Iurie Memberikan Pemahaman Pola 442


Pelatih Persib, Arcan Iurie Anatolievici mencoba memberikan pemahaman pola 4-4-2 kepada pemain, melalui praktik tanpa bola di lapangan. Namun, menurut dia, pemain masih kebingungan menempatkan diri pada suatu posisi.


“Ini akan membutuhkan waktu cukup lama. Pemain masih belum mengerti dengan posisinya karena mereka sudah cukup lama terbiasa dengan pola 3-5-2,” ujar Iurie, usai memimpin latihan pagi di Lapangan Pusdikpom Kota Cimahi, Rabu (1/11).

Iurie sengaja belum menerapkan pola tersebut langsung melalui permainan dengan bola. Ia ingin pemain lebih dahulu memahami lebih mendalam karakter permainan pola 4-4-2, sehingga tidak banyak melakukan kesalahan ketika menggunakan bola. Kekeliruan yang sering dilakukan oleh pemain tengah dan belakang, mereka masih belum mengerti harus gerak ke mana ketika bola berada di daerah sayap kiri atau kanan.

“Pola ini sebenarnya cukup sederhana. Karena itu, ketika pemain dihadapkan pada pelatih yang ingin pola 4-4-2, mereka masih kebingungan. Lihat saja timnas yang mulai dengan pola 4-4-2. Pertahanan mereka masih lemah karena semua pemain belum begitu mengerti,” ujarnya.

Namun, Iurie optimistis lambat laut pemain sepak bola di Indonesia akan terbiasa dengan pola ini, jika semua pelatih berani menerapkannya pada kompetisi 2007.

Pada latihan itu, Iurie melatih cara bertahan ketika mendapat serangan lawan dari kanan maupun kiri. Kemudian, saat menyerang, pemain harus bergerak sesuai dengan skenario. “Pola ini seperti permainan kora-kora di Dunia Fantasi. Ketika ujung perahu naik ke atas, di bawah sudah ada orang yang mengisi dari posisi lain,” ujar dia.

Perlu waktu

Pemain paling senior di Persib, Yaris Riyadi mengakui, perlu waktu adaptasi dengan pola baru ini. Selama ini, di lini pertahanan selalu ada pemain yang memiliki posisi bebas (libero), dan dua stopper menjaga dua penyerang pemain lawan.

“Pada pola 4-4-2, 4 pemain lini belakang berperan menjadi stopper. Pola seperti ini tidak pernah diterapkan di Persib,” ujar Yaris.

Yaris sudah memiliki pengalaman dengan pola ini ketika memperkuat timnas Piala Tiger 2004. Saat itu, Yaris menempati posisi gelandang kiri. “Sebenarnya pola ini lebih simpel,” ujarnya.

Gelandang Cucu Hidayat juga pernah bermain dengan pola 4-4-2 ketika memperkuat Persikad Kab. Depok di Kompetisi Divisi I. “Bagi pemain, pola apa pun yang akan digunakan tidak menjadi masalah,” ujar Cucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: