Liga Indonesia 2007 tanpa ”8 Besar”


PSSI akhirnya memutuskan pergelaran kompetisi Divisi Utama tahun 2007 dilangsungkan dengan format dua wilayah. Namun, berbeda dengan musim kompetisi sebelumnya, untuk kompetisi Divisi Utama 2007 yang seluruhnya melibatkan 36 tim ini, tidak diadakan babak “Delapan Besar” lagi. Tim peringkat pertama dari kedua wilayah langsung dipertandingkan untuk memperebutkan gelar juara.

“Babak semifinal juga ditiadakan. Tim peringkat teratas wilayah I langsung bertarung dengan peringkat teratas wilayah II untuk memperebutkan gelar,” ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes, kepada wartawan, mengutip hasil rapat pengurus harian PSSI yang dilakukan Kamis (21/9), di kediaman Ketua Badan Liga dan Tim Nasional Indonesia (BLTNI) Nirwan Dermawan Bakrie di kawasan Simprug.

Rapat pengurus harian PSSI juga memutuskan untuk tetap menggelar kompetisi Super Liga mulai 2008. “Jumlah peserta Super Liga adalah 18 klub, serupa dengan jumlah peserta kompetisi Divisi Utama,” ujar Nugraha.

Namun, berkaitan dengan Super Liga itu, Nugraha mengatakan bahwa pesertanya tidak otomatis dari klub-klub yang menempati posisi sembilan besar dari masing-masing wilayah kompetisi Divisi Utama 2007. “Ada banyak parameter lain. Cukup banyak persyaratan yang harus dilampaui oleh tim-tim calon peserta Super Liga,” ujarnya.

Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai pelaksana kompetisi Divisi Utama dan Piala Indonesia diharapkan sudah bisa menggelar kompetisi Divisi Utama mulai Januari, sementara Piala Indonesia direncanakan pada Agustus hingga Desember.

“Kompetisi Divisi Utama diharapkan sudah bisa diselesaikan bulan Juni atau sebelum Piala Asia digelar, yakni 9 Juli-9 Agustus. Untuk Piala Indonesia, paling lambat minggu ketiga Agustus sudah bisa dimulai, dan dengan jeda pada bulan puasa, pertengahan Desember sudah bisa dituntaskan,” paparnya.

Pemain Asing

Sehubungan dengan kompetisi 2007, rapat pengurus harian PSSI juga membahas secara mendalam masalah pemakaian pemain asing. Dalam hal ini, PSSI antara lain memutuskan untuk tetap mempertahakan regulasi menyangkut keberadaan pemain asing di setiap klub, yakni lima di klub Divisi Utama dan empat di klub Divisi I.

Regulasi yang juga dipertahankan adalah menyangkut pembatasan masa tinggal pemain asing di Indonesia. Hal ini khususnya bagi pemain asing yang sudah lama berkiprah di Liga Indonesia. Seorang pemain yang sudah empat tahun berkecimpung di Liga Indonesia, tidak bisa dipertahankan lagi. Pembatasan ini dikecualikan untuk mereka yang berminat menjadi WNI.

“Kami baca di koran banyak pemain asing yang ingin pindah kewarganegaraan. Silakan saja. Tetapi sampai sekarang ini belum ada yang menyatakan keinginannya itu secara terbuka ke PSSI,” katanya.

Mulai musim kompetisi 2007 setiap klub hanya boleh mengontrak pemain asing selama dua tahun. Jika ingin pindah klub, maka pemain diwajibkan untuk lebih dulu bermain di luar negeri, dan setelah itu baru boleh kembali ke Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: