MENUNGGU JAWABAN FINAL DARI USEP

September 27, 2006

Tim pelatih Persib memasukkan Usep Munandar ke dalam daftar pemain yang direkomendasikan untuk masuk skuad Persib Liga Indonesia XIII. Keputusan Arcan Iurie cs menjadi tanda tanya besar, pasalnya Usep jauh-jauh hari sudah diwartakan akan angkat koper dari tim Maung Bandung.

Kepada Tribun Iurie secara terbuka mengaku dirinya sangat berharap defender asal Banjaran Kabupaten Bandung tersebut bisa bertahan di Persib. ‘Saya tahu kemampuan Usep. Dia pemain bagus. Saya salah kalau tidak merekomendasikan Usep,’ urai Iurie di sela acara pengumuman pemain di Wisma Puscadnas, Minggu (25/9).

Iurie juga menjelaskan, dia berani merekomendasikan Usep untuk kembali direkrut karena defender asal klub IPI ini belum memberikan kata pasti akan hengkang atau bertahan di Persib.
‘Alasan inilah yang membuat Usep masuk daftar pemain yang direkomendasikan,’ ungkap Iurie.

Pelatih asal Moldova ini juga menjelaskan alasan lain. Selama menjalani program latihan, Usep termasuk pemain yang menunjukkan semangat dan kerja keras. Catatan bagus ini, dicatat Iurie, sebagai sikap profesional pemain yang justru sedang diburu pemain. ‘Bila itu menunjukkan keinginan Usep untuk bertahan, saya salah lagi bila tidak merekomendasikan dia,’ papar Iurie.

Dalam upaya mengunci Usep di Persib, Iurie mengaku sudah melakukan berbagai langkah termasuk melakukan dialog personal dengan pemain berambut gondrong tersebut. Sayangnya seperti diakui Iurie, Usep belum memberikan tanda setuju untuk membela Persib di musim kompetisi tahun depan. Namun sebelum batas akhir perekrutan, seperti diutarakan Iurie, pintu Persib masih terbuka untuk Usep.
‘Sekarang keputusannya tinggal di Usep. Kami sekarang menunggu kata final dari Usep,’ aku Iurie dengan nada serius(Tribun Jabar)


Batoum & Serge Suka Persib

September 27, 2006

Dua striker asing asal Kamerun yang diincar Persib, Roger Batoum (Persija) dan Emaleu Serge (Arema), mengaku belum dihubungi secara resmi ofisial Persib. Namun, mereka memberikan apresiasi terhadap keinginan Persib, yang mengajaknya bergabung untuk kompetisi 2007.

Batoum mengatakan, Persib merupakan tim besar. Ia sangat tertarik bergabung dengan Persib, jika memang serius untuk merekrutnya. Alasan ketertarikan Batoum ini karena mendapat kabar Persib merekrut pemain berkualitas, termasuk playmaker asal Paraguay, Lorenzo Cabanas. Cabanas pernah bermain bersama dengan Batoum memperkuat Persija pada kompetisi 2005. Pada kompetisi 2006, Cabanas memperkuat Persiba Balikpapan, dan berperan besar membawa timnya lolos ke babak “8 Besar”.

“Saya tertarik dengan Persib. Saya tahu Persib memiliki pendukung fanatik. Cabanas jadi memperkuat Persib? Saya pernah main bersama dengan dia. Kalau ada dia (Cabanas), Persib akan sangat kuat,” ujar Batoum, ketika dihubungi melalui telefon selularnya, Selasa (26/9). Batoum kini sedang berlibur di Kamerun. Ia akan kembali ke Indonesia akhir Oktober mendatang.

Pada kompetisi 2005, Batoum menjadi top scorer dan bersama Cabanas membawa Persija menjadi runner-up Liga Indonesia dan Copa Dji Sam Soe. Batoum bisa menjadi pencetak gol terbanyak karena peran dari Cabanas, yang selalu tepat dalam memberikan umpan-umpan akurat.

Saat ini, Batoum memiliki kontrak dengan Persija hingga Februari mendatang. Namun, Batoum dikabarkan tidak akan bertahan di Persija untuk kompetisi 2007.

Sementara itu, Serge ketika dihubungi melalui telefon selularnya mengatakan, belum mengetahui lebih dalam soal Persib. Namun, dia mendapat informasi dari rekannya pemain asal Kamerun, Francis Younga bahwa Persib merupakan tim besar di awal Liga Indonesia. “Saya pemain profesional. Jika ada klub yang mengajak untuk bergabung, saya selalu tertarik. Kontrak saya dengan Arema berakhir Februari tahun depan,” ujarnya.

Namun, Serge belum bisa memutuskan jika Persib berniat serius merekrutnya. Menurut dia, saat ini bersama Arema tengah konsentrasi berlaga Liga Champions Asia. Arema sebagai juara Copa Dji Sam Soe dan Persik juara Liga Indonesia, mewakili Indonesia di Liga Champions Asia.

“Dengan Arema belum ada kelanjutan masalah kontrak karena sekarang sedang libur latihan. Pekan depan, saya akan ke Eropa dan pulang ke Kamerun selama satu bulan. Setelah kembali ke Indonesia ada latihan lagi dan persiapan untuk Liga Champions,” ujarnya.

Harus lebih serius

Penghapusan format babak “8 Besar” pada Kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia XIII 2007, membuat peta persaingan antarklub menjadi lebih ketat. Klub-klub akan lebih serius mempersiapkan diri, karena konsentrasi mereka mengejar posisi teratas.

“Jika masih ada babak ‘8 Besar’, kita masih bisa hitung-hitungan peluang meraih posisi ‘4 Besar’ klasemen wilayah. Sekarang, situasinya berubah. Klub-klub bersaing untuk tidak kehilangan angka dalam setiap pertandingan,” ujar asisten pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, ketika dihubungi, Selasa (26/9) malam.

Menurut dia, Persib harus mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi persaingan yang makin ketat ini. Sebab, setelah ada keputusan itu, mereka juga akan mempercepat proses pemusatan latihan.

“Format ini sama dengan kompetisi satu wilayah dulu. Otomatis klub-klub harus mengejar kemenangan demi kemenangan. Ini yang membuat sulit diprediksi siapa yang bakal menjadi terbaik,” ujarnya.

Menurut dia, meski juara wilayah langsung bertemu di final memperebutkan gelar juara, semua klub peserta liga masih memiliki peluang sama meraih prestasi puncak. Sepak bola Indonesia sulit diprediksi.

Bek sayap kiri Persib, Erik Setiawan menambahkan, kesempatan bermain di kandang sendiri harus dimanfaatkan secara optimal. Semua partai kandang harus disapu bersih dengan kemenangan. Jika hasil akhir imbang, apalagi sampai kalah, akan sulit bersaing untuk menuju juara wilayah. “Nanti konsentrasinya harus menang di semua partai kandang, dan minimal meraih seri saat tandang,” ujarnya.

Erik mengatakan jika dalam seminggu setiap klub main tiga kali, otomatis harus ada rotasi pemain secara tepat. Sebab, tidak mungkin pemain bisa tampil stabil dengan interval waktu istirahat hanya dua hari.(PR)


Sony Kurniawan Cari Kontrakan

September 26, 2006

MANAJEMEN Persib Bandung memang belum memasukkan nama Sony Kurniawan ke dalam daftar pemain yang masuk skuad Liga Indonesia (LI) XIII/2007 mendatang. Alasannya, soal etika. Hingga saat ini, Sony masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta.

Tapi, satu tempat dalam skuad Persib musim depan sepertinya sudah menjadi milik Sony. Selain sudah mengikuti latihan bersama dan melakukan pembicaraan tahap awal, Sony juga mulai sibuk mencari kontrakan di Bandung.

“Saya lagi cari kontrakan untuk tinggal di Bandung. Tapi belum ketemu juga. Tolong cariin, dong,” kata Sony, ketika berbincang dengan “GM”, akhir pekan lalu.

Sony memang belum mengakui kalau sudah mencapai kesepakatan dengan Persib. Tapi, kesibukannya mencari tempat kontrakan menjadi pertanda, kalau dia sudah pasti mendapatkan satu tempat di Persib.

“Insya Allah. Doakan saja,” begitu komentar singkat Sony ketika ditanya soal kemungkinannya berkostum Persib pada musim depan. “Sebenarnya, saya juga sudah tidak betah di Persija. Pasalnya, saya sudah jarang main. Sebagai pemain profesional, saya tentu ingin selalu tampil di lapangan,” katanya.(Galamedia)


Aji Nurpijal, Rindu gelar juara

September 26, 2006

“ALHAMDULILLAH”, itulah ungkapan pertama yang meluncur dari mulut Aji Nurpijal (25) ketika diinformasikan kalau manajemen dan tim pelatih Persib Bandung mengumumkan namanya sebagai salah seorang pemain yang akan direkrut pada musim depan.

Ekspresi yang sangat wajar. Pasalnya, selama hampir sebulan setengah mengikuti seleksi, Aji sempat dilanda kegalauan karena kepastian dari Persib tak kunjung datang. Bahkan, di tengah kegalauan yang dialaminya, pemain yang musim lalu berkostum klub Divisi I, Mitra Kukar itu sempat mempertimbangkan tawaran Semen Padang dan Persikota Tangerang.

“Saya sempat berpikir, mana yang lebih cepat memberikan kepastian, klub itulah yang akan saya ambil kontraknya,” kata Aji ketika itu.

Kini, setelah namanya termasuk dalam daftar pemain yang diumumkan bakal memperkuat skuad Persib, Aji semakin mantap untuk memberikan yang terbaik. “Ketika belum ada kepastian pun, saya selalu mengikuti setiap program latihan secara maksimal. Apalagi sekarang, ketika semuanya sudah pasti,” kata pemain yang bisa ditempatkan sebagai stoper maupun bek sayap ini.

Komitmen Aji untuk tampil habis-habisan untuk Persib patut diacungi jempol. Meski banyak orang menilai kualitasnya pas-pasan, namun pelatih Arcan Iurie Anatolievici memilih Aji bukannya tanpa alasan. “Dia pemain yang bisa ditempatkan di berbagai posisi. Itu kelebihan Aji yang saya butuhkan,” kata pelatih asal Moldova ini.

Ya, Aji memang pemain serbabisa. Ia bisa ditempatkan sebagai stoper, libero, bek sayap kiri/kanan, bahkan gelandang bertahan. Selain itu, Aji pun memiliki tendangan jarak jauh yang kerap mengejutkan penjaga gawang lawan.

Lalu, apa ambisi Aji pada musim depan? “Saya ingin memberikan yang terbaik buat Persib. Sebagai orang Bandung, saya juga sangat rindu akan hadirnya gelar juara,” katanya.


Antisipasi Tobar, Serge & Batoum Diburu

September 26, 2006

Dinilai masih kurang, Persib Bandung masih terus memburu striker tambahan untuk mempertajam lini depan pada Liga Indonesia (LI) XIII/2007 mendatang. Dari tiga nama yang mencuat, Emaleu Serge (Arema) dan Batoum Roger Urbain (Persija) menjadi striker paling serius diburu Persib.

“Dibandingkan nama-nama lain, untuk melengkapi kuota pemain asing yang ada, saya lebih memilih merekrut Serge. Selain itu, Batoum pun terus dikontak oleh (Arcan) Iurie,” kata Manajer Persib, H. Yossi Irianto, di Wisma Puri Asri, Jln. Bali, Bandung, Senin (25/9).

Selain Serge dan Batoum, striker asal Kamerun yang kini merumput di Liga Super Malaysia, Philemon Chipetta juga masuk daftar buruan Persib. Namun, karena harganya yang cukup tinggi, Persib kemungkinan besar bakal mengabaikan Chipetta.

Yossi mengatakan, selain untuk menutupi kekurangan pemain di lini depan, perburuan striker ini pun bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan Zaenal Arief bertahan di tim nasional. “Meski kami memberikan dukungan penuh terhadap pemain kami yang berada di tim nasional, akan sangat berbahaya buat Persib kalau Arief bertahan. Karena itu, kami harus melakukan langkah-langkah antisipatif,” kata Yossi.

Dalam daftar nama pemain yang diumumkan Minggu (24/9), Persib baru memastikan tiga nama pemain yang berposisi striker. Selain Zaenal Arief, dua nama lainnya adalah Redouane Barkaoui (Maroko) dan Dicky Firasat. Sebagai perbandingan, pada musim lalu, Persib menempatkan lima pemain di lini depan ini.

Antisipasi Tobar

Selain itu, kata Yossi, diburunya striker asing juga untuk mengantisipasi tidak bisa mainnya Alejandro Tobar karena aturan masa edar empat tahun bagi pemain asing. “Tapi, khusus untuk Tobar, saya masih optimis dia bisa main. Sebab, PSSI sudah mengisyaratkan kalau untuk pemain berkualitas, klub bisa mengajukan dispensasi, seperti yang dilakukan Persik untuk Christian Gonzales,” papar Yossi.

Sementara itu, pelatih Persib, Arcan Iurie Anatolievici membenarkan bahwa ia masih membutuhkan tambahan striker. “Dibandingkan nama-nama pemain yang mencuat, jelas saya lebih memilih Serge,” kata pelatih asal Moldova itu.

Iurie juga membenarkan kalau diburunya Serge berkaitan dengan antisipasi Tobar tidak bisa main. “Kalau bisa main, Tobar pasti untuk Persib pada tahun depan. Tapi, kita harus tetap mencari alternatif,” kata Iurie.


Liga Indonesia 2007 tanpa ”8 Besar”

September 26, 2006

PSSI akhirnya memutuskan pergelaran kompetisi Divisi Utama tahun 2007 dilangsungkan dengan format dua wilayah. Namun, berbeda dengan musim kompetisi sebelumnya, untuk kompetisi Divisi Utama 2007 yang seluruhnya melibatkan 36 tim ini, tidak diadakan babak “Delapan Besar” lagi. Tim peringkat pertama dari kedua wilayah langsung dipertandingkan untuk memperebutkan gelar juara.

“Babak semifinal juga ditiadakan. Tim peringkat teratas wilayah I langsung bertarung dengan peringkat teratas wilayah II untuk memperebutkan gelar,” ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes, kepada wartawan, mengutip hasil rapat pengurus harian PSSI yang dilakukan Kamis (21/9), di kediaman Ketua Badan Liga dan Tim Nasional Indonesia (BLTNI) Nirwan Dermawan Bakrie di kawasan Simprug.

Rapat pengurus harian PSSI juga memutuskan untuk tetap menggelar kompetisi Super Liga mulai 2008. “Jumlah peserta Super Liga adalah 18 klub, serupa dengan jumlah peserta kompetisi Divisi Utama,” ujar Nugraha.

Namun, berkaitan dengan Super Liga itu, Nugraha mengatakan bahwa pesertanya tidak otomatis dari klub-klub yang menempati posisi sembilan besar dari masing-masing wilayah kompetisi Divisi Utama 2007. “Ada banyak parameter lain. Cukup banyak persyaratan yang harus dilampaui oleh tim-tim calon peserta Super Liga,” ujarnya.

Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai pelaksana kompetisi Divisi Utama dan Piala Indonesia diharapkan sudah bisa menggelar kompetisi Divisi Utama mulai Januari, sementara Piala Indonesia direncanakan pada Agustus hingga Desember.

“Kompetisi Divisi Utama diharapkan sudah bisa diselesaikan bulan Juni atau sebelum Piala Asia digelar, yakni 9 Juli-9 Agustus. Untuk Piala Indonesia, paling lambat minggu ketiga Agustus sudah bisa dimulai, dan dengan jeda pada bulan puasa, pertengahan Desember sudah bisa dituntaskan,” paparnya.

Pemain Asing

Sehubungan dengan kompetisi 2007, rapat pengurus harian PSSI juga membahas secara mendalam masalah pemakaian pemain asing. Dalam hal ini, PSSI antara lain memutuskan untuk tetap mempertahakan regulasi menyangkut keberadaan pemain asing di setiap klub, yakni lima di klub Divisi Utama dan empat di klub Divisi I.

Regulasi yang juga dipertahankan adalah menyangkut pembatasan masa tinggal pemain asing di Indonesia. Hal ini khususnya bagi pemain asing yang sudah lama berkiprah di Liga Indonesia. Seorang pemain yang sudah empat tahun berkecimpung di Liga Indonesia, tidak bisa dipertahankan lagi. Pembatasan ini dikecualikan untuk mereka yang berminat menjadi WNI.

“Kami baca di koran banyak pemain asing yang ingin pindah kewarganegaraan. Silakan saja. Tetapi sampai sekarang ini belum ada yang menyatakan keinginannya itu secara terbuka ke PSSI,” katanya.

Mulai musim kompetisi 2007 setiap klub hanya boleh mengontrak pemain asing selama dua tahun. Jika ingin pindah klub, maka pemain diwajibkan untuk lebih dulu bermain di luar negeri, dan setelah itu baru boleh kembali ke Indonesia


Barkaoui Bisa Diandalkan!

September 25, 2006

Manajemen dan tim pelatih Persib Bandung memastikan, pada Liga Indonesia (LI) XIII/2007, Redoaune Barkaoui lebih bisa diandalkan ketimbang musim lalu. Pasalnya, kondisi fisik striker asal Maroko itu jauh lebih baik ketimbang musim lalu yang selalu dihantui cedera hamstring.

Paling tidak, keyakinan bakal bersinarnya Barkaoui itu disampaikan Manajer Persib, H. Yossi Irianto dan pelatih, Arcan Iurie Anatolievici di Wisma Puri Asri, Jln. Bali Bandung, Minggu (24/9). Pada kesempatan itu diumumkan, Barkaoui merupakan satu dari dua pemain asing yang bakal memperkuat Persib pada LI XIII/2007.

“Barkaoui tetap direkomendasikan untuk memperkuat Persib karena tak ada yang perlu diragukan lagi pada kondisi fisiknya. Berdasarkan hasil tes kesehatan, cedera yang dialaminya pada musim lalu sudah tidak menjadi persoalan lagi,” kata Yossi.

Pernyataan Yossi dibenarkan oleh dokter tim, dr. Taat Tagore. “Hasil kesehatan Barkaoui sangat bagus. Bahkan, berdasarkan dua kali pemeriksaan MRI, sama sekali tidak terlihat ada bekas cedera parah di otot hamstringnya. Ini sekaligus menjawab isu kalau Barkaoui membawa cedera lama dari klub lamanya di Malaysia,” kata Taat.

Keyakinan bakal bersinarnya Barkaoui pada musim depan juga diungkapkan Iurie. “Saya yakin, pada tahun depan, Barkaoui bisa tampil maksimal,” kata pelatih asal Moldova ini.

Iurie merasa yakin, bukan semata alasan hasil pemeriksaan kesehatan, tapi juga grafik penampilan Barkaoui yang terus menanjak selama mengikuti latihan awal. “Selain itu, Barkaoui juga punya komitmen yang bagus untuk membela Persib. Saya sudah bicara dengannya dan dia bilang, banyak tim menginginkannya. Tapi, ia bersikeras untuk menandatangani kontrak untuk Persib,” katanya.

Alejandro Tobar

Mengenai nasib Alejandro Tobar, Iurie memastikan, gelandang PSMS Medan asal Cile itu bakal berkostum Persib pada musim depan kalau PSSI mengambil kebijakan soal aturan masa edar empat tahun bagi pemain asing.

“Saya tahu kualitasnya. Karena itu, saya sangat menginginkannya. Kalau dia bisa main di Indonesia pada tahun depan, saya jamin Tobar adalah pemain untuk Persib,” katanya. (Galamedia)


Yossi, ”Jika di Bawah Rp 10 Miliar, Persib Sulit Bersaing”

September 25, 2006

Menghadapi Liga Indonesia 2007, Persib masih memiliki ketergantungan pendanaan yang sangat besar pada APBD Pemerintah Kota Bandung. Bahkan, manajemen Persib mengakui besarnya anggaran tahun lalu sudah tidak relevan dengan kondisi persaingan kompetisi ke depan.

Manajer Persib, Yossi Irianto, di Wisma Asri Jln. Bali Bandung, Minggu (24/9) mengakui, Persib belum bisa melepaskan ketergantungannya itu. Walaupun demikian, pihaknya selama ini telah mengusahakan pendanaan dari sumber-sumber lainnya agar Persib bisa terus eksis di kompetisi.

Yossi mencontohkan, musim lalu pihaknya mendapatkan anggaran sekira Rp 10 miliar dari APBD. Namun, dalam kenyataannya sampai dengan saat ini pihaknya sudah mengeluarkan Rp 17 miliar. Hal itu menurut dia bisa dipertanggungjawabkan dan alokasi terbesar adalah untuk pembayaran kontrak pemain.

“Saya tidak mau berpolemik mengenai masalah pendanaan ini. Toh, sejauh ini hal itu masih bisa kami atasi. Namun, saya ingin meluruskan pola berpikir kita semua bahwa untuk mencapai prestasi diperlukan kualitas pemain dan untuk itu perlu lebih banyak lagi rupiah yang dikeluarkan,” kata Yossi.

Menurut dia, manajemen Persib sampai saat ini belum mengajukan berapa besar nominal anggaran yang dibutuhkan menghadapi kompetisi musim depan. Namun, sebagai gambaran untuk bisa bersaing, Yossi mencontohkan anggaran Persik Kediri yang mencapai Rp 22 miliar untuk bisa menjuarai Liga Indonesia XII lalu.

“Jika anggaran Persib hanya berkisar sekira di bawah Rp 10 miliar tentu akan sulit bersaing. Akan tetapi, kami juga harus realistis bahwa anggaran Persib tidak harus sebesar anggaran Persik. Yang terpenting ada peningkatan dari yang lalu,” ucap Yossi.

Ia mengatakan, anggaran terbesar Persib itu nantinya sekira 60% sampai 70% akan dialokasikan untuk pembelian para pemain berkualitas. Budget untuk itu akan dihitung sekira satu atau dua minggu mendatang. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan satu pemain asing saja diperlukan sekira Rp 1 miliar dan jika Persib memaksimalkan kuota lima pemain maka sudah Rp 5 miliar. Belum lagi untuk pemain lokal yang sudah punya nama, rata-rata nilainya di atas Rp 500 juta.

“Saya akui kendala utama Persib saat ini adalah prestasi. Hal itu menjadi handicap kami saat ini. Namun, dari pembicaraan dengan ketua umum, ketua harian, dan anggota DPRD dukungan mereka untuk Persib musim depan sangat besar. Tentu saja, asal Persib bisa berprestasi,” ungkap Yossi.

Belum pasti

Sementara itu, mengenai uji coba dengan timnas 30 September, sampai saat ini manajemen Persib masih mempertimbangkan hal itu. Artinya, uji coba itu masih belum pasti dilaksanakan. Menurut dia, mungkin baru Senin (25/9) ada keputusan mengenai hal itu setelah dirinya bertemu dengan manajer timnas Andi Darussalam.

“Kami mempertimbangkan beberapa hal seperti bulan puasa, libur pemain Persib, dan kesiapan lapangan. Tentunya kami harus mempersiapkan terlebih dahulu mekanismenya, apakah memungkinkan atau tidak,” kata Yossi.

Kendati begitu, Manajer Persib itu menegaskan komitmennya mendukung timnas selama di Bandung. Jika memang hal itu telah diprogramkan, mungkin ada beberapa upaya yang dilakukan seperti dengan mengabungkan para pemain Bandung tidak hanya dari Persib seperti dari Persikab ataupun mengumpulkan para pemain Bandung lainnya dalam satu tim Bandung Selection. (Pikiran Rakyat)


PERSIB LEPAS CHARIS DAN TOYO

September 25, 2006

Persib dipastikan tidak akan diperkuat Charis Yulianto dan Antonio ‘Toyo’ Claudio di musim kompetisi Liga Indonesia XIII. Selain melepas Charis dan Toyo, Persib juga melepas Gendut Doni, Enjang Rohiman, Deden Hermawan, Andi Hidayat, Tri Sutrisno, dan kiper muda usia Angga.

Kepastian nasib delapan pemain yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada Persib tersebut terungkap dalam jumpa pers pengumuman pemain-pemain yang direkomendasikan Arcan Iurie untuk masuk skuad Persib Maung Bandung tahun depan, Minggu (24/9).

Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Charis dan Toyo, Persib memasukkan nama Patricio Jiminez Diaz dan Nova Arianto sebagai pemain belakang yang direkomendasikan Iurie. ‘Kami sudah melakukan langkah-langkah untuk mendapatkan pemain yang direkomendasikan pelatih,’ kata Manajer Persib, H Yossi Irianto, yang memimpin acara pengumuman pemain hasil rekomendasi tim pelatih.

Pernyataan Yossi didukung Iurie yang memastikan, dirinya tidak hanya menyodorkan nama-nama pemain yang dinilai layak masuk Persib tahun depan. Iurie menegaskan, dirinya menyodorkan nama-nama setelah mengetahui kualitas permainan dan melakukan pembicaraan dengan si pemain.

‘Pasti sudah ada komunikasi. Tak masalah hasilnya si pemain menyatakan siap atau tidak masuk Persib,’ urai Iurie.
Untuk sektor belakang, selain mengincar Jimenez dan Nova, Persib juga dipastikan akan kembali diperkuat Edi Hafid Murtado. Selain Edi Hafid, Persib juga memasukkan Jack Komboy, Warsidi, dan Nyeck Nyobe Georges.

Sementara itu Alejandro Tobar dan Suwita Patha, kemungkinan akan kembali ke Persib tahun depan. Bahkan untuk Tobar, Iurie memberi garansi gelandang yang kini masih bersama PSMS Medan ini akan kembali ke Persib tahun depan.

‘Kita tidak perlu tes fisik dan kemampuan untuk Tobar. Dia pemain bagus. Musim depan Tobar akan di Persib,’ janji Iurie.
Selain memasukkan Tobar, Persib juga ternyata mengincar Roger Bataoum, Lorenzo Cabanas, dan Emeleu Serge. Soal pemain-pemain asing yang direkomendasikan ini, Iurie sadar kalau semuanya tidak bisa jadi pemain Persib. ‘Walaupun tidak semua, tapi saya ingin mereka ada yang masuk Persib,’ tuturnya.

Persib yang ditinggalkan Kosin Hathairattanakool, juga mengincar tiga penjaga gawang termasuk penjaga gawang nasional. Penjaga gawang yang diincar Persib adalah Jendri Pitoy, Tema Musadat, dan Samsidar. Melihat komposisi seperti ini, Yossi menyatakan, 60 hingga 70 persen dana Persib akan dialokasikan untuk belanja pemain.
‘Akan ada peningkatan dalam dalam belanja pemain,’ janji Yossi.

Secara keseluruhan, Iurie menyodorkan tidak kurang menyodorkan 26 pemain yang diharapkan bisa masuk skuad Maung Bandung. Namun Persib sudah memastikan hanya akan diperkuat 24 pemain tahun depan.(Tribun Jabar)