Persib Mengaku Sudah Transparan


Manajemen Persib Bandung mengklaim sudah transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Pasalnya, seluruh penggunaan secara periodik diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan selalu memberikan laporan pertanggungjawaban secara detail kepada pihak-pihak yang berwenang, termasuk Pemkot dan DPRD Kota Bandung.

“Kalau soal tuntutan transparansi dan akuntabilitas, itu sudah kita lakukan. Selama ini, penggunaan dana Persib tidak ada yang ditutup-tutupi. Dalam laporan pertanggungjawaban, secara detail semuanya disebutkan, dari mulai belanja pemain, gaji per pemain hingga kebutuhan terkecil sekali pun,” kata Sekretaris Eksekutif Persib, Edi Djukardi di sela-sela pertandingan uji coba antara Persib dan Jatira FC di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. Dr. Setiabudhi Bandung, Jumat (17/11).

Pernyataan Edi itu terlontar untuk mengomentari tuntutan transparansi, akuntabilitas pengelolaan dana, dan adanya kontrak prestasi yang dilontarkan Ketua Harian Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali (“GM”, Jumat, 17/11).

Hanya saja, untuk mengumumkan kontrak dan gaji pemain kepada publik, Edi yang menjadi pimpinan utusan Persib dalam pertemuan dengan DPRD Kota Bandung di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Kamis (16/11) malam, mengatakan, hal itu memang tidak dilakukan manajemen dengan alasan etika. “Kita tidak mungkin mengumumkan kepada publik soal kontrak dan besaran gaji per pemain karena itu bisa menimbulkan kecemburuan yang buntutnya bisa membuat tim tidak kondusif,” katanya.

Soal besaran dana yang diajukan untuk anggaran tahun 2007, Edi membenarkan jumlahnya mencapai Rp 23 miliar, Rp 12-13 miliar di antaranya dialokasikan untuk belanja pemain. “Sedangkan soal kontrak prestasi yang diminta DPRD, saya kira itu sangat ganjil karena hal itu tidak pernah terjadi di sepak bola,” kata Edi.

Mendukung Sementara itu, Manajer Persib, H. Yossi Irianto menyatakan dukungannya terhadap keinginan DPRD Kota Bandung. “Kalau saya sangat mendukung itu. Karena hal itu merupakan indikator sikap profesional yang pada akhirnya akan mendorong pemain dan pelatih untuk sungguh-sungguh dalam memburu prestasi,” kata Yossi ketika dihubungi di Pusdiklatpos, Jln. Gegerkalong Bandung.

Ia menambahkan, para pemain, pelatih, dan ofisial tim lainnya memang sudah seharusnya punya komitmen untuk mengangkat prestasi Persib. Karena merekalah yang selama ini dibayar. Prestasi yang diraih para pemain dan seluruh anggota tim nantinya akan mengangkat harga diri dan kehormatan daerah,” katanya.

GALAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: