Kapten Tim Persib Sebaiknya Pemain Bandung


Setelah kerangka tim Persib Bandung hampir terbentuk 100%, kini bursa calon kapten tim mulai mencuat. Hal ini dipicu oleh tergusurnya tiga pemain yang pada Liga Indonesia (LI) XII/2006 secara bergiliran menjadi kapten, sudah tergusur dari tim. Ketiga mantan kapten yang tergusur dari skuad Persib LI XIII/2007 itu adalah Kosin Hathairattanakool, Antonio “Toyo” Claudio, dan Charis Yulianto.

Karena menganggap kompetisi masih jauh, hingga saat ini, tim pelatih dan manajemen tim Persib belum membicarakan soal siapa pemain yang pantas mengenakan ban kapten pada LI XIII/2007. “Kompetisi masih sangat jauh. Sekarang, kita belum membicarakannya,” kata Asisten Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman usai sesi latihan di Lapangan Futsal Pro Duta, Kompleks Mekarwangi, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (12/10).

Kendati demikian, dari lingkungan internal Persib ada keinginan kuat kalau ban kapten sebaiknya dikenakan oleh pemain asli Bandung. “Kalau pendapat saya secara pribadi, sebaiknya kapten tim dijabat oleh pemain asli Bandung,” kata Asisten Manajer Bidang Teknik Persib, Adeng Hudaya.

Namun demikian, Adeng belum mau menyebutkan nama pemain Bandung yang bisa dijadikan pemimpin di lapangan. “Kalau Suwita Pata dan Cecep Supriatna pernah menjadi kapten Persib, saya kira bisa juga. Asal saja, dia memiliki kemampuan memimpin rekan-rekannya, khususnya di lapangan,” katanya.

Harus kharismatik

Kendati tidak mengelak kalau Suwita dan Cecep bisa dijadikan kapten tim, namun Adeng mengatakan, peluang semua pemain untuk memegang ban kapten masih sangat terbuka. Menurutnya, dalam pemilihan kapten tim, tim pelatih dan manajemen tidak akan terpaku kepada senioritas seorang pemain.

“Satu hal yang pasti, selain memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata pemain lainnya, pemain yang akan dijadikan kapten juga harus kharismatik. Dia harus memiliki sifat kepemimpinan yang baik dan diterima oleh pemain lainnya. Soal senioritas, saya kira kapten itu tidak perlu pemain yang senior,” kata mantan kapten Persib di era ’80-an ini.

Selain memiliki kriteria-kriteria yang telah disebutkannya, Adeng juga mengatakan, pemain yang akan dijadikan kapten harus pemain yang kemungkinan tetap bermain sepanjang musim. “Yang jadi kapten itu tentu saja harus pemain inti yang akan selalu diturunkan dalam setiap pertandingan,” katanya.

Soal pemilihan pemain yang berhak mengenakan ban kapten, ada kemungkinan dilakukan dengan penunjukkan langsung tim pelatih atau seperti pada musim lalu, ketika kapten dipilih secara demokratis. Pada LI XII/2006, tim pelatih sempat melakukan penarikan suara di antara para pemain untuk menentukan kapten tim, setelah Charis Yulianto menanggalkan ban kapten pada pertengahan musim.

Dari:
Photobucket - Video and Image Hosting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: