Dibutuhkan Motivasi Menjadi Juara


PELATIH Persib Bandung Arcan Iurie
Anatolievici mengangkat kedua tangannya sebagai ukuran tingginya bola yang di umpan kepada
sejumlah penyerang di mulut gawang yang dijaga Cecep Supriatna dalam sesi latihan di
Pusdikpom Cimahi, Senin (27/11).*
M. GELORA SAPTA/”PR”

Menumbuhkan motivasi menjadi juara merupakan bagian terpenting saat ini dalam upaya membangun kekuatan Persib menghadapi kompetisi PSSI 2007. Persib dinilai memiliki pemain cukup berkualitas, namun mereka berbeda karakter, sehingga memerlukan adaptasi untuk menyatukan visi meraih juara.

“Saya tidak meragukan kualitas pemain di Persib. Mereka memiliki karakter permainan bagus. Tapi, pemain harus kerja keras dan memiliki motivasi kuat meraih juara,” ujar playmaker Persib, Lorenzo Cabanas di Wisma Puscadnas, Jln. Bali Bandung, Senin (27/11).

Lorenzo mengakui, dari sisi permainan, Persib masih belum solid. Hasil uji coba melawan Palber beberapa waktu lalu, belum bisa dijadikan ukuran kondisi nyata Persib saat ini. Menurut dia, Persib masih membutuhkan beberapa kali uji coba lagi, agar permainannya lebih solid.

“Sekarang otot-otot pemain masih keras, karena latihan fisik di Lembang cukup berat. Tapi, ini sangat bagus karena nantinya, pemain akan lebih kuat,” ujarnya.

Pelatih Arcan Iurie Anatolievici sedang mengasah kerja sama tim dengan pola 4-4-2. Iurie tidak akan menerapkan secara baku pola tersebut di kompetisi. Namun, pelatih asal Moldova ini menginginkan pemain bisa cepat mengerti pola tersebut, sehingga jika sewaktu-waktu mereka harus tampil dengan pola ini karena alasan strategi, semua sudah siap.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis mengatakan, komunikasi di lini belakang terus membaik. Antarpemain sudah berani bicara untuk saling mengingatkan. Meski ketangguhan lini belakang belum teruji benar, pemain sudah mulai paham akan tugasnya.

“Sudah mulai ada komunikasi. Ini menandakan ada perkembangan cukup bagus. Semua memerlukan proses dan kami memiliki waktu untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Menurut Robby, dalam program sudah disusun dengan Iurie, pemain tidak akan terfokus pada satu pola. Pemain akan dibiasakan dengan pola 4-4-2 atau 3-5-2. Penentuan pola permainan ini disesuaikan dengan lawan yang dihadapi Persib.

Pada latihan di Lapangan Pusdikpom Cimahi, Senin (27/11) sore, Iurie memberikan materi pola serangan dan bertahan. Gelandang dan penyerang diharuskan mencetak gol, setelah menerima umpan dari sayap kiri dan kanan. Pemain bertahan bertugas menghalau bola umpan silang. Tiga kiper Persib, Tema Mursadat, Edi Kurnia, dan Cecep Supriatna, bergantian mengawal gawangnya agar tidak kebobolan. Latihan berlangsung selama 1,5 jam. Selasa (28/11) pagi ini latihan akan dilaksanakan di Lapangan Pusdikpom Cimahi.

Sosialisasi MLI

Persib mendapat undangan dari Badan Liga Indonesia (BLI) dalam rangka sosialisasi Manual Liga Indonesia (MLI) 2007. Dalam Surat No. 760/Sekr/BLI/XI-06 tertanggal 27 November, sosialisasi dilaksanakan di Hotel Hilton Jakarta, Kamis (30/11).

Sekretaris tim, Edi Djukardi mengatakan, materi yang akan dibahas antara lain tentang klausul-klausul kontrak. Klub-klub harus mengikuti petunjuk yang ada dalam MLI.

“Apabila klub tidak mengindahkan peraturan yang sudah dibuat atau membawa maunya sendiri-sendiri, pemain tidak mendapat pengesahan dari BLI,” ujarnya.

PIKIRAN RAKYAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: