Nyeck & Beckamenga Aman


Dua pemain asing yang menjadi incaran Persib, Nyeck Nyobe Georges Clement dan Christian Beckamenga Beckamengo dalam posisi aman dari persyaratan baru pemain asing yang dikeluarkan PSSI.

Berdasarkan surat PSSI nomor 2786/AGB/621/X-2006 tertanggal 5 Oktober yang ditandatangani Ketua Umum Nurdin Halid, pemain asing yang akan berlaga di kompetisi 2007 harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.

Pemain dari Benua Asia, Australia, dan Afrika berasal dari klub Divisi Utama, sedangkan dari benua Eropa dan Amerika berasal dari klub Divisi I. Pemain tersebut terakhir main pada kompetisi 2006.


Nyeck, sebelum bergabung dengan Persib memperkuat klub anggota Divisi I Kamerun, Pandores Yaounde. Namun, untuk kompetisi 2007, klubnya degradasi dan berganti nama menjadi Force Army and Police (FAP). Pemain FAP mayoritas adalah tentara.

”Di Kamerun, level kompetisi tertinggi Divisi I. Di sini (Indonesia) sama dengan Divisi Utama. Saya tidak memiliki masalah dengan adanya persyaratan baru pemain asing,” ujar Nyeck, di Wisma Puscadnas Jln. Bali Bandung, Sabtu (14/10).

Menurut dia, administrasi surat keterangan dari klub asalnya di Kamerun, kini sedang diurus oleh agennya, Onana Julies. Oleh karena itu, dia merasa optimistis tidak akan terganjal masalah persyaratan itu. ”Saya hanya berpikir masalah kontrak karena saat ini belum melakukan tanda tangan kontrak,” ujarnya.

Beckamenga juga tidak akan mengalami masalah jika bergabung dengan Persib karena dia terakhir main di kompetisi Liga Super Malaysia (selevel dengan Divisi Utama).

Persyaratan pemain asing baru ini sebenarnya sudah pernah menjadi keputusan PSSI pada kompetisi sebelumnya. Namun, PSSI tidak konsisten dengan peraturan yang dibuatnya, sehingga banyak pemain asing yang berlaga di Liga Indonesia, yang sebenarnya tidak memenuhi persyaratan itu. Agen maupun pemain asing itu, tidak melampirkan surat dari klub asalnya, tapi tetap mendapat pengesahan dari PSSI. Namun, untuk kompetisi 2007, PSSI mulai bersikap tegas dan akan melaksanakan peraturan itu.

Manajer Badan Liga Indonesia (BLI), Djoko Driyono, mengatakan dengan adanya peraturan ini, kualitas pemain asing yang berlaga di Liga Indonesia akan lebih terkontrol. Saat ini sudah cukup banyak pemain asing yang merumput di kompetisi Indonesia, namun secara kualitas, mayoritas masih seimbang dengan pemain lokal Indonesia.

Dipertanyakan

Dari Semarang, PSIS mempertanyakan regulasi pemain asing untuk Kompetisi 2007. Manajer PSIS, Yoyok Sukawi, mengatakan aturan pemain asing saat ini masih simpang siur, sehingga manajemen PSIS belum bisa melangkah lebih jauh dalam perekrutan pemain.

Yoyok juga masih bingung dengan ketentuan masa edar empat tahun pemain asing. PSIS memiliki kepentingan soal itu, mengingat salah satu pemain asingnya, Fofee Kamara (asal Liberia) sudah merumput di Indonesia sebanyak empat kali, yaitu sekali di PSDS Deli Serdang dan tiga kali di PSIS Semarang.

”Kalau aturannya masih seperti musim kompetisi kemarin, Fofee Kamara tetap bisa membela PSIS, karena ada aturan yang menyebutkan selama masih membela satu klub, tetap diizinkan merumput di Indonesia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: