Jalak Harupat, kandang baru Persib


Di Liga Indonesia XIII mendatang, Persib tidak akan lagi menggunakan Stadion Siliwangi sebagai tempat untuk melakukan pertandingan kandang.
Pasalnya, kubu Persib telah memilih Stadion Jalak Harupat sebagai kandang barunya di musim kompetisi tahun depan. Stadion yang berlokasi di Kabupaten Bandung ini, secara resmi akan disodorkan pihak Persib kepada Badan Liga Indonesia (BLI), sebagai satu-satunya calon homebase pasukan Arcan Iurie yang baru.

‘Selain kapasitasnya lebih besar, Stadion Jalak Harupat memiliki sarana yang lebih lengkap seperti yang disyaratkan BLI,’ tutur Humas Persib, H Oce Permana, dan Sekretaris Tim Persib, Edi Djukardi, Kamis (14/12).
Dalam jumpa pers yang digelar di Sekretriat Persib kemarin siang, Oce dan Edi memastikan, Persib memilih Stadion Jalak Harupat karena pertimbangan teknis terhadap Stadion Siliwangi yang dinilai sudah tidak bisa menampung jumlah penonton dengan jumlah besar.

Dalam kesempatan sama Oce dan Edi menunjuk peristiwa jebolnya Stadion Siliwangi ketika Persib melakukan tarung ujitanding dengan Selangor FC.
‘Kami memilih Stadion Jalak Harupat setelah melakukan kajian secara luas dan intensif. Termasuk melakukan konsultasi dengan berbagai pihak, juga setelah memperhatikan warning dari pengurus teras PSSI,’ papar Oce dan Edi.

Jadi walaupun Jalak Harupat masih akan dinilai kelayakannya oleh PSSI dan BLI, nampaknya Persib tidak akan mendapat hambatan untuk bermarkas di stadion yang juga jadi kandang Persikab Kabupaten Bandung tersebut.

Edi mengungkapkan, keputusan memilih Stadion Harupat jadi markas baru Persib diambil setelah Manajer Persib H Yossi Irianto dan Sekretaria Umum Persib H Yoyo S Adiredja, melakukan pertemuan dengan pengurus Persib yang langsung dipimpin oleh Ketua Umum Persib, H Dada Rosada, Rabu malam kemarin.
‘Pada akhirnya merekomendasikan kepada BLI bahwa home ground Persib untuk LI XIII/2007 adalah Stadion Jalak Harupat,’ tambah Edi sambil menyebutkan pertemuan digelar tidak kurang dari empat jam di rumah Dada.

Yossi sendiri mengakui soal peringatan keras BLI dan PSSI menyusul membludaknya bobotoh hingga pinggir lapangan ketika menjamu Selangor FC, sehingga jadi salah satu alasan pihaknya dengan berat hati tidak lagi memakai Stadion Siliwangi.
‘Kalau masih menggunakan Stadion Siliwangi, bukan tidak mungkin Persib akan mendapat sanksi berat dari PSSI. Bila ini terjadi, bobotoh sendiri yang rugi karena tidak lagi bisa memberikan dukungan dan menyaksikan Persib dengan nyaman,’ papar Yossi.

Keputusan pengurus dan manajemen memilih Stadion Jalak Harupat juga disambut baik oleh tim Persib.
‘Saya senang dengan keputusan tersebut. Karena dengan bermain di lapangan yang lebih bagus, Persib akan bisa main lebih bagus sekaligus objektif. Selain itu ketakutan akan ancaman hukuman dari PSSI akan berkurang,’ komentar Asisten Pelatih Persib, Jajang Nurjaman.

Sementara itu harga sewa Jalak Harupat yang lebih murah, disebut-sebut banyak pihak jadi alasan kubu Persib, di samping alasan daya tampung penonton, meninggalkan Stadion Siliwangi.

TRIBUN JABAR

3 Balasan ke Jalak Harupat, kandang baru Persib

  1. rudy vikers mengatakan:

    kang iraha stadions si jalak harupat bisa di pake ku persib lantaran lamun stadions siliwangi di pake maen pastina oge moal bisa ka abus ken bobotohna oge/penonton

  2. ogi mengatakan:

    saya memimpikan persib mempunyai STADION BARU minimal kapasitas 60 ribu penonton..SEGERA !! kita yakin sbg pecinta persib AKAN MEMBERIKAN DUKUNGANNYA bagaimanapun caranya asal transparan..

  3. Mudah²an Cuma Bersifat Sementara, Bagaimanapun Persib Harus Memiliki Stadion Sendiri Bukan Meminjam Atw Menumpang Pada Pihak Lain… Smoga Rencana Pembangunan Stadion Di Gedebage Segera Terealisir… Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: