Persib Menang 9-1 Atas Bina Pakuan


PENYERANG Persib, Redouane Barkaoui berebut bola di udara dengan kiper Bina Pakuan, Ade pada pertandingan uji coba di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kab. Bandung, Kamis (30/11). Uji coba ini untuk mematangkan kerja sama tim dengan pola 4-4-2. Persib menang 9-1, dan Barkaoui mencetak dua gol.*IRFAN SURYADIREJA/”PR”

Dimanjakan dua assist Dicky Firasat, Christian Bekamenga mencetak hattrick ke gawang Bina Pakuan pada pertandingan uji coba yang dimenangkan Persib Bandung 9-1 (3-1) di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Kamis (30/11). Masuk di babak kedua menggantikan Zaenal Arief, striker yang konon berbanderol Rp 1,1 miliar ini mencetak trigolnya hanya dalam waktu sembilan menit, yaitu menit ke-76, 79, dan 85.

Enam gol kemenangan Persib lainnya disumbangkan Arief pada menit 19 dan 37, Redouane Barkaoui menit ke-44 dan 65 lewat titik penalti, Nova Arianto menit ke-52, dan Eka Ramdani pada menit 53. Satu-satunya gol balasan Bina Pakuan dicetak Erik Edward pada menit 25.

Kendati penampilannya dinilai tidak terlalu menonjol, namun sukses Bekamenga mencetak hattrick membuatnya dielu-elukan bobotoh. Usai pertandingan, puluhan bobotoh membopong striker asal Kamerun itu ketika akan menuju ruang ganti pemain.

Lewat aksi-aksi akrobatiknya usai mencetak gol, Bekamenga terlihat sangat senang dengan keberhasilnya membuat hattrick. “Saya sangat senang bisa menyumbangkan tiga gol dalam pertandingan ini,” katanya.

Kendati banyak bobotoh yang belum puas dengan penampilan Bekamenga secara umum, namun Asisten Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman tetap membela Bekamenga. “Orang memang hanya melihat, gol-gol yang dicetak Bekamenga tinggal menceploskan saja karena memang dimanjakan dua assist Dicky dan Yaris (Riyadi). Tapi, bagaimana proses Bekamenga bisa berada di posisi yang tepat pada saat menerima assist, itu juga harus dinilai secara objektif,” kata Djadjang, usai pertandingan.

Lini belakang

Djadjang menilai, secara umum, penampilan Persib dalam pertandingan uji coba ketiganya ini terus mengalami peningkatan, terutama dari sisi produktivitas gol. “Meski belum puas, tapi secara umum penampilan anak-anak terus meningkat, terutama kerja sama tim, understanding game, dan penyelesaian akhir. Saya kira ini, merupakan hasil latihan keras selama ini,” kata Djadjang.

Kendati demikian, Djadjang melihat performa lini belakang Persib dalam pertandingan ini masih banyak yang harus diperbaiki. “Oleh seorang Erpina (striker Bina Pakuan, red), pemain belakang kita masih bisa kerepotan. Itu artinya, lini belakang kita masih harus dikoreksi,” kata Djadjang.

Hal yang sama juga diungkapkan Asisten Pelatih, Robby Darwis. “Khususnya di awal-awal babak pertama, pemain belakang kita memang sempat kehilangan konsentrasi. Nyeck (Nyobe Georges Clement) pun terlalu sering maju ke depan yang membuat ada lubang di lini belakang. Melawan tim-tim yang selevel dengan Persib, ini berbahaya,” kata Robby.

Dalam pertandingan ini, pada awal pertandingan, pelatih Arcan Iurie Anatolievici menurunkan starter Tema Mursadat (kiper), Nova Arianto, Nyeck Nyobe Georges Clement, Patricio Jimenez, Suwita Pata (belakang), Salim Al-Idrus, Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, Sonny Kurniawan (tengah), Zaenal Arief, dan Redouane Barkaoui.

GALAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: