Julukan “Maung” Terlalu Berat Bagi Persib?


APAKAH ada keterkaitan langsung sebuah nama atau julukan dengan prestasi? Secara logika, tidak ada. Nama, ya nama, prestasi lain lagi. Tapi, jika dikaitkan dengan kecintaan bobotoh terhadap Persib, hal itu bisa muncul sebuah keterkaitan. Ada cerita menarik soal kaitan nama dengan prestasi ini yang berhubungan dengan kecintaan bobotoh kepada Persib.


Sebut saja namanya, Abah. Secara tidak sengaja, pria berusia sekira 45 tahun itu, bertemu dengan “PR” beberapa waktu lalu di Wisma Puscadnas Jln. Bali Bandung. Dalam obrolan ngaler-ngidul, dia bercerita soal nama julukan Persib saat ini, “Maung Bandung”. Nama julukan itu terlalu berat untuk Persib,” kata Abah serius.

Menurut dia, lambang “Maung” memiliki keterkaitan dengan sosok Eyang Prabu Siliwangi, leluhur Jawa Barat. Karena itu, ketika berganti julukan dari “Pangeran Biru” menjadi “Maung” sebaiknya sowan dulu kepada para leluhur. “Maung” di Jawa Barat identik dengan “Maung” Siliwangi. Nama “Maung” Siliwangi hanya milik Kodam Siliwangi.

Karakter “Maung” keras, tidak mudah menyerah, selalu ingin menang, tidak takut pada lawannya. Karakter itu, kata dia, hanya milik prajurit-prajurit Siliwangi. Dalam pertempuran perang, prajurit dari Siliwangi selalu ditakuti musuh-musuhnya karena pantang menyerah dan tidak pernah takut. Karenanya, karakter “Maung” itu belum bisa “dirasuki” ke tubuh pemain Persib.

Ia mencontohkan gambar “Maung” di bus Persib. Gambar itu tidak mencerminkan karakter “Maung” Siliwangi yang gagah berani. Pada satu sisi, pemain diharapkan bisa memiliki jiwa seperti “Maung”. “Itu mah ‘Maung’ loyo. Tidak memberikan aura penjiwaan kepada pemain dari karakter seekor ‘Maung’. Gambar itu memberi kesan kumeok memeh dipacok (kalah sebelum bertanding),” ujar Abah.

Ia mengusulkan julukan “Maung” Bandung harus sudah dilepas. Persib sebaiknya kembali ke jati diri pada julukan “Pangeran Biru”, yang sempat populer pada Kompetisi Perserikatan. “Nama Pangeran lebih elegan. Karakter seorang Pangeran, bijaksana, berwibawa, dan berkualitas. Dikaitkan dengan sepak bola, karakter itu memperlihatkan permainan cantik dengan kerja sama apik,” ujar dia serius.

Bisa jadi, ucapan Abah itu, hanya sebuah cerita warung kopi. Tapi, ada hal positif yang bisa dipetik. Abah memiliki kepedulian besar terhadap prestasi Persib. Ia ingin memberikan “sesuatu” untuk Persib, tapi tidak bisa dengan bentuk materi. Ia hanya bisa memberikan sumbangan pemikiran sesuai dengan kemampuan berpikir dan pemahamannya terhadap budaya leluhur. (Irfan/”PR”)

Satu Balasan ke Julukan “Maung” Terlalu Berat Bagi Persib?

  1. myazzahra mengatakan:

    Hade oge pemikiran si abah..

    Tapi menurut saya mah nu masih hejo dalam pengalaman hidup, julukan apapun bagi Persib tidak ada pengaruh bagi kemajuan dan kehebatan sebuah tim sepakbola.Coba kita lihat MU, punya julukan Red Devils yang artinya setan merah.Secara harfiah sebuah julukan yang membuat bulu kuduk merinding,apa ia ada setan merah yang melindungi tim sehebat MU.Atau arsenal dengan the Gunners ,si gudang peluru..hebat amat nya..he..he.. saya liat sah-sah saja sebuah tim punya julukan yang wah..sepanjang membuat tim sepakbola lebih produktif dan hebat (meunangan ,lain elehan wae)..

    Kalau liat ke Italia..justru simpel dan gak aneh-aneh..Inter Milan julukannya si biru hitam (Nerazurri).Apa dengan julukannya biru-hitam lantas InterMilan menjadi klub pecundang padahal kualitas pemainnya diatas rata2? .atau AC Milan si merah hitam menjadi lebih beruntung sesuai dengan kostum kebanggannya..

    Nah,kita bisa menarik nilai manfaatnya dari itu semua..Mau pake Maung Bandung atau Pangeran Biru..saya sendiri lebih senang Persib dengan julukan Pangeran Biru..

    Salam ti garut

    http://www.jutawanplus.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: