Suwita Pulang Kampung

Oktober 9, 2006

Selain Aji Nurpijal, satu lagi pemain Persib yang pulang kampung adalah Suwita Pata. Gelandang yang pada musim lalu membela PSIS Semarang itu, kini resmi bergabung dalam skuad Persib pada Liga Indonesia (LI) XIII/2007. Bahkan, penandatanganan kontrak sudah dilakukan, Minggu (8/10) malam di Sekretariat Persib, Jln. Gurame Bandung.

Hal itu dijelaskan langsung oleh Manajer Persib, H. Yossi Irianto kepada “GM”. Sebelumnya, Suwita sudah ikut bergabung latihan bersama pemain lainnya dengan bermain soccer coop di Kiaraconding Center, Minggu (8/10) sore.

Desas-desus bergabungnya Suwita bersama Persib memang sudah terdengar cukup lama. “Kemarin Suwita masih terikat kontrak dengan tim lamanya. Untuk itu, kami harus bisa menjaga etika dan belum bisa mengumumkan kepada publik kalau Suwita akan direkrut Persib. Tetapi sekarang masa kontraknya sudah habis maka Persib langsung melakukan penandatanganan kontrak dengan Suwita,” kata Yossi.

Senada dengan Yossi, Suwita pun mengaku kalau kontraknya bersama PSIS sudah habis awal Oktober ini. Tetapi, Suwita enggan menyebutkan besaran kontrak yang ia tanda tangani. Pastinya, sebagai pemain profesional Suwita mengaku nilai kontraknya sekarang lebih besar dibanding kontrak sebelumnya bersama PSIS Semarang.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah resmi 100% bergabung bersama Persib. Rasanya plong semuanya sudah beres dan saya akan mulai bergabung latihan, Senin (9/10, red). Buktinya, sekarang pun saya ikut bermain soccer coop bersama para pemain lain. Pokoknya, menyenangkan bisa kumpul kembali dengan teman-teman lama,” ungkap suami dari Rita Nurita ini.

Salah satu pertimbangan mengapa Suwita akhirnya melabuhkan pilihannya untuk Persib karena ia tidak ingin jauh dari keluarganya. Ia pun baru diberi momongan yang kini berusia 3 bulan, Aurellia Annisa. “Keluarga adalah pertimbangan utama, makanya saya memilih Persib, tentunya saya ingin dekat dengan keluarga,” tambah pemain kelahiran Bandung, 25 Maret 1974 ini.

Nova segera bergabung

Selain Suwita, Yossi menyebutkan, pemain lokal lainnya yang akan segera bergabung dengan tim berkostum “biru-biru” ini adalah Nova Arianto. “Mudah-mudahan Nova bisa segera bergabung karena melalui komunikasi yang sudah terjalin, ia sangat tertarik untuk bermain di Persib. Terlebih lagi, secara kebetulan bapaknya juga tinggal di Bandung dan melatih Persikab. Ya, mudah-mudahan saja Nova bisa berkostum Persib di liga mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai kebutuhan akan satu kiper untuk melengkapi tiga kiper Persib, Yossi menyakinkan, semuanya akan terjawab pada November nanti. Sejauh ini, Persib tetap melakukan komunikasi dengan kiper bidikan, baik Samsidar maupun Jendri Pitoy. “Pokoknya, semua teka-teki pemain akan terjawab pada saat pemusatan latihan yang rencananya dimulai pada 2 November nanti,” tambahnya.

Di era profesional sekarang ini, Yossi menambahkan, soal harga atau kocek yang akan dikeluarkan tidak akan menjadi masalah. Wajar jika Persib membutuhkan anggaran Rp 12 miliar - Rp 13 miliar.

Dari:
Photobucket - Video and Image Hosting


IURIE PERHATIKAN PESAN BOBOTOH

Oktober 6, 2006

Arcan Iurie ternyata sangat perhatian terhadap bobotoh. Buktinya pelatih Persib ini telaten dan tidak pernah luput memperhatikan setiap komentar yang disampaikan bobotoh di media-media Bandung.

Dengan membaca komentar bobotoh, kata Iurie, dia berusaha menampung informasi terutama unek-unek bobotoh tentang tim Maung Bandung yang diarsitekinya. ‘SMS (Apa Kata Bobotoh, red) itu merupakan ungkapan perasaan dan kata hati mereka, terlebih pesan tersebut datang dari anggota Viking yang merupakan penggemar berat Persib,’ ungkap Iurie memberi alasan tentang kebiasaannya membaca setiap komentar bobotoh.

Iurie mengaku sempat marah ketika ada satu-dua pesan bobotoh yang merusak konsentrasinya dalam menangani Persib. Namun sebagai profesional, Iurie tidak mau menumpahkan kemarahannya ke sasaran yang tidak tepat, misalnya kepada pemain-pemain asuhannya.
‘Saya marah, tetapi saya tumpahkan kemarahan saya pada keluarga saya,’ katanya.

Iurie mengungkapkan bahwa saat ini ia tengah memusatkan berkonsentrasinya untuk melatih Persib menghadapi musim liga mendatang. Sehingga ia mengharapkan kepada semua bobotoh termasuk media agar menciptakan suasana yang mendukung untuk dirinya dalam menangani tim Maung Bandung. ‘Saya minta tolong, cari tahu kenapa mereka mengirim pesan kritik seperti itu? Apa kekurangan saya? Apa yang harus saya lakukan,’ pintanya setelah membaca pesan bobotoh yang bernada keras yang dialamatkan kepadanya.

Iurie secara jantan mengakui terpuruknya Persib tahun lalu, merupakan salah satu kegagalannya. ‘Kemarin memang saya gagal. Tapi sekarang saya tengah mempersiapkan diri untuk liga musim mendatang,’ jelasnya sambil meminta bobotoh untuk melihat Persib di masa depan

Dari:

Photobucket - Video and Image Hosting


IURIE: SEMUA HARUS SIAP TEMPUR

September 27, 2006

Tim pelatih di bawah komando Arcan Iurie menegaskan pihaknya tidak mau main-main dalam membentuk tim Persib untuk Liga Indonesia XIII. Iurie bertekad membentuk tim Persib yang tangguh untuk bisa merebut gelar juara seperti yang ditargetkan manajemen tim. Alasan seperti itulah yang membuat Iurie menyodorkan daftar panjang nama-nama pemain yang direkomendasikan untuk direkrut masuk tim Maung Bandung 2007.

Guna mencapai target yang tidak ringan di musim kompetisi mendatang, Iurie memang telah mencatat tidak kurang dari 29 pemain yang diminatinya. Dari daftar panjang tersebut muncul nama-nama pemain asing seperti Roger Bataoum, Emeleu Serge, Philiphon Chipeta, di samping Alejandro Tobar, Lorenzo Cabanas, Nyelk Nyobe Georges Clement, dan Redouane Barkawi. Empat nama terakhir sudah bisa dipastikan masuk skuad Persib LI XIII.

‘Saya banyak menyodorkan nama, karena saya ingin mendapatkan pemain berkualitas. Ini normal untuk membentuk tim yang kuat. Tidak masalah menumpuk pemain bagus, Chelsea melakukannya,’ komentar Iuire di sela acara pengumuman pemain di Wisma Puri Asri (Puscadnas), Minggu (24/9).
Kepada Tribun Iurie menuturkan, dirinya tidak hanya asal menyebut nama untuk direkomendasikan ke manajemen. ‘Tidak mungkin semua pemain bisa masuk. Tapi saya ingin Persib punya pemain berkualitas di semua lini, termasuk pemain-pemain cadangan,’ papar pelatih yang sudah berani membawa mobil sendiri jalanan Kota Bandung ini.

‘Saya tidak mau pemain yang duduk di bangku cadangan tidak punya kualitas. Saya mau kualitas mereka tidak jauh beda dengan pemain inti,’ ucap pria Moldova ini serius.

Manajer Persib, H Yossi Irianto, satu kata dengan Iurie untuk melahirkan Persib yang tahan banting. Yossi bahkan memikirkan masalah nonteknis seperti format kompetisi baru yang mungkin diterapkan PSSI di LI III. ‘Manajemen dan pengurus harian Persib memberi respon positif atas kinerja tim pelatih selama ini. Sekarang tekad kami mempersiapkan diri dengan maksimal. Apapun yang akan diterapkan PSSI, kita harus punya kualitas lebih bagus,’ jawab Yossi sambil bertekad mengikat pemain-pemain berkualitas yang telah disodorkan Iurie dkk


MENUNGGU JAWABAN FINAL DARI USEP

September 27, 2006

Tim pelatih Persib memasukkan Usep Munandar ke dalam daftar pemain yang direkomendasikan untuk masuk skuad Persib Liga Indonesia XIII. Keputusan Arcan Iurie cs menjadi tanda tanya besar, pasalnya Usep jauh-jauh hari sudah diwartakan akan angkat koper dari tim Maung Bandung.

Kepada Tribun Iurie secara terbuka mengaku dirinya sangat berharap defender asal Banjaran Kabupaten Bandung tersebut bisa bertahan di Persib. ‘Saya tahu kemampuan Usep. Dia pemain bagus. Saya salah kalau tidak merekomendasikan Usep,’ urai Iurie di sela acara pengumuman pemain di Wisma Puscadnas, Minggu (25/9).

Iurie juga menjelaskan, dia berani merekomendasikan Usep untuk kembali direkrut karena defender asal klub IPI ini belum memberikan kata pasti akan hengkang atau bertahan di Persib.
‘Alasan inilah yang membuat Usep masuk daftar pemain yang direkomendasikan,’ ungkap Iurie.

Pelatih asal Moldova ini juga menjelaskan alasan lain. Selama menjalani program latihan, Usep termasuk pemain yang menunjukkan semangat dan kerja keras. Catatan bagus ini, dicatat Iurie, sebagai sikap profesional pemain yang justru sedang diburu pemain. ‘Bila itu menunjukkan keinginan Usep untuk bertahan, saya salah lagi bila tidak merekomendasikan dia,’ papar Iurie.

Dalam upaya mengunci Usep di Persib, Iurie mengaku sudah melakukan berbagai langkah termasuk melakukan dialog personal dengan pemain berambut gondrong tersebut. Sayangnya seperti diakui Iurie, Usep belum memberikan tanda setuju untuk membela Persib di musim kompetisi tahun depan. Namun sebelum batas akhir perekrutan, seperti diutarakan Iurie, pintu Persib masih terbuka untuk Usep.
‘Sekarang keputusannya tinggal di Usep. Kami sekarang menunggu kata final dari Usep,’ aku Iurie dengan nada serius(Tribun Jabar)


Batoum & Serge Suka Persib

September 27, 2006

Dua striker asing asal Kamerun yang diincar Persib, Roger Batoum (Persija) dan Emaleu Serge (Arema), mengaku belum dihubungi secara resmi ofisial Persib. Namun, mereka memberikan apresiasi terhadap keinginan Persib, yang mengajaknya bergabung untuk kompetisi 2007.

Batoum mengatakan, Persib merupakan tim besar. Ia sangat tertarik bergabung dengan Persib, jika memang serius untuk merekrutnya. Alasan ketertarikan Batoum ini karena mendapat kabar Persib merekrut pemain berkualitas, termasuk playmaker asal Paraguay, Lorenzo Cabanas. Cabanas pernah bermain bersama dengan Batoum memperkuat Persija pada kompetisi 2005. Pada kompetisi 2006, Cabanas memperkuat Persiba Balikpapan, dan berperan besar membawa timnya lolos ke babak “8 Besar”.

“Saya tertarik dengan Persib. Saya tahu Persib memiliki pendukung fanatik. Cabanas jadi memperkuat Persib? Saya pernah main bersama dengan dia. Kalau ada dia (Cabanas), Persib akan sangat kuat,” ujar Batoum, ketika dihubungi melalui telefon selularnya, Selasa (26/9). Batoum kini sedang berlibur di Kamerun. Ia akan kembali ke Indonesia akhir Oktober mendatang.

Pada kompetisi 2005, Batoum menjadi top scorer dan bersama Cabanas membawa Persija menjadi runner-up Liga Indonesia dan Copa Dji Sam Soe. Batoum bisa menjadi pencetak gol terbanyak karena peran dari Cabanas, yang selalu tepat dalam memberikan umpan-umpan akurat.

Saat ini, Batoum memiliki kontrak dengan Persija hingga Februari mendatang. Namun, Batoum dikabarkan tidak akan bertahan di Persija untuk kompetisi 2007.

Sementara itu, Serge ketika dihubungi melalui telefon selularnya mengatakan, belum mengetahui lebih dalam soal Persib. Namun, dia mendapat informasi dari rekannya pemain asal Kamerun, Francis Younga bahwa Persib merupakan tim besar di awal Liga Indonesia. “Saya pemain profesional. Jika ada klub yang mengajak untuk bergabung, saya selalu tertarik. Kontrak saya dengan Arema berakhir Februari tahun depan,” ujarnya.

Namun, Serge belum bisa memutuskan jika Persib berniat serius merekrutnya. Menurut dia, saat ini bersama Arema tengah konsentrasi berlaga Liga Champions Asia. Arema sebagai juara Copa Dji Sam Soe dan Persik juara Liga Indonesia, mewakili Indonesia di Liga Champions Asia.

“Dengan Arema belum ada kelanjutan masalah kontrak karena sekarang sedang libur latihan. Pekan depan, saya akan ke Eropa dan pulang ke Kamerun selama satu bulan. Setelah kembali ke Indonesia ada latihan lagi dan persiapan untuk Liga Champions,” ujarnya.

Harus lebih serius

Penghapusan format babak “8 Besar” pada Kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia XIII 2007, membuat peta persaingan antarklub menjadi lebih ketat. Klub-klub akan lebih serius mempersiapkan diri, karena konsentrasi mereka mengejar posisi teratas.

“Jika masih ada babak ‘8 Besar’, kita masih bisa hitung-hitungan peluang meraih posisi ‘4 Besar’ klasemen wilayah. Sekarang, situasinya berubah. Klub-klub bersaing untuk tidak kehilangan angka dalam setiap pertandingan,” ujar asisten pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, ketika dihubungi, Selasa (26/9) malam.

Menurut dia, Persib harus mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi persaingan yang makin ketat ini. Sebab, setelah ada keputusan itu, mereka juga akan mempercepat proses pemusatan latihan.

“Format ini sama dengan kompetisi satu wilayah dulu. Otomatis klub-klub harus mengejar kemenangan demi kemenangan. Ini yang membuat sulit diprediksi siapa yang bakal menjadi terbaik,” ujarnya.

Menurut dia, meski juara wilayah langsung bertemu di final memperebutkan gelar juara, semua klub peserta liga masih memiliki peluang sama meraih prestasi puncak. Sepak bola Indonesia sulit diprediksi.

Bek sayap kiri Persib, Erik Setiawan menambahkan, kesempatan bermain di kandang sendiri harus dimanfaatkan secara optimal. Semua partai kandang harus disapu bersih dengan kemenangan. Jika hasil akhir imbang, apalagi sampai kalah, akan sulit bersaing untuk menuju juara wilayah. “Nanti konsentrasinya harus menang di semua partai kandang, dan minimal meraih seri saat tandang,” ujarnya.

Erik mengatakan jika dalam seminggu setiap klub main tiga kali, otomatis harus ada rotasi pemain secara tepat. Sebab, tidak mungkin pemain bisa tampil stabil dengan interval waktu istirahat hanya dua hari.(PR)