Yossi, ”Jika di Bawah Rp 10 Miliar, Persib Sulit Bersaing”


Menghadapi Liga Indonesia 2007, Persib masih memiliki ketergantungan pendanaan yang sangat besar pada APBD Pemerintah Kota Bandung. Bahkan, manajemen Persib mengakui besarnya anggaran tahun lalu sudah tidak relevan dengan kondisi persaingan kompetisi ke depan.

Manajer Persib, Yossi Irianto, di Wisma Asri Jln. Bali Bandung, Minggu (24/9) mengakui, Persib belum bisa melepaskan ketergantungannya itu. Walaupun demikian, pihaknya selama ini telah mengusahakan pendanaan dari sumber-sumber lainnya agar Persib bisa terus eksis di kompetisi.

Yossi mencontohkan, musim lalu pihaknya mendapatkan anggaran sekira Rp 10 miliar dari APBD. Namun, dalam kenyataannya sampai dengan saat ini pihaknya sudah mengeluarkan Rp 17 miliar. Hal itu menurut dia bisa dipertanggungjawabkan dan alokasi terbesar adalah untuk pembayaran kontrak pemain.

“Saya tidak mau berpolemik mengenai masalah pendanaan ini. Toh, sejauh ini hal itu masih bisa kami atasi. Namun, saya ingin meluruskan pola berpikir kita semua bahwa untuk mencapai prestasi diperlukan kualitas pemain dan untuk itu perlu lebih banyak lagi rupiah yang dikeluarkan,” kata Yossi.

Menurut dia, manajemen Persib sampai saat ini belum mengajukan berapa besar nominal anggaran yang dibutuhkan menghadapi kompetisi musim depan. Namun, sebagai gambaran untuk bisa bersaing, Yossi mencontohkan anggaran Persik Kediri yang mencapai Rp 22 miliar untuk bisa menjuarai Liga Indonesia XII lalu.

“Jika anggaran Persib hanya berkisar sekira di bawah Rp 10 miliar tentu akan sulit bersaing. Akan tetapi, kami juga harus realistis bahwa anggaran Persib tidak harus sebesar anggaran Persik. Yang terpenting ada peningkatan dari yang lalu,” ucap Yossi.

Ia mengatakan, anggaran terbesar Persib itu nantinya sekira 60% sampai 70% akan dialokasikan untuk pembelian para pemain berkualitas. Budget untuk itu akan dihitung sekira satu atau dua minggu mendatang. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan satu pemain asing saja diperlukan sekira Rp 1 miliar dan jika Persib memaksimalkan kuota lima pemain maka sudah Rp 5 miliar. Belum lagi untuk pemain lokal yang sudah punya nama, rata-rata nilainya di atas Rp 500 juta.

“Saya akui kendala utama Persib saat ini adalah prestasi. Hal itu menjadi handicap kami saat ini. Namun, dari pembicaraan dengan ketua umum, ketua harian, dan anggota DPRD dukungan mereka untuk Persib musim depan sangat besar. Tentu saja, asal Persib bisa berprestasi,” ungkap Yossi.

Belum pasti

Sementara itu, mengenai uji coba dengan timnas 30 September, sampai saat ini manajemen Persib masih mempertimbangkan hal itu. Artinya, uji coba itu masih belum pasti dilaksanakan. Menurut dia, mungkin baru Senin (25/9) ada keputusan mengenai hal itu setelah dirinya bertemu dengan manajer timnas Andi Darussalam.

“Kami mempertimbangkan beberapa hal seperti bulan puasa, libur pemain Persib, dan kesiapan lapangan. Tentunya kami harus mempersiapkan terlebih dahulu mekanismenya, apakah memungkinkan atau tidak,” kata Yossi.

Kendati begitu, Manajer Persib itu menegaskan komitmennya mendukung timnas selama di Bandung. Jika memang hal itu telah diprogramkan, mungkin ada beberapa upaya yang dilakukan seperti dengan mengabungkan para pemain Bandung tidak hanya dari Persib seperti dari Persikab ataupun mengumpulkan para pemain Bandung lainnya dalam satu tim Bandung Selection. (Pikiran Rakyat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: