motor. Mereka berombongan dengan jumlah banyak memakan kanan jalan untuk menyalip antrean mobil. Hal ini, membuat mobil dari Kota Bandung menuju Soreang terhenti.

Sebaliknya, sepeda motor dari arah Kota Bandung menuju Soreang juga melakukan hal serupa. Mungkin mereka kepepet dan mengambil badan kanan jalan, sehingga berhadapan dengan mobil dari arah Soreang.

Mobil dan motor yang akan keluar dari Kompleks Margahayu dan Jln. Cilokotot juga tidak bisa bergerak. Petugas kepolisian kesulitan mengatur jalan karena jumlah kendaraan bertambah banyak dan mereka tidak disiplin. Dari arah Soreang membentuk tiga jalur, sedangkan arah menuju Soreang membentuk dua jalur.

Bus Persib yang mengangkut rombongan pemain yang terjebak kemacetan di dalam stadion selama 40 menit, juga terjebak kemacetan di depan Kompleks Margahayu Permai sekira 20 menit. Namun, selepas Pos 1 Lanud Sulaeman, jalur lancar.

Muhammad Fariz Imam Muslim, bobotoh yang mobilnya ikut terjebak dalam kemacetan mengatakan, dari stadion ke rumahnya di Buahbatu memakan waktu selama 3,5 jam. “Saya tidak menduga bisa macet seperti itu,” ujar pelajar SMPN 13 Bandung.

Jalan menuju Tol Baros Cimahi atau Cililin juga mengalami kemacetan selepas dari stadion. Hal ini akibat masih adanya kendaraan yang terparkir di pinggir jalan, sehingga badan jalan menjadi sempit.

Humas Persikab, H. Rahmat Darmaji mengatakan, lahan parkir di dalam stadion masih banyak yang kosong. Bobotoh banyak yang tidak tahu situasi dan kondisi lahan parkir di dalam stadion karena mereka baru kali pertama ke sana. Akibatnya, banyak bobotoh memarkir kendaraannya di sepanjang jalan utama di depan stadion.

Tanda-tanda bakal terjadinya kemacetan sudah terlihat saat stadion berkapasitas 40.000 penonton itu ternyata dipenuhi bobotoh. Di lain pihak, jalan keluar dari stadion hanya ada dua jalur melalui satu pintu gerbang. Hal ini membuat terjadi penumpukan kendaraan di dalam stadion dan membuat antrean cukup panjang. Apalagi, mereka juga saling berebut ingin cepat-cepat keluar dari areal lahan stadion, sehingga situasinya makin semrawut.

Marema

Pertandingan Persib melawan Persikab ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi para penjual makanan dan minuman serta para tukang parkir di sekitar Stadion Jalak Harupat. Jaja (43) dan istrinya, penjual minuman dan gorengan mengaku, omzet penjualannya marema dan naik sampai dua kali lipat. Bahkan, gorengannya telah habis saat pertandingan akan dimulai.

“Alhamdulillah, ada peningkatan dengan adanya pertandingan-pertandingan seperti ini. Kalau bisa, lebih sering lagi. Bahkan, kalau mungkin dua kali seminggu lebih bagus,” kata Jaja yang mengaku sehari-hari memang berjualan di tempat itu.

Hal sama juga dialami para juru parkir. Dengan tarif Rp 1.000,00 – Rp 2.000,00, mereka bisa mereguk keuntungan banyak dari kendaraan yang diparkir di dalam stadion. Hampir sebundaran stadion, khususnya di sekitar pintu stadion, penuh dengan kendaraan mobil dan motor.

Satu Balasan ke Persib Uji Coba, Kopo Macet Parah

  1. aing mengatakan:

    macet 3.5 jam etamah sarua we jeung perjalanan Bandung ka benten, ka benten puguh atuh, ah teu puguh iyemah makana sa encan nangtukeun tempat teh kudu dianalisa heula jeung survey.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: